
Saat ini, Rio dikurung di penjara, di dalam Istana Kerajaan.
Setelah Christina dan Flora ditemukan, para prajurit dengan cepat menempatkan mereka di bawah perlindungannya.
Dan untuk alasan tertentu, Rio sendiri ditangkap dan dijebloskan ke dalam penjara. Dan saat itulah, ia mengetahui bahwa Christina dan Flora ternyata adalah seorang putri negara.
Tiga hari telah berlalu sejak ia ditangkap.
Dengan hanya sedikit jumlah waktu untuk tidur dan makan, sebagian besar waktunya digunakan untuk diinterogasi.
Itulah bagaimana Rio menghabiskan hari-harinya di penjara. Sementara tubuh dan pikirannya masih tertidur, dia akan diberikan pertanyaan setiap 5 menit
oleh lebih dari tiga interogator.
“Katakan semua yang kau tahu!”
Rio ingin tahu berapa banyak pertanyaan yang telah diberikan kepadanya selama tiga hari ini.
Ia sudah bosan dan muak mendengar pertanyaan yang sama berulang-ulang.
“Sudah aku bilang, aku hanya kebetulan lewat. Secara kebetulan aku sedang berjalan di gang, lalu kebetulan aku melihat para penculik yang membawa gadis it—Christina-sama dan Flora-sama . Dan aku memutuskan untuk menyelamatkan mereka. Itu saja”
Para interogator terlihat terganggu ketika Rio menyebutkan ‘Gadis itu’ menyadari hal itu, ia kemudian memanggil mereka dengan sopan. Rio menjadi muak karena mengulangi kesaksian yang sama berulang-ulang.
“Kau bohong. Kau mata-mata, bukan?”
Rio ditanya pertanyaan yang sama berulang-ulang.
“Aku tidak berbohong” Dan Rio yang kesal juga terus menjawab pertanyaan yang sama.
“Naa~, sekali lagi, kau bilang bahwa kau hanya menolong Chritina-sama dan Flora-sama secara kebetulan. Itu benar-benar sulit untuk dipercaya”
Para interogator mengatakan itu sementara menunjukkan ekspresi yang tidak biasa.
“Sampai sekarang, kami sudah melakukan penyelidikan padamu dengan sopan. Tapi jika kau menolak untuk menceritakan semua yang kau tahu, maka kami harus mengubah caranya dengan cara kami sendiri”
Sikap menindas interogator itu menyebabkan suasana di penjara menjadi suram dan interogasi yang panjang belum membuahkan hasil.
Untuk interogator, mampu menjaga dalam penampilannya sampai sekarang adalah hal yang patut untuk dipuji.
“Heh~? Kalau begitu, cara seperti apa itu?” Rio tersenyum menantang dengan penentangan pada matanya.
Muak, interogator mengembalikan senyuman Rio dengan memukul dia pada dadanya dengan menggunakan
__ADS_1
gagang pedangnya. Wajah Rio kemudian terbanting ke meja.
“GAH!” Interogator berulang kali membanting wajah Rio ke atas meja.
Dengan kedua kalinya, bibir Rio sudah mulai terluka dan berdarah. Setidaknya dia bisa meringankan luka yang dialaminya melalui penguatan tubuh, tapi ia kesulitan untuk mengendalikan kekuatan sihirnya.
Sepertinya alat yang membelenggu pergelangan tangannya yang telah menghalangi aliran kekuatan sihir.
“Bukankah itu aneh? Untuk anak sepertimu bisa menang melawan empat orang yang bersenjata. Selain itu, biasanya tidak akan ada anak yatim piatu yang akan melakukan pelatihan. Itu aneh, bahkan jika mempertimbangkan ketika kau menangkap mereka, itu mengejutkan.”
Insiden itu sangat tidak bisa dipahami bagi interogator yang menyebabkan dia
menggelengkan kepalanya.
“Ini seperti sebuah drama menyedihkan yang ditulis oleh orang miskin. Kau mengerti apa yang aku katakan?"
Rio menatap tajam pada interogator seolah-olah dia adalah pembunuh orang tuanya. Interogator menarik rambut Rio, mengangkat wajahnya dan memukul perutnya.
“KAH!”
Melihat Rio yang kesakitan, interogator menunjukkan ekspresi puas. itu jelas adalah sikap yang sadis. Rasa sakit di perutnya membuat wajah Rio berubah kesaktitan.
“Yang Mulia bilang kepada kami untuk memperlakukanmu dengan penuh perhatian. Setelah semuanya, kau adalah penyelamat Christina-sama dan Flora-sama . Itu wajar”
“Tapi kau terlalu berbahaya. Seperti yang aku katakan sebelumnya, semua
kesaksianmu terlalu mencurigakan. Ada terlalu banyak yang tidak pasti. Bahkan jika aku harus memakai kekerasan, aku akan mendapatkan semua informasi darimu. Mengerti?"
Menggenggam kepala Rio, interogator itu mengerutkan dahinya di depan wajah Rio. Dua orang itu dipenuhi dengan kebencian. Rio melayangkan senyuman mengejek pada wajahnya.
“Jika aku bilang tidak tahu, itu artinya aku tidak tahu” Rio dengan mudah menjawabnya tanpa ragu-ragu.
Dia tidak mencoba menjawab dengan cara lain karena apa yang ia katakan adalah yang sebenarnya.
“Hmph. Bisakah seorang kriminal sepertimu mengerti kebaikan Yang Mulia? Baiklah, ada cara yang lebih mudah bagi sampah sepertimu untuk bisa memahaminya”
Berkata begitu sebagai provokasi, interogator menepuk wajah Rio.
“Setelah semuanya, kau mungkin bisa mengatakan siapa pelaku utama di balik semua ini. Aku ingin tahu siapa itu? Apakah itu bangsawan?”
Untuk alasan interogator yang salah itu, Rio hanya bisa mengeluarkan *******.
“Kau tidak tahu? Kenapa tidak mencoba untuk bertanya pada pen—GAH”
__ADS_1
Sebelum dia bisa menyelesaikan kata-katanya, wajah Rio dipukul.
“Para pencuik, MEREKA SEMUA SUDAH MATI! Mereka sudah dibunuh! Kau
satu-satunya yang masih hidup!"
Rio terkejut setelah mendengar kata-kata itu. Pada saat itu, ia ingin tahu apakah tubuhnya bisa bertahan setelah menerima begitu banyak pukulan.
Tapi dengan adanya sihir pemulihan, ia mempertimbangkan kembali pemikiran itu karena ia mungkin bisa tetap hidup untuk diinterogasi lebih lanjut.
“Dibunuh?”
“Kau tahu? Racun. Makanan mereka diracuni. Untungnya, makanan kau tidak”
Sementara Rio masih memendam keraguan terhadap kata-kata interogator, ia percaya apa yang dia baru saja katakan adalah kebenarannya.
“...”
Mendengar kata-kata itu membuatnya menggigil.
Untuk dapat meracuni para penculik, pelaku utama peculikan seharusnya berada di suatu tempat di istana.
Tapi kenapa dia tidak membunuhku?
Itu karena pelaku utama dalam kejadian ini tidak akan terpengaruh bahkan jika ia masih hidup.
Rio dan pelaku utama dari semua kejadian ini tidak memikili hubungan apapun. Untuk Rio diinterogasi akan menjadi keuntungan bagi si pelaku utama.
Jadi Rio sengaja dibiarkan
hidup untuk menyerahkannya pada para interogator. Jika itu yang terjadi, maka hidup Rio tidak dalam bahaya untuk saat ini. Namun itu hanya berlaku dengan hal yang berhubungan dengan pelaku utama.
Jika dia ceroboh, dia mungkin akan dibunuh. Meskipun ia telah diselamatkan oleh keluarga kerajaan, berkat kecurigaan yang ditempatkan pada dirinya, ia diperlakukan seperti itu.
Jika keadaan ini terus berlanjut, mereka mungkin akan segera beralih pada penyiksaan. Dalam hal ini, tidak akan aneh jika ia mati.
(SIALAN! Jika terus seperti ini, aku benar-benar akan mati....) Perasaan cemas dan fustasi mulai menumpuk.
Apakah dia telah membuat keputusan yang tepat dengan menyelamatkan Christina dan Flora? Jika dia mengabaikannya, ia mungkin tidak akan harus menderita seperti ini.
Dia hanya ingin mengakhiri insiden mengerikan ini, dan pada akhirnya Rio menduga bahwa dia hanyalah orang yang egois.
Bersambung....
__ADS_1
publish 18.40 ;)