Seirei Gensouki Spirit Chronicles

Seirei Gensouki Spirit Chronicles
End Vol 1 Chapter 9 : Kegagalan


__ADS_3

TL Note : Androgny = jenis kelamin dengan penampilan netral, sebagian laki-laki dan sebagian perempuan. Aku juga kurang ngerti, tapi pokoknya ini ‘Maskulin dan Feminim dalam satu wadah’. Buat yang penasaran cari saja di internet ^_^.


Riomengabaikan semua gadis yang mendekatinya. Para siswa laki-laki cemburu dan mereka mulai menyebarkan rumor palsu tentang Rio. Meyakini hal yang ia dengar itu benar, Stead menuduh Rio berdasarkan rumor itu. Tidak pernah meragukan bahwa Rio adalah musuh dari semua wanita. Bahkan jika itu hanya rumor, Rio merasa muak.


“Hei, Stead. Kau seorang bangsawan, jadi jangan menuduh seseorang tanpa bukti.” Setelah menyaksikan adegan yang terjadi tersebut, Seria turut campur tangan.


“Tapi....” melihat ekspresi Seria, Stead menarik kembali apa yang ingin ia katakan.


“Bahkan jika Rio adala orang semacam itu, sebagai instruktur dan selama aku masih menarik nafas, aku tidak akan membiarkan perilaku semacam itu ada didalam kelas.” Dia menyatakannya dengan jelas. Stead dengan enggan menarik diri setelah mendengar itu.


“.....Saya akan mematuhi kata-kata Anda.... tapi ingat saja ini orang biasa. Aku baru saja membuat dirimu menjadi musuh keluargaku, keluarga Duke euguno.”


“Aku akan mengingatnya.” Setelah berkata begitu, Rio membungkuk ke Seria dan meninggalkan kelas. Rio mengisyaratkan untuk bertemu Seria setelah sekolah dengan memberikan senyuman kecut. Itu adalah tanda yang hanya diketahui mereka berdua. Setelah sekolah, Rio tiba diruang laboraturium Seria.


“Serius, mereka benar-benar memuakan seperti biasa.”


“Ya, saya kurang lebih sudah terbiasa dengan itu.” Rio tersenyum pahit sambil mencicipi teh hitam. Ngomong-ngomong, Rio yang membuat teh itu. Alasannya, karena Seria mengakui bahwa teh yang dibuat oleh Rio lebih baik daripada buatannya. Jadi, setiap kali mereka mengobrol dilaboraturium, Rio adalah orang yang membuatkan tehnya.


“Dulu, aku juga diganggu karna kecemburuan dari rekan-rekanku, tapi situasi yang Rio alami sepertinya jauh lebih parah. Bagaimanapun juga, mereka menyebarkan rumor tentangmu karena para gadis tertarik  padamu?” Seria berkata begitu sementata melihat reaksi Rio.


“Itu karena saya tidak tertarik.” Mendengar kata-kata dari orang yang tidak ramah didepannya, Seria hanya bisa mendesah.


“Apakah tidak ada kesempatan untuk Reverse-Cinderella?”


“Saya sangat meragukannya, keluarga mereka tidak akan pernah membiarkan hal itu. Bahkan jika saya berhubungan dengan mereka.” Rio tetap tenang dengan keputusan akhir yang pahit. Dilihat dari sikapnya, Seria pikir dia benar-benar tidak tertarik.

__ADS_1


“Ettto, Ne~....” Sementara mengangguk setengah hati, Seria penasaran mengapa Rio begitu keras kepala. Bagi siapa pun orang pada usianya, Ketertarikan pada lawan jenis tidak bisa diatasi dengan begitu mudah. Meskipun begitu, anak ini benar-benar tidak peduli.


(Jangan-Jangan dia itu.............) Salah satu kemungkinan memukul Seia. Namun dia tidak tahu hal semacam itu. Karena Rio tidak punya teman di Academy. (Hanya aku satu-satunya orang yang dia ajak bicara) Rio tidak memiliki siapapun untuk diajak bicara selain Seria. Untuk Seria sendiri, Ia merasa bahwa ia pura-pura bodoh dari pembicaraan tadi.


Selain saat pelajaraan, waktu makan dan tidur, Rio lebih memilih untuk belajar diperpustakaan atau melakukan latihan sendiri diluar. Setiap kali dia melihatnya, dia sendirian. Dengan pengecualian dari dirinya, tidak ada jejak dari setiap wanita didekatnya. Setiap kali dia melihatnya, Seria akan selalu memanggilnya. Dalam pikirannya, ia melihat dirinya sebagai teman dekat Rio. Oleh karena itu ia tidak berpikir tentang Rio secara khusus.


( Atau mungkin dia Cuma tidak menyadarinya. Ada banyak bukti yang mengarah dan aku tidak bisa melihat kemungkinan lain ) Ketika Seria mengalihkan pandangan matanya kedepan, dia melihat Rio yang dengan elegan sedang meminum teh dengan gerakan yang halus seperti bangsawan yang berpendidikan.


( Akumsatu-satunya orang yang melihatmu seperti ini. Apa yang akan kau lakukan setelah lulus? Aku ingin tahu karena kau tidak pernah mengatakan apa-apa. Ya ampun, padahal kau bisa mengatakan kepadaku. Aku mengkhawatirkanmu tahu ) khawatir tentang masa depan Rio, Seria memutuskan untuk bertanya secara langsung.


“Kau tahu, kau hanya punya satu tahan lagi sebelum lulus.  Apakah kau telah memutuskan apa yang akan kau lakukan setelah itu?”


“Ah itu benar. Saya tinggal dikerajaan untuk sekarang, tapi saya akan pergi untuk melakukan perjalanan dalam waktu yang tidak terlalu lama.”


“Ya, itu sulit bagi saya untuk tinggal dikerajaan ini.”


“...Ne!~~, kenapa kau tidak bekerja sebagai asistenku dilaboraturiumku? Aku tidak bisa hidup tanpamu.”


Seria berkata begitu sambil memeriksa ruangan. Sudah 5 tahun sejak ia pertama kali bertemu Rio. Pada awalnya, Rio menemukan ruangan laboraturium seria yang benar-benar berantakan. Namun, setelah datang kelaboraturium berkali-kali, Rio secara sukarela menawarkan diri untuk membersihkan ruangan yang berantakan. Dan itu membuat Seria terkejut dengan kemampuan rumah tangga Rio. Saat ini, dia tidak hanya membereskan ruangannya, Tapi juga telah membuat teh dan membantu dalam penelitiannya.


“Sebagai seorang bangsawa, bukankah Seria-sensei juga pada usia dimana harus membicarakan tentang pernikahan? Tidak bagus bagi Anda untuk memiliki orang biasa yang mencurigakan diruangan Anda.” Mendengar kata-kata ‘Pernikahan’ Seria menjadi sedih.


“A-Aku tidak ingin memikirkan pernikahan untuk saat ini. Aku sudah menolak semua lamaran pernikahan sejauh ini hanya untuk Fokus pada penelitianku, Tapi itu akan semakin berisik ketika pulang kerumah.”


“Saya pikir Seria-Sensei bebas untuk memutuskan kapan untuk menikah, apakah tidak apa-apa...? karena...... Anda sudah pada usia menikah.”

__ADS_1


Meskipun Rio berpikir sebaliknya, itu adalah pengetahuan umum bahwa usia menikah untuk bangsawan berada diparuh kedua remaja mereka. Dan saat ini, Seria mendorong masa lalu pada golongan usia yang sudah bisa menikah. Namun, Seria adalah seorang wanita yang luar bias dengan kedua status sosial dan prestasi yang luar biasa. Bahkan jika usianya melebihi dua puluh tahun, tidak akan sulit baginya untuk menemukan pasangan hidup.


“Aahh----! Aku mungkin akan ditinggalkan! Oh, aku ingin tahu apa yang orang-orang kerajaan ini akan dipikirkan ketika seorang wanita melebihi umur 20..” Tapi sepertinya Seria cukup khawatir tentang usianya dan potensi pernikahan.


“Ya, secara pribadi saya pikir usia perkawinan bagi perempuan bangsawan terlalu muda. Seria-sensei akan berumur 17 tahun selamanya.”


“17 tahun selamanya....ap---itu, bukankah itu terdengar sangat buruk.”


TL Note : Referensi pada VA dijepang yang memberitahu pada fans-nya sebagai 17 tahun ++ xx bulan ( Sebenarnya 30++)


Melihat dia yang bergumam sendiri, Rio pikir dia terlihat lucu. Rio mulai membuat teh lagi setelah melihat tekonya telah kosong. Dia sudah tahu apa yang disukai Seria. Setelah berhubungan dengan dia selama bertahun-tahun, dia tahu bahwa Seria lebih suka pada teh hitam. Rio bisa membanggakan kemampuan membuat tehnya yang setara dengan kepala pelayan. Itu cukup bagus untuk memenuhi hasrat seorang wanita bangsawan.


“Itu mengingatkanku, pelatihan lapangan akan segera tiba. Apakah itu wajib bagi semua orang untuk berpartisipasi? Berapa jarak yang akan kita tempuh?” sebelum ia menyadarinya, Seria telah kembali kedalam kenyataan dan memberikan pertanyaan pada Rio.


“Sepertinya total jaraknya adalah 20 km.”


“Hee~~ Itu tidak mungkin bagiku. Aku tidak bisa berjalan sejauh itu. Itu sudah seperti rasa sakit untuk berjalan dari sini ke gedung sekolah.” Seria jatuh lemas pada mejanya, dia sudah mulai lelah hanya dengan memikirkannya. Rambut putih indahnya yang panjang tersebar meliputi meja.


“Saya pikir Seria-sensei membutuhkan sedikit lebih banyak latihan.” Rio berkata bergitu ketika sedang mengagumi dan khawatir padanya. Selain untuk mengajar, Seria sangat jarang untuk meninggalkan laboraturiumnya. Bahkan untuk seorang putri bangsawan, bukankah jika tidak keluar dari sifat negatifnya akan mempengaruhi kesehatannya?


“Ya, Ya. Selama ada kereta kuda, aku baik-baik saja.” Mendengar perkataan khas dari seorang


hikikomori, Rio tersenyum kecut dan menawarkan Seria teh hitam yang selesai diseduh dengan tingkat kesukaannya.


~End Vol 1 Chapter 9 : Perkembangan~

__ADS_1


__ADS_2