
hei^^
.
.
.
Pembicaraan menjadi jarang karena mereka tidak memiliki cukup tenaga untuk berbicara. Dengan tenang membawa beban terberat diantara para siswa, situasi yang mengerikan menjadi semakin nyata bagi Rio yang
mengamati mereka dari samping. Namun, ia secara diam-diam mengaktifkan penguatan fisik dan penguatan tubuh pada dirinya sendiri, Rio adalah anggota kelompok yang masih tidak kelelahan.
“Jika terus seperti ini, apakah kita benar-bebar bisa mencapai tempat tujuan pertama?” tidak peduli seberapa jauh mereka maju, hutan menolak untuk berakhir. Salah satu siswa akhirnya menyarankan keraguannya.
“Jika terus seperti ini, bukankah kita akan menjadi yang terakhir?”
“Bukankah seharusnya kita kembali ke rute yang normal sekarang?” keluhan pertama seperti membuka keran air yang membuat banyak keluhan berdatangan dari seluruh kelompok. Dengan semua orang menyuarakan ketidakpuasan mereka, suara yang mereka buat itu telah menarik beberapa monster.
“Goblin lain?”
“Seharusnya tidak ada peningkatan Goblin sejak beberapa waktu yang lalu?”
Sebagai hal dari populasi mereka yang cukup banyak, goblin adalag lambang dari monster tingkat rendah. Tingkat kesuburan mereka ditandai oleh pepatah yang populer, ‘Jika kau menemukan satu, kau pasti akan menemukan tiga puluh lagi’. untuk mengatasi kegelisahan kelompok ini. Alphonse dan Stead dengan semangat pergi untuk membunuh para Goblin.
“D-Diam ! S-Semuanya tenanglah! Seperti yang aku bilang, kita akan baik-baik saja! Semuanya akan berjalan sesuai rencana. Benarkan, Stead?”
“Be-Benar! Semuanya akan berjalan sesuai rencana. Alphonse-senpai adalah pemimpin kita, jadi diam dan ikuti saja perintahnya. Selain itu, satu-satunya monster yang muncul adalah goblin. Mereka tidak
sebanding dengan sihir kita. Tidak hanya itu, tapi kita juga bisa mengumpulkan batu sihir goblin untuk mendapatkan sedikit uang saku, kan?”
__ADS_1
Mengalahkan goblin, Alphonse dan Stead menyadari keadaan para siswa yang panik dan dengan putus asa menemukan alasan untuk meredakan ketakutan semua orang, para siswa langsung tenang setelah mendengar kata-kata mereka. Keluarga Alphonse cukup berpengaruh, namun Stead dari keluarga Duke
Euguno memegang pengaruh yang lebih besar lagi. Tidak ada satu orang pun diantara kelompok yang berani menentangnya secara terbuka. Namun, semangat kelompok masih tetap rendah.
Jumlah Goblin yang mereka hadapi secara perlahan mulai bertambah seiring perjalanan. Akhirnya, waktunya tiba ketika mereka tidak bisa melangkah lebih jauh lagi. Lautan pepohonan yang tiada habisnya tiba-tiba
berhenti. Apa yang ada dihadapan mereka adalah tempat yang terbuka lebar. Sayangnya, itu bukan tempat yang mereka harapkan.
“Oi .... ini bukan jalan keluarnya.”
“Be-Benarkah? Lihat, tempat tujuannya ada disana!”
“Yang benar saja! Bagaimana caranya agar kita bisa sampai kesana!?” kelompok ini sekarang berada di tepi tebing.
Daerah disekitar mereka telah menjadi bukit yang sedikit tinggi, tingginya sekitar 30 meter, karena tidak memiliki persiapan yang tepat, itu akan menjadi tindakan bunuh diri jika mencoba menuruni tebing. Itulah
alasan kenapa kerajaan harus meninggalkan pembangunan jalan raya. Keberadaan tebing itu baru ditemukan setelah mereka membersihkan sebagian hutan untuk pembuatan jalan raya.
“Nee ~ “ Dalam situasi yang lepas kendali, salah satu siswa yang selama ini terdiam, akhirnya bicara. Pemilik suara itu adalah Christina. Suaranya lembut, tapi membawakan kekuatan agung yang tak seorang pun bisa mengabaikanya.
“Sampai sekarang, aku sudah menahan diri untuk mempertanyakan perintahmu karena kau adalah pemimpin dari kelompok ini, tapi bagaimana kita bisa berakhir dalam situasi ini? Aku sudah menuruti perintahmu, bahkan jika yang menyatakannya adalah orang bodoh. Kelompok kita sekarang hampir hancur dibawah kepemimpinanmu.”
“I---Itu .....”
“Jujur, sekarang kita telah mencapai titik ini, bahkan jika tidak ada hal lain yang terjadi, itu sudah tidak mungkin bagiku membuat alasan untuk melindungimu. Aku pikir aku sudah memberikan peringatan yang keras tentang hal ini.” Dengan menerima tatatpan dinginnya. Alphonse tidak bisa menemukan alasan yang tepat, seberapa keras pun dia mencobanya.
“Dan Stead, bukankah kau punya sesuatu untuk dikatakan? Kau telah cukup bersusah payah meskipun hanaya berpartisipasi sebagai pendukung kelas kami. Aku ingin tahu kenapa kau sampai seperti itu?” Christina mengalihkan pandangannya pada Stead dan mempertanyakan tindakannya.
“S—Saya ......” dibawah tatapannya yang tak bergerak, wajah Stead menjadi sangat pucat.
__ADS_1
“perintah komandan itu mutlak bagi para prajurit. Ini mungkin hanya sekedar latihan, tapi kita tidak berbeda dengan unit militer. Kita tidak punya pilihatn selain menuruti kata-katamu karena kau adalah
komandan.” Setelah kehilangan minatnya kepada Stead, Christina kembali menegur Alphonse.
‘Aku paham bahwa kau sangat menghargai reputasimu sebagai bangsawa. Namun, memahami itu dengan kekuatan besar memiliki tanggung jawab yang besar, komandan-dono.” Semua orang terdiam dan sekaligus menuduh Alphonse dengan menatapnya secara bersamaan.
“Kalian semua ....” Alphonse bingung mendengar kata-kata itu dan nyaris terjatuh dibawah tekanan. Pada saat itu, banyak tombak terbang keluar dari semak-semak dan menusuk beberapa siswa.
“Eh....?” Karena tidak dapat mengerti apa yang baru saja terjadi, siswa yang tertusuk hanya bisa mengeluarkan suara kebingungan.
“L---Lihat, disana! Segerombolan goblin!” salah satu siswa menyadari keadaan berbahaya ini dan menunjuk kearah hutan.
Meski bagian dalam hutan gelap, sinar matahari yang bisa menembus pepohonan memungkinkan mereka untuk melihat dengan jelas. Oleh karena itu, para siswa dapat memahami apa yang ada didepan mereka. Hutan itu penuh dengan Goblin, mengelilingi para siswa yang mundur terhadap tebing.
“O-Oi... Apakah mereka semua itu Goblin...?”
“O---Ogre juga ada!”
Pada umumnya, goblin hanya tumbuh setinggi anak manusia. Kekuatan individunya sangat lemah dan sebagian besar akan kalah dalam pertarungan melawan manusia dewasa. Sementara akan sulit jila berurusan dengan jumlahnya, selama manusia dewasa dipersenjatai, bahkan seorang amatir pun tidak akan kalah dalam satu lawan satu. Namun, Ogre jauh lebih berbahaya daripada goblin. Tingginya 2 meter, dan dengan fisik yang jauh melampaui manusia dewasa, Ogre bertindak sebagai pemimpin pada sekumpulan Goblin.
Dan saat ini, didepan siswa berdiri segerombolan campuran antara goblin dan Ogre. Sebelum siswa bersiap, mereka telah diserang, beberapa tombak diterbangkan oleh para monster dari hutan. Itu adalah Ogre yang
melemparkan Tombak itu.
“Itu Ogre! Mereka yang melemparkan tombak ke arah kita!”
“Baiklah! Sepertinya tidak ada orc! Alphonse, cepat, perintahmu!” Christina dengan cepat menganalisa situasinya sementara Roana menyampaikan informasi tersebut kepada para siswa lainnya.
“Uwaaa!” namun, para siswa yang terserang oleh tombak tidak bisa menahan kepanikan mereka dan mulai bertindak dengan ceroboh. Stead termasuk orang yang terkena serangan.
__ADS_1
bersambung... hihi^^