SEKOLAH DI KOTA MATI

SEKOLAH DI KOTA MATI
SEKOLAH DI KOTA MATI 11


__ADS_3

Pada tengah malam itu, Rin bertemu dengan yokai yang menunjukan dirinya dengan berani di hadapannya. Rin menatap tajam pada yokai yang mempunyai kemiripan dengan manusia. Yokai itu tersenyum, mengeluarkan gigi taringnya yang tajam. "Kamu pasti Rin kan? Ayahmu adalah pemimpin umum organisasi YHA sekaligus detektif supranatural yang cukup terkenal di sini, oh iya kau juga anggota YHA. Aku Amata," kata Amata dengan suara serak.


Rin berpikir bahwa yokai di hadapannya saat ini sepertinya sudah tahu informasi tentang dirinya. Memang benar cepat atau lambat YHA (Yokai Hunters Association) pasti akan popular di kalangan yokai. Rin tidak langsung menjawab, tetapi dia bersiap-siap untuk menyerang dengan katana miliknya. "Aku tidak peduli dengan reputasiku," ujarnya tegas. "Aku hanya ingin membersihkan kota dari makhluk-makhluk seperti kamu."


Amata tertawa terbahak-bahak. "Kamu sangat lucu," katanya. "Kamu berpikir bahwa kamu bisa membersihkan kota dari kami? Kita, makhluk-makhluk supranatural, hidup di sini sebelum manusia datang dan akan terus hidup di sini setelah manusia punah."


Rin tidak terpengaruh oleh kata-kata Amata. Dia meluncur maju dan mulai memukul yokai itu dengan pedangnya. Amata dengan mudah menghindari setiap serangan, dengan gerakan tubuhnya yang lincah.


"Aku masih belum bisa memahami dan mengerti manusia," kata Amata dengan senyum sombong. "Kalian begitu mudah terpancing dan sangat mudah diatur. Kamu, Rin, adalah contoh yang bagus. Kamu membenci kami, yokai. Dan kamu akan berusaha untuk membunuh kami sampai kalian semua mati. Tapi, apakah kamu benar-benar tahu mengapa kamu melakukannya?"


Rin tidak ingin mendengarkan kata-kata Amata. Dia terus menyerang dan mencoba mengenai tubuh Amata dengan katana-nya. Tapi, Amata terus menghindar dan menantang Rin dengan kata-kata yang tajam.


"Apa yang kamu cari, Rin?" tanya Amata. "Kamu mencari keadilan? Atau kebenaran? Atau hanya kesenangan dalam membunuh?"


Rin tidak menjawab, tetapi dia semakin marah. Dia terus berusaha untuk membunuh yokai itu, tetapi semakin lama semakin jelas bahwa Amata jauh lebih kuat darinya.


"Aku sudah cukup mengobrol denganmu," kata Amata dengan tegas. "Kamu tidak punya apa-apa selain kemarahan dan dendam. Tidak ada yang bisa kamu lakukan untuk menghentikan kami."


Rin memandang Amata dengan penuh amarah dan kesedihan. Dia merasa frustrasi karena tidak bisa membunuh makhluk itu. "Aku akan terus berjuang," ujarnya dengan tegas.


Amata tersenyum dan berkata, "Baiklah, Rin. Teruslah berjuang dan berusaha membunuh kami. Tapi, kamu tidak akan pernah menang. Kami, yokai, akan selalu ada dan akan terus hidup, bahkan setelah kalian, manusia, lenyap dari dunia ini."


Dengan gerakan yang cepat dan lincah, Rin berhasil menghindari serangan Amata dan menyerang balik dengan katana miliknya. Tapi Amata juga terampil dalam pertarungan fisik dan mampu menghindar dari serangan Rin.


"Kau terlalu percaya diri, manusia," kata Amata sambil tersenyum. "Kau pikir karena kau memiliki pedang, kau bisa mengalahkanku?"


Rin tidak menjawab. Dia fokus pada pertarungan mereka dan mencari celah untuk menyerang.


"Sudah kubilang, kau takkan bisa mengalahkanku," ujar Amata lagi.


Namun, Rin tidak kehilangan akal. Dia merencanakan serangan berikutnya dengan hati-hati. Saat Amata menyerang, Rin berhasil menghindar dan menyerang dengan tepat pada bagian yang rentan. Amata terkena luka dan terdorong mundur.


"Tidak buruk juga," ujar Amata sambil tersenyum. "Kau memang manusia yang terampil." Amata tersenyum karena dia bisa menyembuhkan lukanya sendiri dalam hitungan detik.

__ADS_1


Rin, terkejut melihatnya. Dan tanpa Rin sadari tiba-tiba saja pedang Rin ada di tangan Amata. Amata menghela napas dan menatap Rin serius. "Aku ingin memperingatkanmu," katanya. "Ada sebuah kekuatan besar yang sedang bergerak di balik layar. Kekuatan itu mempunyai pengaruh buruk yang sangat besar. Kau harus berhati-hati, manusia."


Rin mengerutkan kening. "Apa yang kau maksud dengan kekuatan besar?"


"Kau tahu apa itu Yokai Council, kan?" tanya Amata.


"Tidak tahu" Rin


"Yokai Council adalah sebuah organisasi yang terdiri dari para pemimpin yokai yang bertujuan untuk mempertahankan kehidupan makhluk supernatural di dunia manusia. Nah, ada rumor yang beredar bahwa Yokai Council telah diinfiltrasi oleh seseorang yang memiliki ambisi untuk mengambil alih Tokyo bahkan mungkin dunia ini. Aku tidak tahu siapa orangnya, tapi aku yakin bahwa dia sangat kuat dan berbahaya." jelas Amata


Lalu Amata berkata lagi kepada Rin "Kau adalah anggota YHA yang terampil dan jujur," kata Amata. "Aku percaya kau bisa membantu mencegah kejahatan itu terjadi. Kau harus mencari tahu siapa orang itu dan menghentikannya sebelum terlambat."


Rin mengangguk. Dia merasa bertanggung jawab untuk melindungi keamanan makhluk supernatural di dunia manusia. Dia juga tahu bahwa dia harus berhati-hati dan waspada dalam menghadapi musuh yang kuat dan berbahaya.


"Terima kasih atas peringatannya," kata Rin. "Aku akan mencari tahu lebih lanjut tentang ini."


Amata mengangguk. "Hati-hati, Rin," katanya. "Dunia manusia dan dunia makhluk supernatural adalah dua dunia yang saling terkait. Kita harus bekerja sama untuk menjaga keseimbangan dan kedamaian di kedua dunia itu." Amata mengembalikan katana Rin dengan cara melempar ke arah Rin.


Rin, menangkap katana miliknya "Tunggu! Mengapa kau memberitahuku dan bersikap baik kepadaku?" Rin keheranan melihat Amata, dia baru sadar bahwa dia baru saja mengobrol bersama layaknya seorang teman dekat.


Rin merasa terharu mendengar ucapan Amata. Dia menyadari meskipun dia dan Amata berasal dari dunia yang berbeda, mereka tetap bisa saling berbagi perasaan dan bekerja sama untuk menjaga kedamaian.


"Baiklah Rin, lanjutkan pekerjaanmu. Sampai jumpa" Amata menghilang dari hadapan Rin


Rin, masih tidak menyangka bahwa dia baru saja bertemu dengan yokai yang baik. Setelah berbicara dengan Amata, Rin memutuskan untuk pergi ke kuil dan melapor kepada ketua team-nya.


"Yokai Council?" Hiroki dan yang lain merasa asing dengan organisasi itu. Dia merasa bahwa YHA perlu mendapatkan bantuan dari seseorang yang ahli di bidang penyelidikan.


"Mungkin Ayahku tahu soal ini" kata Rin


"Oh iya benar. Tolong sampaikan kepada Ayahmu ya Rin" Hiroki


"Baik Hiroki - san"

__ADS_1


"Aku jadi penasaran seperti apa yokai yang memberitahu informasi sepenting ini" kata Naomi kepada Rin


"Lain kali jika kau bertemu dengannya, ajak dia kesini Rin" pinta Hiroki


"Iya baiklah Hiroki -san" ucap Rin


Setelah itu Keyaru datang. Dia terlihat sangat kotor karena terkena banyak darah yang berasal dari pertarungannya semalam suntuk ini.


"Kerja bagus Key - chan. Bersihkan dirimu" ucap Hiroki kepada Keyaru


Keyaru, meninggalkan mereka dan berjalan ke tempat pemandian.


"Astaga, sepertinya saat ini suasana hati bocah itu agak buruk" kata Naomi


Keesokan harinya saat Rin mau berangkat sekolah, dia terkejut karena Keyaru sudah ada di luar rumahnya dan menunggunya.


"Keyaru? Apa yang kau lakukan disini?" tanya Rin yang melihat kesana kemari karena dia tidak mau jika teman-temannya yang lain tahu bahwa mereka berdua sangat dekat.


"Aku hanya ingin kita pergi ke sekolah bersama" kata Keyaru


"Bagaimana jika"


"Aku tidak peduli lagi dengan itu semua Rin!" ucap Keyaru dengan tegas memotong ucapan Rin yang belum selesai "Ayo kita berangkat" Keyaru berjalan lebih dulu di depan Rin. Langkahnya mendadak berhenti karena Rin masih mematung di tempatnya, sepertinya Rin masih tidak yakin dan tidak percaya apa yang saat ini dialaminya.


Keyaru melihat Rin dan memegang tangannya lalu menggandengnya sambil berkata "Jangan khawatir, aku tidak akan membiarkan siapa pun melakukan hal buruk kepadamu"


"Iya baiklah kalau begitu" ucap Rin


Keyaru melepaskan gandengan tangannya "Kau sudah berbicara dengan Ayahmu mengenai Yokai Council itu?" tanya Keyaru penasaran


Rin menjawab "Ayahku belum pulang, dan Ayahku susah sekali di hubungi. Sepertinya sepulang sekolah aku akan pergi ke kantornya"


"Apa aku boleh ikut bersamamu Rin?" tanya Keyaru

__ADS_1


"Iya tentu saja"


---------- BERSAMBUNG -------


__ADS_2