SEKOLAH DI KOTA MATI

SEKOLAH DI KOTA MATI
SEKOLAH DI KOTA MATI 16


__ADS_3

Di malam yang sama Keyaru membawa Rin, Hiroki, dan Naomi keluar dari dunia lain dan kembali ke Tokyo karena mereka teringat bahwa Rin dan Keyaru tidak bisa meninggalkan sekolah mereka. Namun sesampainya di Tokyo, langsung berhadapan dengan Zeniko dan pasukannya yang mengacau malam itu. Rin berhadapan secara langsung dengan Zeniko.


"Kau pasti anaknya Nakamura" kata Zeniko kepada Rin


Rin menatap Zeniko dengan tatapan tajam. "Apa maksudmu?" tanyanya.


"Ayahmu adalah seorang detektif supranatural yang selalu mengganggu kami," jawab Zeniko dengan nada sinis. "Dia selalu mencampuri urusan kami dan memusuhi kita, para yokai. Kau pasti dibesarkan dengan pandangan buruk terhadap kami."


Rin merasa marah mendengar ucapan Zeniko. "Kau salah besar!" ujarnya tegas. "Ayahku tidak pernah membenci atau memusuhi siapa pun. Dia hanya melindungi manusia dari kejahatan yang merugikan mereka, termasuk kalian para yokai."


Zeniko tertawa sinis. "Kau naif sekali, Rin. Manusia tidak pantas dilindungi, mereka hanya memanfaatkan kami sebagai hantu penghibur semata. Mereka tak menghargai kami sebagai makhluk yang ada di bumi ini."


Rin merasa semakin kesal dan merasa perlu membela Ayahnya. "Kau salah, Zeniko! Banyak manusia yang menghargai keberadaan kalian dan tidak memanfaatkan kalian semata-mata. Dan Ayahku adalah salah satu dari mereka."


Zeniko merasa terganggu dengan ucapan Rin yang penuh dengan keyakinan. Dia merasa perlu menunjukkan kekuatannya dan menghancurkan Rin. Dia mengangkat tangannya dan mengepalkan tinjunya. "Baiklah, mari kita lihat apakah kau juga bisa mengalahkan aku."


Rin menatap Zeniko dengan mata berkobar-kobar dan mengangkat tangannya siap untuk bertarung. "Ayo, aku siap!" ujarnya dengan penuh semangat.


Rin melawan Zeniko dengan pedangnya akan tetapi Zeniko melawannya dari udara menggunakan sihir, Rin merasa kesulitan melawan Zeniko yang terbang di udara menggunakan sihir. Dia merasa itu tidak adil dan membutuhkan bantuan. Tiba-tiba, Keyaru mengubah dirinya menjadi gagak yang besar dan menghampiri Rin. "Naiklah, Rin!" kata Keyaru sambil membuka sayapnya yang besar.


Rin merasa terkejut dan sedikit ragu untuk naik. "Apa kau yakin ini aman?" tanyanya khawatir.


Keyaru meyakinkannya, "Tentu saja, aku sudah memperhitungkan semuanya. Naiklah, Rin! Kita akan mengalahkan Zeniko bersama-sama."


Rin merasa terdorong oleh semangat Keyaru dan segera naik ke punggung gagak itu. "Ayo kita lakukan ini!" kata Rin dengan semangat.

__ADS_1


Mereka berdua bergerak cepat dan mengejar Zeniko di udara. Rin melambaikan pedangnya untuk menghindari serangan sihir Zeniko, sementara Keyaru terus menghindari serangan yang dilancarkan oleh pasukan yokai yang menyerang mereka dari bawah.


"Ayo, Rin! Serang Zeniko dengan kekuatan penuhmu!" seru Keyaru.


Rin mengikuti perintah Keyaru dan menyerang Zeniko dengan pedangnya. Zeniko mencoba menghindar, tapi Rin berhasil melukainya di bagian lengan. Zeniko merasa sakit dan marah, dan dia mulai mengeluarkan kekuatan sihirnya yang lebih kuat lagi.


Keyaru melihat situasi tersebut dan langsung memberikan ide. "Rin, kita harus menyerang Zeniko dari dua arah berbeda. Aku akan mengalihkan perhatiannya ke arahku, kau serang dari sisi lain."


Rin mengangguk setuju dan bersiap-siap menyerang dari arah yang berlawanan. Keyaru terus mengalihkan perhatian Zeniko sementara Rin melancarkan serangan dengan pedangnya. Akhirnya, Rin berhasil melukai Zeniko dengan serangan yang mematikan.


Zeniko merasa terdesak dan mulai mundur. "Kalian memang hebat, tapi ingatlah, kami para yokai tidak akan pernah menyerah. Kami akan selalu kembali dan melawan kalian," Saat Zeniko hendak kabur setelah dikalahkan oleh Rin, Hiroki dan Naomi tidak membiarkannya begitu saja. Mereka berlari mengejar Zeniko sambil berteriak, "Kamu tidak bisa begitu saja kabur! Kau harus bertanggung jawab atas semua kekacauan yang telah kau buat!"


Namun Zeniko hanya tersenyum sinis. "Tidak ada yang bisa kalian lakukan untukku," katanya sambil berjalan mundur. "Aku masih memiliki kekuatan yang jauh lebih besar darimu. Kalian hanya manusia yang lemah dan tidak memiliki kekuatan untuk melawan kami para yokai."


Hiroki dan Naomi tidak mau menyerah begitu saja. Mereka merasa perlu membela dunia manusia dan menghentikan Zeniko agar tidak membuat kekacauan lagi. Tanpa ragu, mereka terus mengejar Zeniko yang semakin jauh. Namun, di tengah perjalanan, Zeniko tiba-tiba mengeluarkan sihir yang sangat kuat dan membuat Hiroki dan Naomi terpental ke belakang. Mereka terjatuh dan terluka, tapi mereka tidak menyerah. Mereka bangkit dan kembali mengejar Zeniko dengan semangat yang lebih besar.


Setelah beberapa saat, Hiroki dan Naomi berhasil mengejar Zeniko dan berdiri di hadapannya dengan penuh keyakinan. "Kami tidak akan membiarkanmu kabur begitu saja," kata Hiroki dengan tegas. "Kami akan menghentikanmu dengan segala cara yang kami miliki."


Namun Zeniko hanya tertawa sinis. Hiroki dan Naomi tidak gentar. Mereka bersiap untuk melawan Zeniko dengan kekuatan dan kemampuan yang mereka miliki. Namun, saat itu tiba-tiba muncul sekelompok yokai lain yang bergabung dengan Zeniko dan membantu menghadang Hiroki dan Naomi.


Konflik semakin memanas. Hiroki dan Naomi merasa kesulitan untuk melawan Zeniko dan para bawahannya. Rin dan Keyaru yang menyaksikan dari kejauhan merasa khawatir dan ingin membantu.


Saat Hiroki dan Naomi hampir berhasil menangkap Zeniko, tiba-tiba Zeniko mengeluarkan kekuatannya yang lebih besar dari sebelumnya. Ia melemparkan sebuah bola api yang besar ke arah mereka. Hiroki dan Naomi terpental ke belakang, terjatuh dan terluka parah. Rin yang melihat kejadian tersebut dengan cepat mengeluarkan pedangnya dan berlari mendekati Zeniko. "Aku tidak akan memberikan kamu melukai teman-temanku!" ujarnya dengan tegas.


Namun Zeniko masih lebih kuat dari Rin. Dia dengan mudah menghindari serangan pedang Rin dan melepaskan serangan balik ke arahnya. Rin terdesak dan hampir kalah dalam pertarungan itu. Tiba-tiba, ada suara teriakan yang datang dari kejauhan. Keyaru telah kembali, kali ini dalam bentuk aslinya sebagai tengu. Dia mendarat di dekat Rin dan menatap Zeniko dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Kalian yokai selalu mengganggu kehidupan manusia, dan aku tidak akan membiarkan itu terjadi," kata Keyaru dengan penuh kebencian.


Zeniko merasa terancam dengan kedatangan Keyaru yang tiba-tiba. Dia selalu menghadapi berbagai macam jenis yokai tapi dia tidak pernah merasa sangat takut seperti saat ini. Begitulah, setelah dia melihat wujud aslinya Keyaru, Zeniko merasa bahwa Keyaru sangat berbahaya. Keyaru memiliki energi atau kekuatan yang melimpah. Itu membuatnya penasaran bagaimana bisa dia mendapatkannya.


Tidak sampai di situ saja. Zeniko masih belum mau untuk menyerah begitu saja. Dia mengangkat tangannya dan memanggil pasukannya yang tersisa untuk membantu dia melawan Keyaru dan teman-temannya. Konflik semakin memanas dan pertempuran sengit antara team YHA dan yokai semakin memuncak. Namun, Keyaru, Rin, Hiroki, dan Naomi tetap bertekad untuk menghentikan kekacauan yang diciptakan oleh Zeniko dan pasukannya.


Ketika pertempuran semakin sengit, tiba-tiba muncul seorang pria yang ternyata adalah Ayah Rin, detektif supranatural Nakamura. Dia datang untuk membantu putrinya dan teman-temannya dalam menghadapi pasukan yokai yang dipimpin oleh Zeniko.


Setelah pertempuran berakhir, Nakamura berhasil menyegel Zeniko dan pasukannya menggunakan kekuatan supranatural yang dimilikinya. Keyaru, Rin, Hiroki, dan Naomi merasa lega karena berhasil menghentikan kekacauan yang diciptakan oleh Zeniko


"Ayah!" teriak Rin sambil berlari mendekati ayahnya. "Terima kasih telah datang untuk membantu kami!"


Nakamura tersenyum dan mengangguk. "Tidak perlu berterima kasih, Rin. Ini adalah tugasku sebagai detektif supranatural untuk melindungi manusia dari kejahatan yang merugikan mereka."


Kehadiran Nakamura memberikan semangat baru bagi Keyaru, Rin, Hiroki, dan Naomi. Mereka kembali memfokuskan diri mereka pada pertempuran dan bekerja sama dengan Nakamura untuk mengalahkan pasukan yokai yang semakin memburuk. Tidak mudah, tetapi dengan kerja sama dan strategi yang matang, mereka berhasil mengalahkan Zeniko dan pasukannya.


"Ayah maaf, kami tidak bisa menangkap Dr. Kaito dan pulang lebih awal" ucap Rin yang merasa bahwa dirinya tidak berguna


Nakamura mengelus kepala Rin dan tersenyum kepadanya "Tidak apa-apa, jangan terlalu di pikirkan Rin"


"Selama kita punya Keyaru kita bisa pergi ke dunia lain sampai berkali-kali" kata Naomi kepada Rin


"Selain itu pendidikan kalian juga sangat penting" kata Hiroki kepada Rin dan Keyaru


"Mereka benar Rin" Nakamura

__ADS_1


"Baik, aku mengerti" ucap Rin


------ BERSAMBUNG -----


__ADS_2