SEKOLAH DI KOTA MATI

SEKOLAH DI KOTA MATI
SEKOLAH DI KOTA MATI 05


__ADS_3

Sepulang sekolah Rin langsung pergi ke klub kendo, saat dia sampai di sana dia Keyaru sudah berlatih bersama salah satu anggota klub. Ketika Rin melihatnya ia merasa takjub dan kagum dengan seni berpedangnya Keyaru yang menurutnya sangat luar biasa.


Senpai-nya yang bernama Hinako datang menghampiri Rin "Selamat datang Rin"


"Iya" Rin


"Ayo bergabunglah bersama kami" Hinako menggandeng Rin untuk ikut bersamanya lalu memberikannya seragam klub kendo untuk Rin "Sekarang ganti pakaianmu dengan seragam ini" ucapnya lalu pergi meninggalkan Rin


Sementara itu di sisi yang lain Oni-gumi melancarkan aksinya sesuai dengan strategi yang sudah di rencanakan. Itu adalah aksi balas dendam atas kematian salah satu anggotanya yang bernama Tatsumi. Hari itu salah satu Oni-gumi, bernama Kuro menyamar menjadi salah satu siswa di sekolah itu lalu membunuh siswa yang lain.


"Aaaaaa" seorang gadis berteriak melihat salah satu temannya tewas dan jasadnya terkapar di lantai di penuhi lumuran darah yang mengalir.


"Mengapa kamu membunuh Kenji?! Dia itu sudah seperti keluargamu sendiri, mengapa kau membunuhnya?! Jelaskan padaku salah apa dia padamu sampai kau harus membunuhnya?!" tanya gadis itu dalam tangisnya kepada Kuro yang sedang menyamar menjadi temannya.


Setelah itu Kuro berlari menghindari gadis itu, dia berpapasan dengan kedua temannya yang lain yaitu Akemi dan Ninka yang menyamar menjadi bocah preman yang membuat ornar di sekolah itu dan menghajar siswa tak bersalah. Dalam hitungan detik suasana dan kondisi sekolah langsung gempar dan heboh, beberapa aktivitas yang berlangsung di sekolah langsung terhenti.


"Apa yang terjadi?" Rin penasaran dan berlari kesana kemari untuk mencari tahu peristiwa yang terjadi dia terkejut melihat banyak sekali siswa maupun guru yang sudah babak belur dan penuh luka-luka.


Polisi bersama detektif juga sudah tiba di sana untuk menyelidiki khusus tersebut. Setelah itu Rin melihat salah satu siswa perempuan menangisi temanya yang tewas dan sudah di angkat di tandu, dengan tertutup kain putih dan di bawa masuk ke dalam ambulan.


"Rin, mereka ada di atap gedung sekolah" kata Keyaru kepada Rin "Iya, ini ulah mereka.  Oni-gumi" jelas Keyaru, berdasarkan instingnya yang kuat.


"Aku tidak tahu darimana kau tahu mereka ada di sana. Terimakasih sudah mengatakannya Keyaru" Rin langsung berlari menuju ke atap gadung sekolah. Dan Keyaru langsung menyusulnya.


Begitu dia sampai di atap gedung sekolah Pertarungan yang hebat pun dimulai. Ninka menerjang Rin dengan kecepatan tinggi, memukul dan menendang dengan keras. Namun Rin menghindari setiap serangan dengan kecepatan dan keahliannya. Dia menggerakkan katana saktinya dengan kecepatan tinggi dan mencoba untuk melukai Ninka.


Namun, Ninka sangat cepat dan tangkas. Dia terus berubah bentuk dan menghindari setiap serangan Rin dengan mudah. Rin merasa putus asa dan lelah, tapi ia tahu ia harus bertahan. Kekuatan magisnya mulai memancarkan cahaya terang, mengaktifkan kekuatan katana saktinya. Seketika itu, katana sakti Rin menjadi lebih kuat dan tajam dari sebelumnya. Ia dapat merasakan energi magis yang mengalir dalam tubuhnya, memberinya kekuatan yang lebih besar. Dia menggunakan kekuatannya untuk menyerang Ninka, memotong sayapnya dan menghentikan serangannya.


Ninka, kini merasa kesal dan terus menerus menyerang Rin dengan kecepatan yang lebih tinggi. Namun Rin masih tetap bertahan dan terus berusaha untuk mengalahkannya. Dia tidak menyerah, bahkan ketika tubuhnya terluka dan mulai lelah. Akhirnya, Rin berhasil melumpuhkan Ninka dengan serangan khusus yang dikuasainya. Ninka, langsung berubah kembali menjadi bentuk aslinya dan mulai mengamuk, nampaknya Ninka kehilangan kesadaranya.


Rin, berusaha keras untuk bertahan. Dia menyadari bahwa kekuatan magisnya dalam katana-nya benar-benar berguna dan dapat membantunya mengalahkan setan kegelapan seperti Ninka. Dia merasa senang bahwa ia dapat membela sekolahnya dan menjaga keamanan teman-temannya. Rin tetap fokus pada pertarungan dan terus bergerak menghindari serangan Ninka. Namun, Ninka semakin kuat dan cepat dalam setiap serangannya. Rin mulai merasa takut, namun dia tahu dia tidak bisa menyerah begitu saja.


"Sudahlah, anak kecil. Kau tidak akan bisa mengalahkanku. Berikan aku kekuatanmu dan aku akan membiarkanmu hidup," kata Ninka dengan suaranya yang serak dan seram.


"Tidak pernah!" jawab Rin tegas sambil mengayunkan katana saktinya ke arah Ninka. Namun, Ninka dengan mudah menghindarinya dan menyerang Rin dengan pukulan keras.

__ADS_1


Rin terhuyung-huyung dan jatuh ke tanah, katana saktinya terjatuh dari tangannya. Ninka maju mendekatinya dan mengangkat Rin dari tanah dengan mudah. Dia mengangkatnya dengan satu tangan dan mulai mengejeknya.


"Kau sangat lemah. Apa yang bisa kau lakukan tanpa senjatamu?" kata Ninka dengan sombong.


"Senjata bukanlah segalanya," jawab Rin sambil berusaha untuk melepaskan diri dari cengkraman Ninka.


Ninka tertawa dan melepaskan Rin. Rin berdiri dan mulai memusatkan kekuatannya. Cahaya magis mulai memancar dari tubuhnya dan ia mengambil kembali katana saktinya.


"Kau tidak akan mengalahkan aku dengan kekuatan itu," kata Ninka sambil mempersiapkan diri untuk serangan selanjutnya.


"Kau salah," jawab Rin dengan tegas sambil memegang katana saktinya dengan erat.


Pertarungan pun dimulai lagi. Rin dan Ninka saling menyerang dengan cepat dan tangkas. Namun, kali ini Rin lebih percaya diri dan lebih siap menghadapi Ninka. Kekuatan magisnya memungkinkannya untuk menghindari setiap serangan Ninka dan melawan kembali dengan keras.


"Tidak mungkin!" seru Ninka ketika Rin berhasil memotong sayapnya dengan katana saktinya.


"Kau akan kehilangan kekuatanmu, Ninka," kata Rin dengan suara tegas.


Ninka merasa takut dan mulai mundur. Rin melihat kesempatan untuk mengakhiri pertarungan ini dan mengambil keuntungan dari itu.


Ninka merasa putus asa dan mengalah. "Baiklah, aku menyerah," katanya dengan suara terakhir.


Rin merasa lega dan melepas napas panjang dan langsung menebas leher Ninka. Sekarang Oni-gumi hanya tersisa dua anggota. Pandangan matanya Rin beralih kepada Keyaru yang menghadapi Oni-gumi yang tersisa. Matanya Rin terbelalak melihat apa yang baru saja di lihatnya.


Wujud Keyaru berubah menjadi manusia setengah tengu gagak. Dia bertarung melawan Akemi dan Kuro dengan menggunakan kekuatan supranatural dan terbang di udara dengan sayapnya.


"Sebenarnya siapa kau sebenarnya Keyaru?" gumam Rin yang masih mengamati pertarungan mereka.


"Sialan! Mengapa makhluk sepertimu membela manusia?!" Kuro terbang dengan cepat ke arah Keyaru yang sibuk beradu kekuatan magis dengan Akemi. Ketika Kuro hendak menabrak Keyaru, Kuro di hantam oleh Rin dengan menggunakan kaleng minuman yang sudah kosong.


Kuro, menatap ke arah Rin dengan tatapan mata tajam lalu langsung terbang ke arahnya dan meluncurkan tendangan kepada Rin. Rin,  sempat mundur sampai ke arah yang jauh karena merasa kewalahan ketika menerima tendangan Kuro yang sangat keras.


"Rin?!" Keyaru melirik ke arah Rin


"Fokuslah, jangan pedulikan aku Keyaru. Aku baik-baik saja!" Rin bangun dan kembali berdiri tegak

__ADS_1


Keyaru, menuruti apa yang di perintahkan oleh Rin. Dia berusaha untuk fokus pada pertarungannya dengan Akemi sejenis roh jahat yang sangat kuat dan sudah di kalahkan. Keyaru melemparkan serangan lagi dengan keras, tapi Akemi dengan cepat menghindarinya.


"Kamu terlalu naif, Keyaru. Aku sudah mengetahui kekuatanmu dan aku telah mempersiapkan diri untuk menghadapinya," ujar Akemi dengan percaya diri.


"Tidak ada yang bisa mengalahkan kekuatanku!" jawab Keyaru dengan keyakinan yang sama.


Mereka terus saling serang dengan cepat dan lincah. Keyaru mengeluarkan serangan-serangan dengan kekuatannya yang unik, sementara Akemi berusaha untuk menyerang Keyaru dengan senjata-senjata yang dia ambil dari energi yang dia hisap dari sekitarnya. Tapi Keyaru tidak mudah untuk dikalahkan, dia terus bergerak dan menghindari serangan-serangan Akemi dengan gesit. "Kamu tidak akan bisa mengalahkan aku, Akemi! Aku terlalu kuat untukmu!" ujar Keyaru dengan percaya diri.


Namun, Akemi tidak menyerah. Dia dengan cerdik mengalihkan serangan Keyaru dan melakukan serangan balik yang membuat Keyaru terdesak. "Kamu tidak cukup kuat untuk melawan kami, dasar manusia setengah yokai!" seru Akemi dengan senyum jahat di wajahnya.


Keyaru merasakan kekuatannya semakin berkurang. Namun, dia tidak akan menyerah begitu saja. "Aku tidak akan menyerah!" serunya sambil mengumpulkan energi untuk serangan terakhir.


Dengan satu serangan terakhir, Keyaru berhasil mengalahkan Akemi dan membuatnya jatuh terkapar di atas tanah. "Kamu tidak bisa mengalahkan kekuatanku!" serunya dengan penuh kemenangan.


Akemi bangkit dari tanah dengan wajah yang kesal, "Ini belum selesai, Keyaru. Aku akan kembali lagi dan akan mengalahkanmu!" ujarnya yang masih tidak terima dengan kekalahannya.


Setelah berhasil mengalahkan Akemi, Keyaru merasa lega. Dia tahu bahwa dia telah melindungi sekolah dan teman-temannya dari ancaman yokai tersebut. Namun, saat dia akan pergi, dia mendengar suara lain dari belakang.


"Kamu cukup tangguh, Keyaru," ujar seorang yokai berwujud kucing hitam. "Aku takjub kamu bisa mengalahkan Akemi. Tapi tahukah kamu, masih ada banyak yokai lain yang ingin menguasai dunia ini."


Keyaru memutar tubuhnya dan menghadapi yokai kucing itu. "Aku tidak akan pernah membiarkan mereka menguasai dunia ini. Aku akan melindungi dunia dari ancaman mereka," ujarnya dengan tegas.


"Kamu akan melindungi dunia dari kami? Hahaha, lucu sekali," jawab yokai kucing itu dengan nada mengejek.


Keyaru tidak ingin membuang waktu. Dia dengan cepat menyerang yokai kucing itu, dan mereka pun mulai bertarung. Serangan Keyaru dan yokai kucing tersebut cukup mematikan, bahkan bisa menghancurkan bangunan gedung sekolah.


"Tangkap dia!" teriak seseorang dari jarak yang jauh dari tempat Keyaru berada. Keyaru sempat berhenti sejenak, mencari tahu siapa yang berbicara dan ternyata itu adalah Rin, dia dengan cepat mengerti. Dia tahu bahwa dia harus menyelesaikan peperangan ini dengan cepat.


"Aku tidak akan membiarkanmu mengganggu sekolahku!" serunya pada yokai kucing itu. Keyaru kemudian mengeluarkan serangan pamungkasnya dan berhasil mengalahkan yokai kucing itu.


Setelah itu Keyaru, berjalan mendekati Rin yang duduk karena kelelahan "Kerja bagus Rin" Keyaru mengulurkan tangan kepada Rin dan membantunya berdiri.


Mereka berdua mulai berpikir bahwa mereka harus tetap waspada dan siap menghadapi ancaman lain di masa depan. Tapi, mereka yakin bahwa mereka tidak akan pernah membiarkan sekolahnya diserang lagi. Mereka dengan penuh semangat meninggalkan atap gedung sekolah sambil memandang ke langit biru yang cerah, dengan keyakinan yang kuat bahwa mereka akan selalu siap melindungi dunia dari ancaman yokai.


...-------- BERSAMBUNG ----------...

__ADS_1


__ADS_2