SEKOLAH DI KOTA MATI

SEKOLAH DI KOTA MATI
SEKOLAH DI KOTA MATI 06


__ADS_3

Malam itu di kota Tokyo, Naomi salah satu pembantu Hiroki di kuil pergi ke tempat yang tinggi. Di tanganya dia memegang busur dan anak panahnya dengan erat, menatap tajam ke arah yokai-yokai yang bersembunyi di balik tiang listrik di dekatnya.


"Kalian pikir kalian bisa terus mengganggu manusia? Pikirkan lagi." Dengan cepat, Naomi menarik tali busur dan melepaskan anak panahnya. "Satu." Anak panah itu menembus tubuh yokai pertama dan membuatnya jatuh ke tanah.


Yokai-yokai yang lain terkejut dan panik, mencoba bersembunyi dari serangan berikutnya. Tetapi Naomi tidak akan memberi mereka kesempatan.


"Kalian tidak akan bisa selamat dari anak panahku." Dengan kemahiran yang luar biasa, Naomi menembakkan anak panahnya satu per satu dan berhasil menewaskan beberapa yokai. Namun, beberapa yang lain berhasil melarikan diri.


"Kalian kembali lagi lain kali, dan kalian akan bertemu dengan anak panahku lagi. Kalian tidak akan pernah bisa mengganggu manusia di sini lagi." Naomi mengambil napas dalam-dalam dan memeriksa sekelilingnya, memastikan bahwa semua yokai telah pergi. Dia berjalan perlahan, tetapi siap untuk bertindak cepat jika ada bahaya yang lain.


"Aku harus selalu waspada. Tidak pernah ada akhirnya dalam melindungi manusia dari kejahatan yang tersembunyi. Dan aku selalu siap menghadapinya setiap saat." Naomi melanjutkan perjalanannya, meninggalkan tempat itu dengan keberanian dan kemampuannya yang mematikan.


Saat Naomi melanjutkan perjalanannya, dia melihat sosok yang dikenalnya. Itu adalah Pendeta muda bernama Hiroki, temannya yang juga seorang pemburu yokai. Hiroki berdiri tegak dengan pedang di kedua tangannya, sedang melindungi kota Tokyo dari para yokai yang merusak.


Naomi menghampiri Hiroki dan memberi hormat padanya. "Hiroki - san, bagaimana keadaanmu?"


"Yo, Nao - chan. Aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu? Telah menemukan banyak yokai?" Hiroki berjalan santai di samping Naomi sembari melihat-lihat ke sekelilingnya siapa tahu ada yokai yang tersisa


"Ya, aku berhasil menyingkirkan beberapa dari mereka. Tapi ada beberapa yang berhasil melarikan diri." langkah kaki Naomi terhenti karena melihat orang tak di kenal yang menghalangi jalannya.


Hiroki dan Naomi mulai merasakan aura supernatural dari pria itu, tapi aura itu berbeda dengan aura makhluk supranatural yang biasa ia temui.


"Konbanwa" sapa pria itu dengan senyuman ramah, dia melambaikan tangannya kepada Hiroki dan Naomi.


Hiroki menyapa balik pria tak di kenal itu "Konbanwa" Hiroki merasa bahwa dirinya tidak pernah melihat orang itu sebelumnya.


Begitu juga dengan Naomi, selama dia menjalankan misinya Naomi tidak pernah melihat pria itu.


"Maaf, saya tidak pernah melihat Anda sebelumnya. Apakah Anda anggota organisasi apa?" tanya Hiroki.


"Saya Nakamura Rihito, anggota detektif supranatural. Dan selama ini saya selalu di tugaskan di Hokaido," jawab pria tersebut dengan bangga.


"Maksudnya detektif yang memburu makhluk supranatural?" tanya Naomi.


"Iya, tepat sekali. Kami memastikan bahwa makhluk supranatural yang berbahaya tidak mengancam keamanan kota-kota di negri ini," jawab Nakamura.


"Nama anda Nakamura Rihito kan? Apakah anda memiliki hubungan darah dengan Taro Rihito, orang yang menciptakan organisasi Yokai Hunter Association?"

__ADS_1


"Benar, aku anaknya" Nakamura tersenyum tipis


"Jika Nakamura - san adalah anaknya, itu artinya Nakamura - san Ayah dari Rin - san?" tanya Naomi


"Iya begitulah. Kalian juga memburu makhluk supranatural kan?" tanya Nakamura.


"Iya, kami adalah anggota Yokai Hunter Association," jawab Haruki.


"Ahh, aku tahu tentang kalian. Kalian adalah anggota organisasi yang terkenal di dunia pemburu makhluk supranatural," Nakamura meluncurkan tembakan ke arah yokai yang berlari dengan kecepatan tinggi ke arah mereka.


Tembakan itu sempat membuat Hiroki dan Naomi kaget, ketika mereka berdua menoleh ke belakang mereka terkejut karena Nakamura baru saja membunuh yokai yang mendekati mereka.


"Aku tidak merasakan keberadaannya" Naomi kembali melihat ke arah Nakamura yang tengah menyimpan pistolnya ke dalam jasnya


"Ya, sebagian yokai sudah di ketahui keberadaannya. Baiklah aku permisi dulu" Nakamura melanjutkan langkah kakinya meninggalkan Hiroki dan Naomi, tiba-tiba langkah kakinya terhenti dan dia kembali melihat dua orang di belakangnya "Oh iya aku baru ingat, ada yang ingin aku tanyakan. Kalian mengenal anakku ya?"


Hiroki menjawab "Sebenarnya, anak anda bergabung dengan kami"


"Begitu ya, baiklah" Nakamura kembali melanjutkan perjalanannya menuju ke rumahnya


Malam itu di kediaman keluarga Rihito, Rin terlihat rebahan di tempat tidurnya, dengan wajah yang terlihat bosan dan sedikit frustrasi.


Rin, menelepon dan menunggu jawaban "Halo Hiroki - san", ini Rin. Aku ingin bertanya, mengapa aku tidak diizinkan untuk menjalankan misi malam ini?"


Hiroki mengambil nafas dalam-dalam "Benar Rin, aku memang melarangmu untuk menjalankan misi di malam hari"


Rin terlihat sedikit bingung "Mengapa? Apa yang salah dengan kemampuanku Hiroki - san?"


Hiroki: Tentu saja tidak, Rin. Kamu adalah anggota yang sangat berbakat dan aku sangat menghargai kemampuanmu. Namun, aku khawatir dengan keselamatanmu.


"Keselamatan saya?" Rin terlihat kaget


Hiroki: Ya, Rin. Kamu harus menghargai dirimu sendiri dan tidak boleh mengambil risiko yang tidak perlu. Misi-misi berbahaya seringkali terjadi di malam hari, dan aku tidak ingin kamu terluka atau bahkan lebih buruk.


"Oh, aku mengerti. Terima kasih sudah menjelaskannya, Hiroki - san" Rin mulai bisa memahaminya


Ketua: Tidak perlu khawatir, Rin. Kamu tetap bisa menjalankan misi di pagi atau siang hari. Yang penting adalah keselamatanmu.

__ADS_1


Rin tersenyum dan mengakhiri panggilan teleponnya "Aku mengerti sekarang. Lebih baik aku bersabar dan menunggu sampai pagi untuk menjalankan misi. Keselamatanku lebih penting." Rin kembali merenung sambil menatap langit-langit kamarnya "Aku bersyukur memiliki ketua team yang peduli dengan keselamatan anggotanya. Aku akan berusaha menjadi anggota yang lebih baik lagi."


Kemudian Ibunya Rin datang ke kamarnya "Sudah waktunya makan malam, Rin. Ayahmu sudah pulang" Rina menutup kembali pintu kamar Rin lalu pergi ke ruang makan


Rin, langsung bangun dan menyusul Ibunya ke ruang makan. Dia terlihat tidak sabar untuk bertemu dengan Ayahnya yang sudah bertahun-tahun lamanya tidak pulang. Setelah sampai di ruang makan dia melihat Nakamura yang sudah duduk menunggunya untuk makan malam bersama. Rin merasa bahagia dan terharu dengan kepulangan Ayahnya.


"Selamat malam, Rin. Bagaimana hari ini?" Nakamura tersenyum kepada Rin yang masih berdiri menatapnya dengan mata berkaca-kaca.


Rin berlari ke arah Nakamura sembari mengatakan "Ayaaaah" Rin memeluk Ayahnya dengan pelukan yang sangat erat karena rasa rindunya yang sangat dalam, Rin merasa tidak sanggup untuk melepasnya "Rin, sangat merindukan Ayah" Rin melepaskan pelukannya dan kembali menatap wajah Ayahnya


"Ayah juga merindukanmu Rin" Nakamura mengelus kepala Rin "Ayo kita makan" ucapnya


"Baik Ayah" Rin duduk tepat di depan Ayahnya


Mereka bertiga pun mulai menikmati makan malamnya sambil berbincang-bincang santai.


"Rin, Ayah sudah mendengar bahwa kau sudah bergabung dengan organisasi Yokai Hunters Association" kata Nakamura, dia masih melanjutkan aktifitas makan malamnya dan raut wajahnya masih terlihat santai "Kau sudah memikirkannya dengan baik kan?" Nakamura menuangkan air minum di gelas kosongnya


Rin menghentikan aktifitas makannya dan melihat Ayahnya "Iya Ayah. Aku sudah memikirkannya dengan baik"


Nakamura berhenti menuangkan air ke gelasnya "Bagus, itu artinya kamu juga sudah memahami dan siap menghadapi segala resikonya. Ayah tidak melarang jalan apa yang kau pilih Rin, Ayah mendukung keputusanmu ini. Mau bagaimana lagi jika Ayah melarangnya, kau pasti akan memberontak. Itu karena kau mewarisi darah dan tekad Kakek" Nakamura meneguk air minum dari gelas yang sudah di isi sebelumnya.


"Terimakasih banyak Ayah" Rin terlihat sangat bangga dan bersemangat setelah mendapatkan dukungan dari Ayahnya


"Oh iya sepertinya ini adalah saat yang tepat untuk kamu mengetahui hal sebenarnya" Rina berhenti makan, dia meletakkan sendok dan garpunya lalu menatap Rin "Sebenarnya Ayah, seorang detektif"


"Rin, tahu jika Ayah seorang detektif" Rin kembali menyantap hidangan makan malam di piringnya dengan lahap


"Bukan detektif biasa. Ayah seorang detektif supranatural, dia pemimpin umum organisasi YHA" jelas Rina


Mendengar penjelasan barusan membuat Rin terkejut dan tersedak dengan makanan yang dia makan "Uhuk-uhuk-uhuk-uhuk" Rin meneguk air minum yang sebelumnya sudah di siapkan oleh Ibunya "Benarkah? Ayah seorang detektif supranatural sekaligus pemimpin umum organisasi Yokai Hunter Association?!" Rin masih shock mengetahui kebenaran yang sudah di sampaikan oleh Ibunya. Lalu Rin melihat Ayahnya yang baru saja selesai makan dan mengusap mulutnya dengan tisue.


"Iya Rin" jawab Ibunya


"Keren sekali!" Rin terlihat bangga dan penuh kekaguman terhadap Ayahnya "Ayah, kumohon ajari aku tentang misi kita atau yokai, oh iya aku juga punya beberapa pertanyaan untuk Ayah" pinta Rin dengan penuh semangat


Setelah itu Nakamura menjawab "Iya, Ayah pasti akan mengajarkanmu banyak hal tentang yokai dan tujuannya"

__ADS_1


------- BERSAMBUNG --------


__ADS_2