
Naomi, Hiroki, dan Nakamura terkejut melihat mobil yang dicurigai tiba-tiba saja hilang di hadapan mereka. Mereka tidak mengerti apa yang terjadi, namun Nakamura dengan cepat menyadari bahwa ada kekuatan supernatural yang sedang bertindak di sana.
"Nakamura-san, ada sesuatu yang tidak beres di sini. Saya merasa ada kekuatan supernatural yang bertanggung jawab atas hilangnya mobil itu," ucap Hiroki dengan waspada.
Nakamura mengangguk dan memeriksa benda-benda di sekitarnya menggunakan drone yang di kendalikan dari jarak jauh. Ia melihat sesuatu yang mencurigakan di atap gedung di dekatnya. Tanpa ragu, ia segera memberi tahu Naomi untuk mengemudikan mobilnya ke gedung tersebut. Nakamura juga menggerakan drone untuk makan nyelidikinya. Ketika drone tiba di sana, mereka mulai melihat seorang pria muda yang berdiri di tepi atap gedung, dengan kekuatan supernatural yang memancar dari tubuhnya. "Itu dia!" ucap Nakamura
Hiroki mempersiapkan senjatanya dan Naomi mulai siap untuk beraksi. Mereka tahu bahwa mereka tidak boleh lengah menghadapi musuh yang memiliki kekuatan supernatural, namun mereka juga tahu bahwa tugas mereka harus selesai.
Pria misterius itu melompat ke bawah dan mendarat dengan sempurna. Dan pertarungan sengit pun terjadi antara mereka dengan pria muda itu. Naomi menggunakan mobilnya sebagai senjata, Hiroki melepaskan tembakan, dan Nakamura berusaha memecahkan kode kekuatan supernatural musuh mereka. Akan tetapi, pria muda itu terus saja berusaha untuk melarikan diri.
Pertarungan yang sengit itu berujung kegagalan karena Hiroki dan Naomi tidak berhasil menangkap pria misterius itu. Namun, mereka masih belum mengetahui siapa pria itu sebenarnya dan mengapa ia mencuri mobil tersebut. Mereka pun memutuskan untuk menyelidikinya lebih lanjut. Dengan bantuan teknologi canggih dari Nakamura, mereka berhasil mendapatkan informasi bahwa pria itu adalah yokai yang mencoba menyembunyikan seorang manusia yang berada di dalam mobil tersebut. Manusia itu ternyata adalah pemimpin utama para yokai yang selama ini merusak kedamaian kota Tokyo.
Dengan mengetahui hal itu, Naomi, Hiroki, dan Nakamura melalui drone semakin yakin bahwa tugas mereka harus selesai. Mereka harus menangkap manusia tersebut untuk membawa perdamaian kembali ke kota Tokyo. Setelah melakukan penyelidikan yang lebih intensif, mereka akhirnya menemukan tempat persembunyian manusia tersebut. Ternyata, manusia itu sedang berada di kuil tua yang terletak di daerah pegunungan.
Tanpa ragu, Naomi dan Hiroki bergerak menuju kuil tersebut. Namun, mereka tidak tahu bahwa ada bahaya yang mengintai mereka di dalam kuil tersebut.
Saat mereka sampai di lantai atas kuil, mereka menemukan pria muda itu sedang berdiri dengan tenang di depan sebuah pintu besar. Mereka segera memperhatikan bahwa kekuatan supernatural yang sebelumnya mereka rasakan sedang bersumber dari dalam ruangan itu.
"Hentikan! Jangan pergi ke dalam sana!" teriak Naomi pada pria muda itu, sambil mengarahkan senapan ke arahnya.
Pria muda itu tersenyum sinis. "Kalian terlambat. Sekarang pemimpin kami sudah hidup kembali dan siap untuk menguasai kota ini."
"Pemimpin siapa?" tanya Hiroki dengan tajam.
"Pemimpin utama kami, yang selama ini kalian cari" jawab pria muda itu sambil berjalan ke arah pintu besar itu.
Naomi segera mengambil alih kendali dan mencoba membuka pintu dengan menggunakan perangkatnya. Namun, pintu itu terlalu kuat dan terkunci dengan rapat.
"Ada apa di sana?" tanya Hiroki.
__ADS_1
Naomi menggelengkan kepalanya. "Aku tidak tahu, tapi aku dapat merasakan aura kuat dari dalam sana. Aku tidak bisa membukanya sendiri."
"Pria itu pasti tahu caranya," ucap Hiroki, melihat ke arah pria muda itu.
Pria muda itu mengangkat tangannya dan seketika itu pintu itu terbuka dengan sendirinya. "Kalian tidak bisa menghentikan kami. Kami akan menguasai kota ini dan menjadikan manusia sebagai budak kami."
"Aku tidak akan membiarkan itu terjadi," ucap Hiroki sambil mengangkat senapannya.
Pria muda itu tertawa. "Kalian manusia memang selalu merasa bisa mengalahkan kami, tapi kenyataannya kami jauh lebih kuat dari kalian. Sekarang, aku akan pergi dan bergabung dengan teman-temanku yang lain. Sampai jumpa, manusia bodoh."
Pria muda itu lalu berlari ke dalam ruangan, dan pintu besar itu dengan cepat menutup kembali. Mereka mencoba membukanya kembali, tapi pintu itu terkunci dengan kuat.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang?" tanya Naomi, frustasi.
Nakamura yang berbicara melalui alat komunikasi mengangguk. "Aku akan berusaha memecahkan kode pintu itu dengan bantuan perangkat ini. Kalian berdua, jaga pintu ini dan pastikan tidak ada yang lolos." Nakamura mengotak-atik laptopnya
Hiroki dan Naomi berdiri dan bersiap menghadapi siapa saja yang muncul dari dalam ruangan tersebut. Begitulah Nakamura, Hiroki, dan Naomi sudah mencoba membuka pintu itu dengan berbagai cara, tetapi tetap saja tidak berhasil. Setelah beberapa saat, Nakamura meminta Hiroki dan Naomi untuk kembali ke markas mereka dan mencari solusi yang lebih baik.
Sialan, kami terjebak!" ucap Hiroki dengan geram.
"Sepertinya, kali ini aku akan mengotori tanganku lagi" ucap Naomi sedikit lebih kesal
Salah satu dari yokai itu mengeluarkan suara mengerikan, "Kalian memasuki wilayah kami tanpa izin! Kami harus menghukum kalian dengan keras!"
Hiroki berusaha untuk meredakan situasi, "Maafkan kami, kami tidak tahu kalau kami sedang memasuki wilayah kalian. Kami hanya ingin mencari cara untuk membuka pintu itu."
Namun, yokai-yokai itu tidak mendengarkan alasan mereka dan mulai menyerang. Hiroki dan Naomi berusaha untuk bertahan dengan segala cara yang mereka miliki. Hiroki menggunakan senapannya untuk mengalahkan musuh-musuh mereka sedangkan Naomi menggunakan mobilnya untuk menyerang.
Hiroki memperhatikan sekelilingnya, memilih sasaran untuk melepaskan tembakan. "Mereka semakin banyak," ujarnya dengan napas tersengal.
__ADS_1
Naomi mengambil kendali mobilnya dengan cepat, berusaha menghindari serangan-serangan dari yokai-yokai yang menyerang mereka. "Ini gila," gumamnya.
"Aku akan mencoba memecahkan mantra mereka," kata Nakamura, yang masih fokus pada layar komputer di tangannya. "Tetap jaga dirimu."
Hiroki mengambil posisi bertahan, menyiapkan senjatanya untuk menembakkan peluru ke arah musuh-musuh mereka. "Ayo, jangan biarkan mereka mendekat!" teriaknya kepada Naomi.
Namun, semakin lama mereka bertarung, semakin sulit untuk menahan serangan-serangan yang datang dari setiap arah. Naomi akhirnya mengambil risiko besar, melaju dengan mobilnya menuju kerumunan yokai.
"Mobilmu akan rusak!" teriak Hiroki, khawatir.
"Sudah kubilang, aku bisa memperbaikinya!" jawab Naomi sambil tersenyum, menabrakkan mobilnya dengan gigih ke arah musuh-musuh mereka. Dalam sekejap, mereka terkejut saat mobil itu berubah menjadi robot raksasa, menghancurkan yokai-yokai dengan mudah.
"Keren!" teriak Hiroki dan Nakamura bersamaan, lega bahwa mereka memiliki Naomi di pihak mereka.
Dalam beberapa menit, peperangan itu berakhir, dan mereka melihat sekitar mereka dengan napas tersengal-sengal. "ini masih belum selesai, kita akan datang kembali nanti untuk menangkap pemimpinnya" kata Naomi
Di dalam perjalanan pulangnya, mereka bertemu dengan Rin dan Keyaru. Hiroki memberikan tumpangan kepada Rin dan Keyaru untuk ikut serta dalam perjalanan pulang mereka.
"Terima kasih banyak atas tumpangan, Hiroki-san," ucap Keyaru.
"Tidak perlu berterimakasih Key - chan" jawab Naomi dengan ramah.
Perjalanan pulang mereka menjadi lebih ramai dan menyenangkan dengan kehadiran Rin dan Keyaru. Mereka bercerita tentang pengalaman mereka dan berbagi informasi mengenai keberadaan yokai di kota tersebut. Namun, perjalanan mereka tidak berlangsung mulus. Tiba-tiba saja, mobil mereka terjebak di tengah kemacetan lalu lintas yang parah. Mereka berusaha mencari jalan alternatif, namun semakin lama semakin sulit untuk mencari jalan keluar.
"Apa yang harus kita lakukan sekarang? Aku ingin sekali segera pulang ke kuil" tanya Naomi.
"Kalau kau tidak sabar yasudah berjalan kaki saja," usul Hiroki.
"Tidak, aku tidak mau jalan kaki" kata Naomi
__ADS_1
"Mungkin aku bisa membantu dengan cara ini," Keyaru melompat ke udara dan mengubah dirinya menjadi tengu gagak, tubuhnya bercahaya karena di aliri oleh kekuatan sihirnya sebagai tengu. Setelah itu Keyaru mengangkat mobil yang di tumpangi oleh teman-temannya tanpa merasa berat lalu membawa mobil itu terbang bersamanya menuju ke kuil
------ BERSAMBUNG -------