SEKOLAH DI KOTA MATI

SEKOLAH DI KOTA MATI
SEKOLAH DI KOTA MATI 24


__ADS_3

Tiba-tiba terdengar suara teriakan siswa laki-laki dari kejauhan yang meminta tolong. "TOLOOOONG!" Rin, Keyaru, dan Aika langsung bangun lalu berlari ke arah sumber suara. Rupanya itu adalah teman mereka bernama Naoki. Naoki berteriak memohon tolong dari dalam cengkeraman tangan yokai raksasa yang berdiri tegak di hadapannya. Yokai raksasa itu memiliki penampilan yang menakutkan dan mengesankan kekuatan yang luar biasa.


Yokai raksasa memiliki tinggi yang melampaui manusia biasa, mungkin mencapai puluhan meter. Tubuhnya yang besar dan berotot terlihat seperti gabungan dari beberapa makhluk yang berbeda. Kulitnya kasar dan berwarna keabu-abuan, dengan bercak-bercak hitam yang menambah kesan mengerikan. Matanya tajam dan bercahaya, memberikan kesan keangkeran dan ketajaman pandangan yang tak terbatas.


Rambut yokai raksasa itu panjang dan berantakan, seolah-olah ditiup oleh angin liar. Dari bagian kepala, tanduk-tanduk yang tajam dan bercabang menjulang tinggi. Tengkorak raksasa itu terlihat menyeramkan dengan gigi-gigi besar yang menonjol dan mengancam. Tubuh yokai raksasa itu dilapisi oleh lapisan duri-duri yang tajam, memberikan perlindungan ekstra. Tangan dan kaki yang besar dan kuat, dengan kuku-kuku panjang dan tajam yang mampu merobek apa pun yang mereka sentuh.


Aura yang menakutkan dan mengancam memancar dari tubuh yokai raksasa itu, menciptakan suasana yang gelap dan mencekam di sekitarnya. Suara deru dan mengaum yang dalam menggema dari keberadaannya, mengguncang tanah di sekitarnya. Yokai raksasa ini adalah gambaran nyata dari kekuatan dan ancaman yang dimiliki oleh makhluk supranatural dalam dunia mereka. Dan saat ini, Naoki terperangkap dalam genggaman yang kuat, membutuhkan pertolongan Rin, Keyaru, dan Aika untuk melawan dan mengalahkan yokai raksasa tersebut.


Rin melangkah maju dengan penuh keberanian, menghadapi yokai raksasa tanpa rasa takut yang menggelayuti hatinya. Dia menatap mata yokai dengan tegas, menunjukkan keberanian dan tekadnya. "Lepaskan Naoki sekarang juga!" seru Rin dengan suara yang penuh otoritas. Suaranya memenuhi ruang, memantul di antara dinding-dinding yang tinggi. Meski dalam hatinya terasa cemas, dia berusaha menunjukkan ketegasan untuk mengintimidasi yokai raksasa.


Yokai raksasa melirik Rin dengan tatapan yang penuh keangkeran. Dia mengerutkan alisnya, menunjukkan sedikit ketertarikan oleh keberanian Rin yang berani menantangnya. "Sekelompok manusia berani melawan aku, yokai raksasa? Kalian tidak tahu dengan siapa kalian berurusan," gumam yokai raksasa dengan suara yang gemuruh. Suaranya menggetarkan bumi di sekitarnya.


Keyaru dan Aika berdiri di samping Rin, memberikan dukungan padanya. Mereka menyadari bahwa mereka harus bersatu dan bekerja sama untuk melawan ancaman ini. "Kami tidak akan mundur! Kami adalah teman Naoki, dan kami akan melindunginya!" tegas Keyaru, suaranya penuh dengan tekad.


Aika menambahkan dengan semangat, "Kami tidak takut padamu, yokai raksasa! Bersiaplah menghadapi kekuatan persahabatan dan keberanian kami!"


Mereka bertiga berdiri dengan sikap yang teguh, siap untuk melawan dan membebaskan Naoki dari cengkeraman yokai raksasa tersebut. Meski takdir mereka tidak pasti, mereka tidak akan mundur. Mereka akan melawan untuk melindungi teman mereka dan menghadapi ancaman dengan keberanian dan kekuatan mereka yang bersatu.


"Namaku Kuragori" yokai raksasa memperkuat cengkraman tangannya


Rin, Keyaru, dan Aika melihat dengan khawatir saat Naoki merintih kesakitan di dalam genggaman yang kuat dari yokai raksasa yang bernama Kuragori. Dengan gerakan cepat Rin melompat ke atas sembari menarik pedang dari sarung pedangnya lalu memotong tangan Kuragori. Darah mengucur dari luka yang ditimbulkan oleh serangan pedang Rin, membuat Kuragori mengaum kesakitan. Tangan yang dulu memegang Naoki kini terlepas, membebaskan teman mereka dari cengkeraman yang mengerikan. Keyaru dengan cekatan menangkap Naoki, memastikan bahwa temannya itu aman dan tidak terluka serius. Dia memeriksa Naoki dengan penuh perhatian, memastikan bahwa tidak ada luka yang serius atau patah tulang.


"Apa baik-baik saja, Naoki?" tanya Keyaru dengan khawatir.


Naoki mengangguk, wajahnya pucat dan keringat mengucur di pelipisnya. "I-ya, terima kasih banyak. Kalian telah menyelamatkanku."


"Pergilah ke tempat yang aman Naoki" kata Keyaru


Naoki, langsung menuruti apa yang di perintahkan oleh Keyaru.  Sementara itu Rin, masih memegang pedangnya dengan mantap, menatap Kuragori dengan mata penuh keberanian. "Kuragori, aku tidak akan membiarkanmu melukai siapapun di sini. Hentikan seranganmu sekarang juga, atau kami akan menghadapimu dengan kekuatan penuh."

__ADS_1


Kuragori menggeram marah, tahu bahwa dia telah menemui perlawanan yang tangguh. Namun, dia tidak terpengaruh oleh ancaman mereka. Dengan kemarahannya yang memuncak, dia mengayunkan lengannya yang lain dalam usaha untuk menyerang kembali. Akan tetapi mereka bertiga berlari untuk memancing Kuragori keluar dari sekolahnya.


Setelah Kuragori mengejar mereka hingga jauh dari lokasi sekolah Rin, Keyaru, dan Aika berkumpul di hadapan Kuragori, yokai raksasa yang mengancam kehidupan penduduk desa mereka. Mereka bersatu sebagai tim, siap untuk menghadapi musuh yang kuat ini. Rin menggenggam erat pedangnya, memancarkan aura keberanian. Dia melangkah maju dengan langkah mantap, memfokuskan pikirannya pada pertarungan yang akan datang padanya.


Keyaru, mengepakkan sayapnya dan menaikkan dirinya ke udara dengan kekuatan sihirnya. Dia memanggil angin untuk mengelilinginya, menciptakan panah-panah angin yang berputar di sekitarnya. Dengan kelincahannya, dia meluncur ke udara, membidik Kuragori dari ketinggian. Aika memegang  dengan mantap. Dia mengaktifkan kekuatan sihirnya, memancarkan cahaya yang mempesona dari tombaknya. Rantainya bergetar, siap digunakan sebagai senjata yang mematikan. Dengan kepercayaan diri yang tinggi, dia berdiri tegak, siap untuk melawan Kuragori.


Pertarungan dimulai saat Rin dengan sigap meluncur maju, menebas pedangnya dengan kecepatan kilat. Serangannya memotong udara, mengejar tubuh Kuragori yang besar. Setiap serangannya memiliki kekuatan dan ketepatan yang luar biasa, menimbulkan luka-luka pada tubuh raksasa itu.


Keyaru, dari udara, melepaskan panah-panah angin dengan presisi yang mematikan. Panah-panah itu berputar di udara, mengarah ke titik lemah Kuragori. Mereka menembus kulit tebalnya, menimbulkan rasa sakit yang tak terhindarkan. Aika, dengan tombak dan rantai yang melekat pada tombaknya meluncur maju dengan kecepatan penuh. Dia berputar-putar, memutar rantai di sekelilingnya, menciptakan hantaman yang kuat ke arah Kuragori. Tombaknya menusuk, menggores tubuh raksasa itu dengan kekuatan yang dahsyat.


Kuragori merespons serangan mereka dengan amarah yang memuncak. Dia meraung dengan keras, mengayunkan tangannya yang besar dalam upaya untuk menyerang balik. Namun, tim kolaborasi Rin, Keyaru, dan Aika memiliki keunggulan dalam kecepatan dan keterampilan mereka. Rin menghindari serangan dengan kegesitan yang luar biasa. Dia meloncat dan menggelincir, menghindari cengkraman Kuragori yang kuat. Setiap kali ada celah, dia segera melancarkan serangan balik dengan pedangnya yang tajam.


Keyaru terus menghujani Kuragori dengan panah-panah anginnya. Dia meluncur ke sana ke mari, menghindari serangan raksasa itu dengan kecakapan. Setiap panah yang dilepaskan membawa kekuatan sihir yang mematikan. Kuragori mengamuk dengan marah, mengayunkan lengannya yang besar dengan kekuatan yang mengerikan. Rin, Keyaru, dan Aika berusaha sekuat tenaga untuk menghindari serangan-serangannya yang mematikan, tetapi semakin lama, mereka mulai kewalahan.


Rin bernapas terengah-engah "Hah... Hah... Kita tidak bisa terus seperti ini. Kita perlu mencari kelemahannya!"


Aika menggeliatkan rantai dengan susah payah "Tapi bagaimana kita bisa menemukannya? Dia terlalu kuat!"


Aika menganggukkan kepala "Baiklah, aku akan mencoba yang terbaik!"


Dengan cepat, Aika menggunakan sihirnya untuk mengikat tangan Kuragori, membatasi gerakannya sementara. Rin melihat kesempatan itu dan dengan lincah meluncur ke arah Kuragori. Dia memanfaatkan kecepatannya dan membidik titik lemah yang ditemukan oleh Keyaru.


Rin menebas dengan pedangnya "Sekarang!"


Namun, Kuragori tidak membiarkan dirinya diserang dengan mudah. Dalam upaya terakhir untuk melawan, dia mampu melepaskan diri dari ikatan Aika dan mengayunkan tangannya dengan kekuatan yang menghancurkan. Rin hanya punya waktu untuk menghindar sebagian, tetapi serangan Kuragori berhasil mengenai bahunya.


Rin merintih kesakitan "Aargh!"


Keyaru memandang Rin dengan khawatir "Rin!"

__ADS_1


Aika menarik Rin ke belakang dengan cepat "Kita tidak boleh menyerah, Rin! Kita harus melawan!"


Dalam keadaan terdesak, mereka kembali melanjutkan pertempuran. Kuragori masih sangat kuat, dan meskipun mereka mencoba menghindar dan menyerang dengan segala keahlian mereka, tampaknya tidak ada akhir dari amarah raksasa itu.


Keyaru menghela napas "Ini tidak berjalan sesuai rencana. Kuragori benar-benar tangguh."


Rin memegang bahunya yang terluka "Dia tidak sekuat Zeniko. Kita tidak bisa menyerah begitu saja. Kita harus mencari cara lain untuk mengalahkannya."


Aika mengamati pertarungan dengan cermat "Keyaru, apakah kamu bisa mengeluarkan serangan sihir yang lebih kuat? Seperti sesuatu yang bisa melemahkan Kuragori?"


Keyaru mengangguk "Aku akan mencobanya. Aku akan mengumpulkan semua kekuatan sihir yang aku miliki!"


Dengan tekad yang baru, mereka mengambil jarak sejenak dari Kuragori, memberi Keyaru waktu untuk memusatkan energi sihirnya. Rin dan Aika menjaga jarak dengan gigih, menghindari serangan-serangan Kuragori yang berbahaya. Keyaru menyembulkan mantra sihir dengan penuh fokus "Ayo, kekuatan sihir, bantu kami mengalahkan Kuragori yang ganas ini!"


Keyaru meraih energi yang memenuhi udara. Dia melepaskan serangan sihirnya yang paling kuat yang pernah ia gunakan sebelumnya. Sebuah ledakan energi memenuhi sekitar, menghancurkan sebagian area sekitar mereka. Serangan sihir Keyaru berupa pusaran angin yang memutar dengan kekuatan dahsyat, melingkupi tubuh Kuragori. "Inilah serangan terakhirku, Kuragori! Bersiaplah!" ucap Keyaru


Kuragori berusaha melawan serangan sihir yang melingkupinya, tetapi kekuatannya melemah seiring dengan terus bertambahnya intensitas serangan. Rin dan Aika, melihat momen yang tepat, segera meluncur maju untuk menyambut serangan sihir Keyaru dengan serangan fisik mereka sendiri.


Rin mengayunkan pedangnya dengan keahlian yang terasah, menusuk titik lemah yang terbuka di tubuh Kuragori. Aika mengayunkan tombaknya dengan kekuatan penuh, menancapkan ujungnya dengan presisi yang mematikan. Kombinasi serangan fisik dan serangan sihir membuat Kuragori semakin melemah, kehilangan keseimbangannya.


Kuragori merintih kesakitan "Kalian... kalian tidak... akan... mengalahkanku..."


Rin mengangkat pedangnya dengan mantap "Ini adalah akhir perjalananmu, Kuragori. Kami tidak akan membiarkanmu menyebabkan kerusakan lebih lanjut!"


Keyaru/berkonsentrasi "Ayo, serangan terakhir!"


Dengan upaya terakhir mereka, Rin dan Aika melancarkan serangan terakhir yang menghantam tubuh Kuragori. Keyaru melepaskan serangan sihir terakhirnya, mengguncang tubuh raksasa itu. Dalam sekejap, Kuragori ambruk ke tanah dengan keheningan yang menenangkan. Rin, Keyaru, dan Aika berdiri, bernapas berat setelah pertempuran yang sengit. Mereka saling menatap dengan rasa kemenangan dan kelegaan.


Rin tersenyum lelah "Kita berhasil melawan Kuragori..."

__ADS_1


--------------- BERSAMBUNG---------------


__ADS_2