SEKOLAH DI KOTA MATI

SEKOLAH DI KOTA MATI
SEKOLAH DI KOTA MATI 12


__ADS_3

Hari itu, Rin dan Keyaru seperti biasa berjalan bersama menuju ke sekolah. Mereka bercanda dan tertawa bersama, menunjukkan kedekatan mereka sebagai teman dekat. Namun, sesampainya di sekolah, Keyaru melihat bahwa ada beberapa orang yang tampak tidak senang melihat dia dekat dengan Rin. Begitulah, Keyaru telah memiliki banyak penggemar di sekolah sejak dia terkenal karena kecerdasannya dan keberhasilannya dalam berbagai kompetisi akademik. Tapi beberapa penggemarnya mulai membencinya karena dekat dengan Rin, yang juga memiliki popularitas yang sama seperti dia.


Saat istirahat, Rin dan Keyaru mengobrol bersama di luar kelas lantai dua sambil melihat pemandangan di bawah. Beberapa penggemar Keyaru berdiri di dekat mereka dan mencoba untuk bergabung dengan percakapan mereka, mereka juga bersikap genit dan mengajak Keyaru untuk pergi bersama mereka. Hal itu membuat Keyaru merasa tidak nyaman dengan kehadiran mereka dan meminta mereka untuk pergi.


"Sudahlah, kalian bisa pergi dan bergaul dengan teman-teman yang lain. Aku sedang ingin menikmati istirahatku bersama Rin saja," ucap Keyaru dengan tegas.


Beberapa penggemar itu terlihat marah dan kesal.


"Eng, tolong jangan dipikirkan dan di masukan ke hati ya. Saat ini Keyaru sedang bad mood dan banyak malasah jadi wajar saja dia berkata begitu" setelah Rin memberikan senyum ramah dan mengucapkan kata-kata yang sopan, mereka pun pergi.


Setelah mereka pergi, Keyaru melihat bahwa Rin sedih. Dia tahu bahwa Rin selalu ingin membuat semua orang bahagia dan dia merasa bersalah karena telah membuat Rin merasa seperti itu.


"Maafkan aku, Rin. Aku tidak bermaksud membuatmu merasa buruk," ucap Keyaru sambil memegang tangan Rin.


"Itu bukan salahmu, Keyaru. Kamu tidak bisa mengontrol perasaan orang lain. Aku hanya berharap mereka bisa memahami bahwa kita hanya teman yang baik," kata Rin dengan lembut.


Tiba-tiba Igarashi muncul di depan mereka. "Hei, bisakah aku bergabung bersama kalian?" tanya Igarashi dengan senyum manis di wajahnya.


Rin dan Keyaru dengan senang hati menyambut kehadiran Igarashi. Saat duduk bersama, Igarashi mulai menceritakan kepada Rin tentang kisah masa kecilnya bersama Keyaru. Rin terlihat terkesan dan menanyakan lebih banyak tentang Aika.


"Iya, Aika dulunya adalah teman masa kecilku," kata Keyaru dengan senyum tipis.


"Iya, tapi aku harus pergi karena aku diadopsi oleh keluarga yokai bernama Inaba," sambung Aika atau Igarashi.


Rin dan Keyaru memahami dan menerima identitas sebenarnya dari Aika. Tidak lama setelah itu, tiga dari mereka menjadi semakin akrab. Rin dan Aika mulai berteman baik sementara Keyaru merasa senang melihat keduanya bahagia. Namun, di dalam hatinya, Keyaru masih memiliki perasaan yang rumit terhadap Rin. Dia ingin mengungkapkan perasaannya, tapi masih takut akan kehilangan Rin sebagai teman. Dia memutuskan untuk menahan perasaannya dan menikmati waktu yang ia punya bersama Rin dan Aika.


Setelah mereka bercengkerama di depan kelas Rin, Keyaru, dan Aika pergi ke kantin untuk makan siang. Saat memilih makanan di antrian, Rin menunjuk ke piring Keyaru dan bertanya, "Mau makan apa, Keyaru?"


Keyaru menunjukkan makanan yang disarankan oleh Rin, lalu mereka bertiga mencari meja kosong untuk duduk bersama-sama. Naoki dan Ryo melihat mereka sedang mencari meja kosong dan mengajak mereka duduk bersama-sama.


"Oi, kesini" kata Naoki dari kejauhan sembari melambaikan tangan ke arah mereka betiga

__ADS_1


Rin, Keyaru dan Aika pun mendekati mereka


"Entah kenapa saat aku melihat bertiga seperti ini, kalian terlihat sudah lama saling kenal saja ya?" tanya Naoki.


"Benarkah?" tanya Keyaru


Ryo menyantap makan siangnya lalu berkata "Iya, padahal sebelumnya kalian tidak pernah bersama-sama seperti ini tapi melihat kalian bersama rasanya sungguh aneh"


"Oh iya, apa kalian tahu apa yang terjadi tadi sebelum bel istirahat berbunyi?" tanya Naoki kepada Rin, Keyaru, dan Aika


"Ada apa?" Rin mulai merasa penasaran


"Anak kelas sebelah meninggal, menurut informasi yang beredar dia memiliki riwayat penyakit jantung. Dan saat itu dia sedang merasa tidak enak badan lalu pergi ke UKS, di tengah perjalanan dia jatuh dari tangga dan meninggal. Dari situ orang-orang mulai berpikir bahwa mungkin saja penyakitnya memang sudah sangat parah" jelas Naoki


Rin, terdiam karena dia mengetahui sesuatu, sebenarnya siswa yang meninggal itu bukanlah manusia, melainkan yokai yang menyamar menjadi manusia dan memiliki niat buruk terhadap teman-teman Rin. Dan Rin, menancapkan suntikan racun khusus yang selalu di bawa untuk berjaga-jaga. Racun itu di buat oleh Ayahnya untuk membunuh yokai.


"Kasihan sekali ya" kata Keyaru yang berpura-pura simpati, karena dia tahu kebenarannya dari Rin yang sudah bercerita kepadanya di luar kelas tadi.


"Aku kira tadi dia meninggal karena di serang yokai" kata Ryo


Mendengar kata "yokai" Rin, Keyaru, dan Aika langsung tersentak kaget.


"Benar, awalnya aku juga berpikir begitu" tambah Naoki, dia melihat ke arah Rin dan bertanya "Kau masih ingat waktu kejadian yang horror bertemu roh jahat beberapa minggu yang lalu kan Rin?"


"I-iya" Rin, mengaduk jusnya dan meminumnya. Dia sedikit tegang karena dia menyembunyikan rahasia dari Naoki dan Ryo bahwa dia bergabung dengan organisasi Yokai Hunter Association.


"Kalian pernah bertemu roh jahat ya?" tanya Aika kepada Naoki dan Ryo


"Iya, aku tidak bisa melupakan pengalaman itu" Ryo


Setelah makan siang, Rin, Keyaru, dan Aika berpisah dengan Naoki dan Ryo dan kembali ke kelas. Di dalam hatinya, Keyaru masih merasa ragu untuk mengungkapkan perasaannya kepada Rin, tapi dia merasa bahagia bisa menghabiskan waktu bersama-sama dengan Rin dan Aika.

__ADS_1


Sementara itu, dari kejauhan, seorang yokai bernama Amata yang sebelumnya pernah memperingatkan Rin hal berbahaya yang akan terjadi kedepannya saat ini tengah memperhatikan Rin yang sedang belajar di kelasnya. Diam-diam selama ini yokai bernama Amata itu, selalu memperhatikan pertumbuhan Rin saat Rin masih bayi sampai sekarang. Amata telah lama menyukai Rin, tetapi tidak pernah berani mengungkapkan perasaannya. Dia tahu bahwa Keyaru juga menyukai Rin, dan sebagai seorang yokai yang telah hidup selama 200 tahun, Amata memiliki banyak pengalaman dan pengetahuan tentang perasaan manusia dan yokai. Dia tahu bahwa perasaan cinta itu dapat membuat seseorang bahagia, tetapi juga dapat menyakitkan.


Amata memutuskan untuk mengamati lebih jauh tentang perasaan Keyaru dan Rin. Dia ingin memastikan bahwa perasaan mereka saling mencintai dan saling dihargai, dan tidak ada yang merasa terluka atau tersakiti. Sebagai seorang yang telah hidup selama dua abad, Amata tahu bahwa cinta sejati tidak selalu mudah ditemukan, tetapi ketika ditemukan, akan memberikan kebahagiaan yang tak tergantikan.


Dan sepulang sekolah sesuai dengan rencana yang telah di buat, Rin pergi bersama Keyaru menuju ke kantor pribadi Ayahnya. Namun sesampainya di sana Nakamura (Ayahnya Rin) tidak ada. Setelah itu Rin memutuskan untuk menelpon Ayahnya, akan tetapi panggilan telepon Rin tidak di jawab.


Dari sisi yang lain, saat itu Nakamura di temani oleh menggunakan teropong jarak jauh tepatnya dari apartemen lantai 10. Nakamura melihat apartemen dari gedung lain yang lokasinya tidak jauh dari tempatnya saat ini.


"Harusnya di jam segini dia keluar" ucap Namakura yang masih memantau dengan teropongnya. Tampaknya orang yang di pantau adalah orang yang di curigai sebagai pemimpin yokai yang selama ini menyerang masyarakat.


"Nakamura - san, maaf atas keterlambatanku" Hiroki datang dari belakangnya


"Iya tidak apa-apa" Nakamura melihat objek yang di tunggu-tunggu keluar "Aaahhh ini dia,  kau sudah membawa barang yang aku minta kan?" tanya Nakamura yang belum menurunkan teropongnya.


"Tentu saja Nakamura - san" Hiroki mengeluarkan laptopnya dan menyalakannya, dia juga mengeluarkan drone ukuran kecil dan remotnya beserta kacamata khusus dan beberapa alat komunikasi.


"Bersiaplah Hiroki, aku akan menjadi pemandumu" kata Nakamura. Dia meminta drone dan remotnya, lalu memasang alat komunikasi di salah satu telinganya.


"Baiklah Nakamura - san, aku juga akan bekerja dengan baik" Hiroki memakai kacamata yang sudah di desain khusus serta memasang alat komunikasi di telinga bagian kiri.


"Kamu tidak lupa membawa senjata yang kamu butuhkan kan?" Nakamura mencoba melacak keberadaan objek sasarannya melalui drone yang di kendalikan dengan remote yang berada di tangannya.


"Mana mungkin aku melupakan hal sepenting itu Nakamura - san" Hiroki menggendong tas ranselnya yang berukuran sedang lalu terjun bebas ke bawah.


Dan "Brak" Hiroki jatuh tepat di sebuah mobil mewah tanpa atap yang di kendarai oleh Naomi.


"Lurus saja, target kita di sebuah mobil dengan plat nomor 17XENIA" ucap Hiroki kepada Naomi


"Baiklah" Naomi mulai serius mengincar mobil dengan plat nomor tersebut


----- BERSAMBUNG --------

__ADS_1


__ADS_2