SEKOLAH DI KOTA MATI

SEKOLAH DI KOTA MATI
SEKOLAH DI KOTA MATI 02


__ADS_3

Di hari berikutnya Rin berpikir untuk mengunjungi sebuah kuil yang tidak jauh dari tempat tinggalnya. Rin berharap dia bisa mendapatkan bantuan dari orang-orang yang berada di kuil tersebut. Saat ini Rin merasa sangat gugup ketika memasuki kuil. Dia belum pernah ke kuil sebelumnya, apalagi meminta bantuan kepada pendeta di sana. Namun, situasinya yang semakin genting membuatnya tidak punya banyak pilihan. Ketika ia tiba di kuil, ia di sambut oleh seorang pendeta yang ramah yang bernama Hiroki.


"Ohayou gozaimasu" sapa Rin kepada pendeta Hiroki


"Ohayou, apa ada yang bisa aku bantu?" tanya Hiroki kepada Rin


"Iya, ada yang ingin aku sampaikan juga" jawab Rin yang sedikit gugup menghadapi pendeta Hiroki


"Baiklah, mari kita bicara di dalam" Hiroki mengajaknya masuk ke ruang tamu


Sesampainya di sana Rin menjelaskan situasinya dengan detail dan meminta bantuan dari pendeta tersebut.


"Kalau begitu" pendeta Hiroki mengeluarkan sesuatu dari dalam bajunya dan meletakkan ke tangan Rin "Pakai saja kalung ini, aku yakin kalung itu bisa melindungimu dari serangan yokai dan sejenisnya" jelas pendeta Hiroki "Dan ini adalah senjata khusus yang bisa kamu gunakan untuk membunuh makhluk jahat," tambah pendeta sambil menyerahkan sebuah katana ke tangan Rin.


Rin merasa sedikit lega setelah mendapatkan bantuan dari pendeta tersebut. Dia berterima kasih dan kemudian berjalan keluar dari kuil dengan hati-hati, membawa kalung jimat dan katana yang baru saja diberikan oleh pendeta.


Di tengah perjalanannya pulang dia berhenti melangkahkan kakinya karena bertemu dengan teman baru yang satu kelas dengannya. Dia bernama Keyaru, laki-laki itu memiliki paras wajah yang tampan dan populer di sekolahnya, hampir semua gadis di sekolah itu ingin menjadi pacarnya. Namun tidak untuk Rin, dia masih kokoh dengan prinsipnya bahwa ini bukan saat yang tepat untuk berpacaran.


"Ohayou" sapa Keyaru


"Ohayou" sapa Rin balik yang melanjutkan langkah kakinya untuk meninggalkan kuil


Keyaru, melirik pedang yang di bawa oleh Rin. Keyaru menarik perhatian Rin dengan tatapannya yang terus mengamati pedang yang Rin bawa. Rin merasa agak tidak nyaman dengan tatapan itu.


"Apakah itu pedang asli? Kelihatannya cukup berbahaya," tanya Keyaru dengan rasa ingin tahu yang terlihat jelas di matanya.


Langkah Rin terhenti. Rin merasa sedikit enggan untuk menjawab pertanyaan Keyaru, tetapi karena mereka sekelas, Rin memutuskan untuk menjelaskan situasinya. Dia menceritakan tentang serangan yokai yang terjadi di sekolah sebelumnya dan bagaimana dia meminta bantuan dari pendeta di kuil.


"Pendeta di kuil memberiku kalung jimat dan katana ini sebagai alat pertahanan," jelas Rin dengan suara lembut. "Kau pasti tidak akan percaya dengan semua yang baru saja aku katakan" lanjutnya


"Aku percaya kok" Keyaru terlihat terkejut dan ingin tahu lebih banyak tentang hal itu. "Bolehkan aku meminjam katana milikmu sebentar?" tanya Keyaru


"Iya, silahkan" Rin mengangkat katana-nya dengan hati-hati. Katana itu terlihat tajam dan berkilau, membuat Keyaru terkesima.


Setelah Keyaru menerima langsung dan melihatnya sejenak dia mengembalikan katana itu kepada Rin lagi "Sangat keren! Apa kamu bisa menggunakannya?" tanya Keyaru dengan semangat.


Rin menjawab dengan sedikit ragu, "Sebenarnya aku tidak pernah menggunakan pedang sebelumnya, jadi aku akan berlatih dengan keras agar bisa menggunakannya dengan baik"

__ADS_1


Keyaru memberikan senyum tipis, "Iya, aku yakin kamu bisa menggunakan katana yang di berikan oleh pendeta dan menyelamatkan orang-orang dari gangguan yokai dan sejenisnya"


"Iya, terimakasih Keyaru. Kalau begitu sampai jumpa ya" Rin merasa terdorong oleh kata-kata Keyaru, dia merasa lebih percaya diri dan siap menghadapi apa pun yang akan terjadi di masa depan.


"Iya Rin, sampai jumpa lagi" Keyaru


Mereka berpisah dan Rin kembali melanjutkan perjalanannya pulang, membawa kalung jimat yang sudah di pakai dan pedang di tangannya.


Kembali kepada Keyaru yang saat ini sudah tiba di kuil dan bertemu dengan beberapa orang di sana.


"Hiroki - san, aku benar-benar tidak menyangka bahwa Hiroki - san akan membantu Rin dengan memberinya kalung jumat dan katana khusus" kata Keyaru yang masih tidak menyangka


"Key - chan, kita kekurangan anggota untuk misi penyelamatan kota dari serangan yokai dan kawan-kawannya yang sangat merepotkan itu. Selain itu me-recruit orang untuk bergabung dengan kita bukan hal yang mudah" jawab Hiroki dengan santai


"Benar, jarang sekali ada orang yang sukarela dan tertarik dengan kasus semacam ini loh" sahut Naomi, pembantu pendeta di kuil itu.


"Jadi, kalian berdua sudah memberitahu dia mengenai siapa dan tujuan kita yang sebenarnya?" tanya Keyaru


"Belum. Soal itu, aku serahkan padamu Key - chan" Hiroki


"Kenapa tadi tidak langsung di beritahu dan malah menungguku sih? Mentang-mentang dia teman sekelasku kalian dengan seenaknya menyerahkan dia kepadaku juga" Keyaru mengeluh


"Rin, bagaimana latihan pedangmu?" tanya Keyaru sembari berjalan-jalan santai bersama Rin


"Selalu ada peningkatan" jawab Rin


"Iya semua itu karena kamu berlatih sangat keras kan?" tanya Keyaru


"Begitulah" jawab Rin


Mereka berdua berhenti di depan gerbang masuk ke sekolahnya.


"Kita sudah hampir satu minggu berjalan-jalan tapi masih belum ada tanda-tanda adanya serangan supranatural dari roh jahat" Rin berjalan mendekati gerbang sekolahnya lalu menatap gedung sekolahnya yang menurutnya di selimuti oleh kabut hitam yang muncul secara perlahan-lahan.


Keyaru, berdiri di samping Rin dan memegang pintu gerbang sekolah. Matanya melihat ke gedung sekolah yang sudah di penuhi kegelapan.


"Ini adalah misi pertamamu sebagai anggota organisasi Yokai Hunters Association. Sebuah organisasi yang bertugas untuk memburu dan membasmi roh atau yokai yang membahayakan" jelas Keyaru

__ADS_1


"Eeh?" Rin masih tidak mengerti apa yang baru saja di katakan oleh Keyaru


"Bersiaplah!" Keyaru


Rin langsung mengeluarkan pedangnya dan siap untuk bertarung dengan sekelompok ruh jahat keluar dari gedung sekolah dan terbang ke arah mereka, tetapi Rin merasa terkejut ketika melihat Keyaru juga mengeluarkan pedang dari balik bajunya.


"Keyaru, kamu punya pedang juga?" tanya Rin terkejut.


Keyaru memberikan senyum tipis, "Tentu saja, saya ingin membantu kamu jika kamu berada dalam bahaya. Yosh, kita harus segera menghadapi yokai jahat itu sebelum mereka menyebabkan lebih banyak kerusakan" lanjutnya yang sudah bersiap untuk menyerang


Mereka mulai bergerak, menyerang dengan cepat dan akurat. Yokai atau roh jahat itu kuat, tapi Rin dan Keyaru memiliki keahlian yang mampu melawan mereka. Mereka saling bekerja sama dan membantu satu sama lain.


"Rin, kau baik-baik saja?" Keyaru melihat ke arah Rin


"Ya, aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu?" jawab Rin yang mengatur nafasnya karena mulai ngos-ngosan.


Mereka terus bertarung dengan gigih, meski yokai jahat itu semakin kuat dan sulit untuk dikalahkan. Namun, Rin dan Keyaru tidak menyerah dan akhirnya berhasil mengalahkan mereka.


"Kita berhasil!" Rin


"Ya, kita berhasil mengalahkan mereka!" Keyaru


Namun, tiba-tiba muncul roh jahat yang lebih besar dan lebih kuat daripada sebelumnya. Mereka harus berjuang dengan lebih keras untuk mengalahkannya.


"Keyaru, kita harus bertindak cepat!" Rin


"Baiklah, mari kita mulai!" Keyaru


Mereka bergerak dengan cepat dan berusaha menyerang roh jahat tersebut. Namun, roh jahat tersebut sangat kuat dan sulit untuk dikalahkan.


"Jangan menyerah, Rin. Kita harus bekerja sama dan mencari kelemahan roh jahat ini" Keyaru mundur dari yokai jahat


"Iya" Rin maju dan menyerang yokai itu sekali lagi dengan menggunakan pedangnya


Di mata Keyaru, Rin sungguh hebat karena berhasil menguasai teknik berperang dengan pedang di waktu yang singkat. Keyaru, menjadi semakin kagum ketika Rin berhasil mengalahkan yokai tersebut seorang diri tanpa bantuanya.


"Kita berhasil" Rin melihat ke arah Keyaru, dia tercengang melihat pendeta Hiroki dan pembantu pendeta yang bernama Naomi di belakang Keyaru

__ADS_1


"Dengan ini kamu sudah menjadi anggota resmi dari organisasi Yokai Hunters Association" pendeta Hiroki berjalan mendekati Rin, Rin masih bertanya-tanya karena masih belum paham apa yang di katakan. Kemudian pendeta Hiroki menoleh ke arah Keyaru sembari bertanya kepadanya "Key - chan, kau sudah menceritakannya atau belum sih?"


...------ BERSAMBUNG ---------...


__ADS_2