
Di Shibuya cuacanya siang itu sangatlah panas. Di kediaman rumah Hiroshi, Ayahnya Keyaru. Keyaru masih terlihat kesal atas tugas yang di berikan Hiroki di hari liburnya karena membuat pikirannya terganggu. Bukan hanya dia saja, pikiran yokai Amata juga merasa terganggu denga misi yang di berikan Nakamura. Sementara Rin dan Aika heran melihat mood mereka berdua yang terlihat kurang baik. Dan Hiroshi sendiri saat ini terlihat sibuk memotong semangka untuk mereka. Selain menguasai ilmu berpedang Hiroshi juga bisa membaca setiap energi dan warna aura dari orang-orang yang ada di sekitarnya.
Hiroshi menyuguhkan nampan yang berisi potongan semangka lantas bertanya kepada mereka "Tuan-tuan, ada yang bisa saya bantu?" tanya Hiroshi yang tetap bersikap walaupun dia lebih tua dari mereka.
"Maaf jika suasana ini membuat Ayah merasa terganggu. Tetapi aku perlu meminta bantuan Ayah dalam hal yang serius," kata Keyaru
"Tidak apa-apa, anakku. Apa yang bisa Ayah bantu?" tanya Hiroshi.
"Ini menyangkut organisasi Inugami. Ayah dulu memiliki hubungan baik dengan mereka, bukan?" tanya Keyaru.
"Oh, ya. Aku dan anggota Inugami memiliki hubungan yang cukup dekat saat masih aktif di dunia pemburu yokai. Apa ada yang bisa Ayah bantu?" jelas Hiroshi.
"Kami butuh bantuan Ayah untuk membantu meyakinkan Inugami supaya mau bergabung dengan kami, YHA dalam menghadapi organisasi Yokai Council dan Makai no Ishi-dan," kata Keyaru.
Hiroshi mengangguk. "Hmm begitu ya. Aku akan melakukan apa yang bisa aku lakukan. Namun, sebelum itu aku harus memberitahu kalian bahwa Inugami sangat selektif dalam memilih siapa yang mereka percayai."
"Kami memahami itu, Ayah. Kami akan mencoba segala cara untuk mengalahkan Yokai Council dan Makai no Ishi-dan," kata Keyaru.
"Baiklah, aku akan menghubungi teman-temanku di Inugami dan melihat apa yang bisa aku lakukan. Kalian semua harus bersiap-siap untuk rencana selanjutnya," kata Hiroshi.
Semua anggota YHA dan Amata mengangguk setuju.
"Silahkan di makan" Hiroshi pergi meninggalkan mereka
"Kita pikirkan masalah itu besok saja! Ini adalah waktunya liburan dan bersantai!" ucap Keyaru dengan tegas kepada Rin, Aika, dan Amata. Dia mengambil salah satu semangka yang sudah di potong oleh Ayahnya menjadi beberapa bagian dan memakannya.
"Iya kau benar" Aika mengambil semangka dan memakannya "Rin, Amata - sama, ayo cobalah semangka ini sangat manis" ucapnya
"Iya" Rin mengambil dua potongan semangka dan memberikan salah satunya untuk Amata.
"Terimakasih" Amata menerimanya
__ADS_1
Rin, memang memakan semangka itu akan tetapi sebenarnya tidak bisa menikmati rasa manis dan segar dari semangkanya karena berpikir jika organisasi YHA sampai meminta bantuan organisasi Inugami itu artinya ancaman yang akan terjadi pastinya sulit untuk diatasi. Sementara Amata sendiri saat itu juga memikirkan sesuatu. Dia berencana untuk menemukan Ayah dan Ibunya, karena akhir-akhir ini dia sering bertemu dengan yokai yang masih miliki tanda seperti yang ada di lengannya. Amata berpikir bahwa keturunan Ayah dan Ibunya sudah semakin banyak.
Amata kembali meletakkan potongan semangka ke nampan dengan berkata kepada Rin, Keyaru, dan Aika "Maaf, sepertinya aku akan pergi" Amata bangun dari tempat duduknya
"Oi, kau mau kemana?" Keyaru ingin tahu mengapa sikap Amata mendadak aneh
"Amata? Apa kau baik-baik saja?" tanya Rin
"Ya aku baik-baik saja. Tenang saja aku akan segera kembali kok" jawab Amata yang langsung pergi meninggalkan mereka bertiga.
Karena tempat tinggal Hiroshi berada lembah pegunungan, Amata memilih berjalan-jalan di hutan sambil memikirkan rencananya selanjutnya. Dalam hatinya Amata membatin Sepertinya yang aku katakan pada Keyaru sebelumnya, tujuanku yang pertama adalah keadilan dengan menjaga keseimbangan alam antara yokai dan manusia tanpa adanya konflik. Dan yang kedua adalah mematahkan kutukanku, namun ini bukanlah hal mudah untungnya aku kenal dekat dengan detektif Nakamura dan dia bersedia membantu untuk mencari tahu cara mematahkan kutukan ini. Aku juga tidak menyangka mengapa waktu itu aku membunuh Zeniko dan mengatakan bahwa aku berpihak kepada YHA.
Aku sangat yakin bahwa yang memicu kemarahan Makai no Ishi-dan dan Yokai Council untuk menciptakan konflik besar dengan para manusia adalah karena diriku yang sudah membunuh Zeniko dan berpihak kepada YHA. Tidak-tidak, aku tidak boleh menyalahkan diriku sendiri. Sejak awal ke dua organisasi itu adalah menghancurkan kehidupan manusia di kota ini - ucap Amata dalam hatinya, dia terduduk di bawah pohon
Yang saat ini harus aku lakukan demi mewujudkan tujuanku adalah mengumpulkan seluruh tengu yang memiliki tanda yang sama sebelum Akira dan Pemimpin Yokai Council itu menemukan mereka lebih dulu dan menghasutnya. Setelah tengu dengan ras yang sama denganku terkumpul aku akan memimpin mereka melawan kejahatan para yokai yang lain - kata Amata dalam hatinya lalu dia kembali bangun dati tempat duduknya dan membalikkan badannya karena mengetahui bahwa Hiroshi ada di belakangnya dan tengah memperhatikan dirinya
"Jangan membaca pikiranku seenaknya" kata Amata kepada Hiroshi sedikit kesal
Amata bertanya pada Hiroshi "Saran apa?"
"Kau tidak perlu bersusah payah mengumpulkan tengu yang memiliki tanda seperti yang ada di lenganmu. Kau hanya perlu membujuk Keyaru, dia bisa mengumpulkan semua tengu dari ras yang sama dengan kalian dalam hitungan detik dengan kekuatannya. Dia tidak sengaja memanggil mereka di usia 10 tahun" jelas Hiroshi
"Terimakasih banyak untuk informasinya" Amata
"Iya, kalau begitu ayo kita kembali" Hiroshi pergi lebih dulu meninggalkan Amata.
Dan malam itu Rin akan tidur satu kamar dengan Aika, dia duduk di ranjang di samping Aika, menatap ke langit-langit dengan wajah yang sedikit kebingungan. Aika duduk di sampingnya, memperhatikan Rin dengan seksama. Setelah beberapa saat, Aika memutuskan untuk mengajukan pertanyaan yang selalu ingin dia tanyakan. "Aku penasaran, Rin. Kamu suka siapa antara Amata dan Keyaru?" tanya Aika, menatap Rin dengan tatapan penuh harapan.
"Eeeh? Aku, Keyaru dan Amata hanya berteman kok" jawab Rin kebingungan
"Aku tahu, dari mereka berdua siapa yang paling kau sukai? Yang kau inginkan lebih dari sekedar teman?" tanya Aika lagi dengan rasa penasaran yang tinggi
__ADS_1
"Aku tidak tahu Aika. Aku tidak memikirkan hal sejauh itu" jawab Rin
"Keinginan, aku bicara tentang keinginan" Aika mendesak Rin agar dia menjawabnya
Rin masih merasa bingung dan tak tahu harus menjawab apa. Dia merasa tidak nyaman dengan pertanyaan Aika, karena dia sendiri belum tahu apa yang dia rasakan terhadap Amata atau Keyaru. Rin hanya mengangguk lemah, tanpa menjawab pertanyaan Aika.
"Aku mengerti jika kamu merasa bingung, Rin. Tapi jika suatu saat nanti kamu merasa ada yang spesial untukmu, jangan takut untuk mengungkapkannya. Kita semua akan mendukungmu" kata Aika dengan penuh kasih sayang, memeluk Rin dengan hangat.
Rin merasa sedikit lega mendengar ucapan Aika, dan merasa berterima kasih karena memiliki teman seperti Aika yang selalu mendukungnya. Mereka berdua akhirnya tidur dengan tenang, dengan harapan bahwa esok hari akan menjadi hari yang lebih baik.
Paginya, Rin bangun lebih dulu dari pada Aika. Dia pergi ke taman sendirian di dekat rumah Ayahnya Keyaru disana dia bertemu dengan Amata dan Keyaru. Akhirnya mereka bertiga pun bermain di taman bersama. Rin merasa senang bisa bermain bersama Amata dan Keyaru di taman. Namun, dia tidak tahu bahwa mereka berdua menyukai Rin. Dan Rin sendiri tidak memahami apa itu cinta. Karena itu, dia hanya bermain dengan mereka berdua tanpa memperhatikan tanda-tanda perasaan yang mereka tunjukkan. Keyaru dan Amata sendiri juga sadar bahwa Rin tidak tahu tentang perasaan mereka dan memutuskan untuk menunjukkan perasaan mereka melalui perbuatan dan perhatian.
"Rin, kau ingin mencoba ayunan?" tanya Keyaru, yang memegang tangan Rin sambil menunjuk ke arah ayunan di taman.
"Benarkah? Aku belum pernah mencobanya sebelumnya," jawab Rin dengan polosnya.
Keyaru dan Amata membantu Rin untuk naik ke ayunan dan mendorongnya dengan lembut. Rin tertawa bahagia saat ayunan melambung tinggi di udara. Keyaru dan Amata tertawa melihat Rin bahagia seperti itu, mereka merasa bahagia juga.
"Mereka berdua sangat perhatian padaku. Aku sangat beruntung bisa memiliki teman seperti mereka," pikir Rin dalam hatinya.
"Rin, kau melihat kupu-kupu itu? Apakah kau mau mencoba menangkapnya?" tanya Amata sambil menunjuk ke arah kupu-kupu yang terbang di dekat mereka.
"Ah, itu tidak mungkin. Kupu-kupu sangat cepat dan sulit untuk ditangkap," jawab Rin sambil melihat kupu-kupu yang terbang dengan indah.
"Tidak apa-apa, kami akan membantumu menangkapnya. Bersama-sama, kita bisa melakukan apapun," ujar Keyaru dengan penuh semangat.
Mereka berdua kemudian mengejar kupu-kupu bersama-sama, dengan Rin di tengah-tengah mereka. Keyaru dan Amata berlomba untuk menangkap kupu-kupu itu, tetapi akhirnya mereka berhasil menangkapnya bersama-sama. Rin tertawa bahagia saat melihat kupu-kupu itu terbang bebas dari tangannya.
"Terima kasih, kalian berdua. Aku merasa begitu bahagia saat bersama-sama dengan kalian," kata Rin dengan tulus.
Keyaru dan Amata saling berpandangan, mereka tahu bahwa mereka sama-sama merasa seperti itu tentang Rin. Mereka merasa sangat bahagia karena mereka memiliki kesempatan untuk menjaga Rin dan melihat senyum bahagia di wajahnya setiap hari. Mereka berdua merasa bahwa Rin adalah orang yang sangat istimewa dalam hidup mereka, dan mereka berdua ingin memberikan yang terbaik untuk Rin.
__ADS_1
--------- BERSAMBUNG ---------