SEKOLAH DI KOTA MATI

SEKOLAH DI KOTA MATI
SEKOLAH DI KOTA MATI 23


__ADS_3

Hari ini Nakamura merasa pusing mengenai pekerjaannya yang menurutnya semakin hari semakin berat. Pikirannya berkobar-kobar, mencoba merencanakan langkah-langkah selanjutnya dalam pekerjaannya sebagai detektif supranatural. Ayahnya, Taro Rihito, telah mewariskan tanggung jawab ini kepadanya sejak meninggal dunia, dan Nakamura merasa terbebani dengan harapan dan reputasi yang terkait dengan nama keluarganya. Selain mengurus Aliansi Yokai yang mengancam Tokyo, harus memenuhi janji yang sudah di buat sebelumnya. Begitulah, sebelumnya dia melakukan kontrak perjanjian dengan Yokai Amata, Amata berpihak kepada YHA dan Nakamura akan mencari tahu bagaimana caranya untuk mematahkan kutukan yokai dan mengembalikan Amata menjadi manusia.


"Fumika, aku benar-benar merasa pusing dengan semua tugas ini. Aliansi Yokai semakin berani mengancam Tokyo, dan di saat yang sama, aku masih harus mencari cara untuk mengembalikan Amata menjadi manusia." keluhnya Nakamura sembari memegangi kepalanya dengan kedua tangannya.


"Aku mengerti, Nakamura Rihito - san. Tapi mau bagaimana lagi? Situasinya memang semakin rumit. Tapi kita tidak boleh menyerah. Ayahmu akan bangga melihat kita menjaga reputasi YHA dengan baik." kata Fumika


"Ya, kau benar. Ayahku selalu berjuang melawan makhluk supranatural dan melindungi kota ini. Aku harus melanjutkan perjuangannya. Tapi bagaimana kita bisa menghadapi Aliansi Yokai sekaligus mencari solusi untuk kutukan Amata?" Nakamura terlihat begitu kelelahan dan putus asa


"Kita harus membagi waktu dan upaya kita dengan bijak. Pertama, kita harus fokus pada penanganan Aliansi Yokai. Aku sudah mengumpulkan beberapa informasi mengenai kegiatan mereka. Kita bisa mulai dengan melacak basis mereka dan mengidentifikasi anggota kunci. Aku juga terus mengoordinasikan Divisi Keamanan untuk memastikan Tokyo tetap aman dari serangan mereka. Kita harus menjaga agar tidak ada kerusakan lebih lanjut." Fumika duduk di depan Nakamura


"Terimakasih banyak Fumika, aku mengandalkanmu dalam hal itu. Aku juga telah melakukan survei dan mengumpulkan informasi tentang mereka. Aku akan berkoordinasi dengan tim lapangan untuk mengintensifkan penyelidikan dan mengumpulkan lebih banyak bukti." kata Nakamura


Ketika mereka berdua sedang berbicara tiba-tiba mereka mendengar suara anggota YHA dari luar ruangan yang memanggil Nakamura sambil mengetok pintu ruangan kerjanya "Nakamura - san,"


"Masuklah" kata Nakamura


Ternyata itu adalah seorang yokai yang bernama Inaba. Dia belum lama ini bekerja kepada Nakamura. "Nakamura - san, saya baru saja mendapatkan kabar bahwa Amata - sama sudah berhasil mengajak yokai sejenis Akuryo yang bernama Hakata untuk bergabung bersama YHA. Menurut informasi yang saya terima dari Aika barusan, Hakata sudah memanggil tengu yang memiliki ikatan dengan Amata - sama. Sepertinya para tengu itu bersedia membantu kita." jelas Inaba


"Bagaimana Nakamura - san? Tolong beritahu apa yang harus di lakukan selanjutnya?" tanya Fumika


"Inaba, kau tahu siapa pemimpin MANIS?  Makai no Ishi-dan?" tanya Nakamura kepada Inaba


"Iya, Akira" jawab Inaba


"Dan pemimpin dari YC (Yokai Council)?" tanya Fumika


"Dia seorang manusia, aku sudah menyelidikinya sendiri, aku akan menjelaskannya padamu nanti" sahut Nakamura, dia melihat kepada Inaba "Tolong katakan padaku semua yang kamu ketahui tentang Akira" ucapnya pada Inaba dengan rasa penasaran


Inaba mengangguk seraya menatap Nakamura dengan serius. "Akira adalah salah satu bawahan dari pemimpin utama kami, para yokai yang bernama Erika Futaba - sama. Akira salah satu bawahan yang paling terkuat. Dia adalah yokai yang mendapatkan julukan kiri no shuten - doji (raja setan berkabut). Akira juga mempunyai beberapa bawahan terkuat lainnya selain Zeniko, mereka adalah Michio, Runa, Akako" jelasnya  Inaba


"Begitu ya, mengenai Yokai Council sendiri aku menemukan bahwa organisasi itu di pimpin oleh seorang manusia yang bernama Saki Subaki" kata Nakamura kepada Inaba dan Fumika

__ADS_1


Fumika, tersentak kaget mendengarnya "Saki Tsubaki? Dia salah satu ilmuan termuda yang berkerja di laboratorium rumah sakit Tokyo kan?!"


Nakamura menjawab "Benar, dia adalah junior Dr. Kaito, dia memiliki kemampuan langka untuk berkomunikasi dengan yokai. Dia memiliki pengaruh yang besar dan kuat di organisasi YC (Yokai Council)"


Inaba mengernyitkan keningnya. "Seorang manusia dengan pengaruh seperti itu dalam dunia yokai? Ini semakin menarik. Tapi mengapa dia bersekutu dengan yokai dan membentuk Aliansi Yokai?"


"Menurutku Saki Tsubaki sudah di ambil alih oleh yokai lain" kata Nakamura


"Maksud anda, Saki Tsubaki di rasuki?" tanya Inaba


Nakamura mengangguk serius. "Ya, menurut informasi yang saya dapatkan, Saki Tsubaki telah dirasuki oleh seorang yokai kuat yang ingin mengendalikan aktivitas manusia dan yokai. Rasukiannya membuatnya berubah menjadi sosok yang sangat berbeda dan mendorongnya untuk membentuk Aliansi Yokai dengan tujuan yang tidak sejalan dengan visi aslinya."


Fumika mengepalkan tangannya. "Jadi, begitu ya alasan mengapa Saki Tsubaki berubah menjadi salah satu pemimpin Aliansi Yokai. Makhluk yang merasukinya sudah jelas mempengaruhi pemikiran dan tindakannya."


Nakamura melanjutkan, "Tugas kita tidak hanya menghadapi Aliansi Yokai dan Akira, tetapi juga mencari cara untuk menyelamatkan Saki Tsubaki dari pengaruh yokai yang merasukinya. Kita harus memecahkan kutukan yang mengendalikannya dan membawa kembali kebaikan dan kebijaksanaan dalam dirinya."


Inaba mengangguk setuju. "Mengembalikan Saki Tsubaki ke keadaan semula akan menjadi langkah penting untuk mematahkan kekuatan Aliansi Yokai. Mungkin kita bisa mencari bantuan dari Amata - sama, yang sudah berjanji untuk membantu kita menemukan cara mematahkan kutukan yokai."


###


Di hari berikutnya, di sekolah Rin berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan yang pernah dia buat sebelumnya yaitu tidur di kelas ketika pembelajaran sedang berlangsung. Kemudian di jam istirahat dia mengobrol bersama Aika dan juga Keyaru di kelas sambil menikmati bekal makan siang mereka masing-masing.


"Total tengu gagak keturunan dari Ayah dan Ibu Amata berjumlah 100 tengu. Cukup banyak ya" kata Aika kepada Rin dan Keyaru


"Iya, reaksi mereka sungguh luar biasa ketika mereka tahu bahwa mereka bisa kembali menjadi manusia" kata Keyaru


"Luar biasa bagaimana?" Rin terlihat belum memahaminya karena sebelumnya dia pulang lebih dulu


Keyaru menjawab "Mereka terlihat senang, tidak sabar dan heboh. Mereka yokai yang baik, menyenangkan, seru di ajak bercanda"


"Syukurlah, senang sekali mendengarnya" Rin

__ADS_1


"Oh iya, aku dengar katanya Amata - sama mau sekolah di tempat ini?" tanya Aika


"Serius?!" Keyaru terlihat lebih kesal


"Iya, dia mau menyamar menjadi manusia seperti apa yang sudah aku lakukan" kata Aika


"Dia tidak boleh sekolah di sini!" kata Rin yang ikut kesal


"Eh? Kenapa?" tanya Aika mengerutkan keningnya. "Kenapa Amata-sama tidak boleh sekolah di sini? Apa dia terlalu tampan dan takut membuat semua gadis di sekolah ini jatuh cinta padanya?"


Rin dan Keyaru saling pandang, kemudian tertawa terbahak-bahak. Rin menyentuh lengan Aika dengan lembut, mencoba menahan tawanya. "Oh, Aika. Amata-sama memang tampan, tapi bukan itu alasannya."


Keyaru menambahkan sambil masih tertawa, "Ya, bukan masalah para siswi yang jatuh cinta padanya. Masalahnya, jika Amata-sama sekolah di sini, nanti yang jadi guru bahasa Jepang bisa jadi hantu, yang jadi guru matematika bisa jadi tengu, dan yang jadi kepala sekolah bisa jadi yokai besar!"


Mereka berdua tertawa, membayangkan kekacauan yang bisa terjadi jika Amata-sama bersekolah di tempat mereka. Tawa mereka memenuhi kelas, menciptakan suasana yang riang.


"Apa kamu bisa membayangkan Amata-sama berubah menjadi hantu saat presentasi di depan kelas?" tanya Rin kepada Keyaru sambil menahan tawanya.


"Auww! Siswi-siswi pasti akan berteriak dan melarikan diri!" Keyaru memegang perutnya yang terasa sakit karena tertawa terlalu keras.


"Iya, dia itu juga sangat ceroboh dan terkadang pelupa. Aku juga tidak bisa membayangkan jika dia melupakan perannya dan wujud aslinya keluar secara tiba-tiba" kata Rin


"Aku serius..." kata Aika


Rin dan Keyaru berhenti tertawa dan melihat Aika dengan serius.


"Aika, maaf, kami tidak bermaksud mengabaikan perasaanmu," ujar Rin dengan penuh kekhawatiran. "Kamu tahu bahwa sekolah ini dipenuhi dengan makhluk supranatural, bukan? Hantu-hantu, yokai, dan segala macam hal aneh lainnya? Aku khawatir bahwa kehadiran Amata-sama akan semakin menarik perhatian makhluk-makhluk tersebut. Mereka bisa jadi tergoda atau bahkan mengancamnya" ucap Rin kepada Aika


"Rin. Amata - sama adalah yokai yang kuat, selama ini tidak ada yokai yang berani padanya" ucap Aika


--------------- BERSAMBUNG ---------------

__ADS_1


__ADS_2