
Di tengah malam yang sepi, satu kelompok yokai sedang berkumpul di sudut kota Tokyo. Mereka adalah team yokai yang dipimpin oleh Zeniko, seorang yokai jahat yang terkenal kejam dan sadis. Mereka berniat menyerang manusia dan menghisap energi mereka agar bisa menjadi lebih kuat.
"Saudara-saudaraku para yokai yang tangguh dan perkasa, saat ini kita berada di tengah malam yang gelap dan sunyi. Namun, jangan biarkan keheningan ini menipu kita untuk merasa aman. Kita semua tahu bahwa kekuatan kita semakin menurun karena minimnya pasokan energi. Oleh karena itu, malam ini adalah malam yang tepat untuk kita melakukan tindakan besar yang akan mengembalikan kekuatan kita. Kita akan menyerang manusia. Kita akan menghisap energi mereka dan membuat diri kita lebih kuat. Namun, ingatlah bahwa ini bukanlah aksi yang mudah. Kita harus siap untuk menghadapi resiko dan bahaya. Kita mungkin akan bertarung dengan manusia yang tangguh dan berani" kata Zeniko dalam pidatonya
"Aku tahu kalian adalah para prajurit yang kuat. Ingatlah, tujuan kita adalah untuk mencapai kekuatan yang lebih besar. Jadi malam ini kita akan menjelma menjadi manusia dan menyerang mereka dari dalam. Ingat, kita harus cepat dan tidak boleh meninggalkan jejak apapun yang dapat mengungkapkan keberadaan kita. Sekarang, marilah kita bersatu dan melakukan aksi besar ini. Bersiaplah untuk menyerang dan menaklukkan manusia. Mari kita perlihatkan pada mereka siapa yang benar-benar penguasa di malam ini!"
Mendengar pidato Zeniko, para yokai di dalam ruangan itu berteriak tidak sabar dan penuh semangat. Mereka merasa terpanggil untuk membantu Zeniko dalam menjalankan rencananya. Akan tetapi Inaba merasa tidak nyaman dengan tindakan yang harus ia lakukan. Meskipun ia tahu bahwa dia harus melindungi anaknya, hatinya bergetar saat ia memikirkan tentang membunuh manusia yang tidak bersalah. Namun, ketika ia memikirkan tentang apa yang akan terjadi pada anaknya jika ia menolak, ia merasa tidak punya pilihan.
Ketika tiba di lokasi target, para yokai mulai menjelma menjadi keluarga atau teman manusia. Mereka berusaha menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar agar tidak menimbulkan kecurigaan dari manusia yang menjadi target mereka. Inaba merasa sangat tidak nyaman dengan perannya sebagai pembunuh manusia yang tidak bersalah. Dia merenung dan mengingat-ingat kenangan lama bersama manusia, bagaimana ia pernah merasakan kehangatan dan kebaikan dari manusia itu. Dia merasa sangat bimbang dan tidak tega melakukannya.
Namun, Inaba menyadari bahwa ia harus memilih antara keselamatan anaknya atau moralitasnya sebagai seorang yokai. Dia berusaha menenangkan dirinya dan menguatkan hatinya untuk menjalankan tugasnya. Sementara itu, para yokai lainnya telah memasuki rumah target dan berhasil menemukan keluarga yang mereka tuju. Mereka berusaha menipu keluarga itu dengan kepalsuan dan berusaha mengambil energi mereka tanpa meninggalkan jejak.
Inaba berada di luar rumah target dan merasa sangat gelisah dan khawatir. Ia memantau situasi dari kejauhan dan berdoa agar semuanya berjalan lancar tanpa ada korban. Namun, saat itu juga, Inaba mendengar suara tangis dari dalam rumah target. Dia merasa semakin tidak tega dan khawatir tentang apa yang terjadi di dalam sana. Dia memutuskan untuk masuk ke dalam rumah dan melihat sendiri apa yang terjadi di dalamnya.
Inaba terkejut melihat teman-temannya yang telah membunuh manusia tanpa belas kasihan. Dia merasa sangat kecewa dan merasa bahwa dia telah melakukan hal yang salah. Dia bertanya-tanya apakah semua ini sepadan dengan keselamatan anaknya. Inaba merenung dan memutuskan untuk memberitahu Zeniko bahwa dia tidak ingin ikut serta dalam misi ini lagi. Dia memilih untuk melindungi manusia dan anaknya dengan cara yang lebih baik tanpa harus membunuh atau mengambil energi mereka. Ketika Zeniko mendengar pengakuan Inaba, dia sangat marah dan merasa bahwa Inaba telah mengkhianati timnya. Namun, Inaba memilih untuk tetap berdiri teguh pada keputusannya dan meninggalkan tim tersebut dengan penuh keyakinan dan rasa tanggung jawab. Dia tahu bahwa dia telah melakukan apa yang benar dan tidak akan menyesalinya.
Inaba berlari cepat meninggalkan pasukan yokai yang mengejarnya. Dia tahu bahwa nyawanya berada di ujung tanduk, dan dia harus melindungi dirinya. Dia melompat dan berputar-putar di udara, menghindari serangan musuh yang terus mengejarnya.
"Temukan Inaba dan bunuh dia! Saya tidak akan mentolerir pengkhianatan di dalam tim saya!" teriak Zeniko kepada pasukannya.
Kembali kepada Inaba terus berlari untuk menyelamatkan dirinya. Dia berusaha untuk mencari tempat yang aman untuk bersembunyi dan melindungi dirinya dari serangan pasukan yokai yang mengejarinya. Kegelapan malam semakin menjadi-jadi dan suasana semakin menegangkan.
"Itu Inaba, cepat kejar dia!" kata salah satu yokai yang menjadi musuhnya dan tak sengaja melihat Inaba yang berlari tak jauh dari sana.
__ADS_1
Dalam aksi saling kejar dengan sekelompok pasukan yokai yang mengejarnya, Inaba hampir terkejar oleh mereka. Namun, tiba-tiba muncul Nakamura, seorang pemimpin YHA yang juga detektif supranatural.
"Inaba, cepat ikut aku," seru Nakamura dengan cepat saat melihat situasi yang terjadi. "Kamu tidak akan selamat jika kamu sendirian."
"Bagaimana bisa kau tahu namaku?" tanya Inaba
"Ini bukan waktu yang tepat untuk menjelaskannya. Ayo Inaba" kata Nakamura mengeluarkan pistolnya dari dalam jaketnya
Inaba mengangguk dengan cepat dan berlari ke arah Nakamura. Mereka berdua segera berlari menembus jalan-jalan sempit dan gelap di perkotaan yang sepi di tengah malam. Namun, pasukan yokai tidak mudah menyerah dan terus mengejar mereka.
Nakamura, menghentikan langkah kakinya dan menatap yokai di belakangnya yang sejak tadi mengejar dan menyerangnya dari jarak jauh. "Mundurlah Inaba"
Inaba, melakukan apa yang di perintahkan oleh Nakamura.
"Oi Nakamura - san, dimana anggota YHA yang lain?" tanya yokai yang lainnya
Nakamura masih tetap tenang, lalu dia menjawab "Mereka sedang bersenang-senang di dunia lain untuk menangkap Dr. Kaito, aku sendiri sudah cukup untuk melawan kalian semua"
Nakamura menarik keluar pistol khusus yang dia bawa dan langsung menembakkan beberapa peluru perak ke arah para yokai yang mengejar Inaba. Peluru tersebut sangat efektif melawan yokai dan membuat beberapa dari mereka jatuh dan mati.
Para yokai yang tersisa semakin marah dan mulai menyerang Nakamura. Namun, Nakamura memiliki keahlian bertarung yang hebat dan mampu menghindari serangan mereka dengan lincah. Dia menembakkan lebih banyak peluru perak ke arah musuhnya dan berhasil melumpuhkan beberapa dari mereka.
Sementara itu, Inaba terdiam kaget melihat aksi Nakamura yang begitu lincah dan ahli dalam melawan para yokai. Dia terkesima oleh kemampuan detektif supranatural tersebut.
__ADS_1
Nakamura terus melawan dan dengan bantuan senjata khususnya, dia berhasil mengusir seluruh yokai yang mengejar Inaba. Setelah memastikan bahwa musuh telah pergi, Nakamura menghampiri Inaba yang masih terdiam dan kaget.
"Apakah kamu baik-baik saja?" tanya Nakamura dengan perhatian.
Inaba mengangguk dan berterima kasih pada Nakamura atas bantuan dan perlindungannya. "Saya tidak tahu bagaimana cara saya membalas budi baikmu," kata Inaba.
"Tidak perlu. Ini tugas saya sebagai detektif supranatural," jawab Nakamura. "Sekarang, saya akan membantumu untuk menemukan tempat yang aman. Kita harus cepat meninggalkan tempat ini sebelum musuh kembali."
Inaba mengangguk dan mengikuti Nakamura yang memimpin jalannya. Dia merasa bersyukur telah bertemu dengan seseorang yang begitu kuat dan berpengetahuan luas tentang dunia supranatural.
Malam itu rupanya Nakamura mengajak Inaba ke kuil. Disana Inaba bertemu dengan puterinya yakni Aika. Inaba terkejut dan keheranan bagaimana bisa Aika berada disana lebih dulu. Setelah itu Aika bercerita dalam perjalanan pulang dari les Aika tidak sengaja melihat bahwa Inaba bergabung dengan Zeniko. Aika berpikir pasti ada alasan lain mengapa Ayahnya bergabung dengan mereka. Lalu Aika meminta bantuan Nakamura untuk menolong Ayahnya.
"Maafkan Ayah karena sudah menyembunyikannya darimu Aika" kata Inaba yang masih merasa bersalah
"Tidak apa-apa Ayah" Aika
"Tap" yokai Amata mendaratkan dirinya di depan Aika dan Inaba. Sesama yokai, Aika dan Inaba terkejut melihat Amata berada di sana.
Amata adalah yokai yang berusia kurang lebih 200 tahun. Walaupun begitu dari wajahnya dia masih terlihat sangat muda, energik, dan tubuhnya juga masih terlihat bagus dan berotot. Amata cukup populer di kalangan yokai karena rumor yang beredar bahwa dia sangat kuat dan tidak bisa mati walau sudah di bunuh berkali-kali. Selama ini dia sangat di takuti, belum pernah ada yang pernah mengganggu atau mencampuri urusannya Amata. Sehingga Amata punya kebebasan untuk melakukan apa saja hal yang dia suka.
"A-A-Amata - sama?" Aika, sebenarnya sangat takut tapi dia mencoba tetap tenang.
--------- BERSAMBUNG ----------
__ADS_1