Selalu Dihiyanati

Selalu Dihiyanati
episode 10 ungkapan perasaan


__ADS_3

saat putri hendak berangkat kerja putri bertemu lagi dengan tino.


"hai... mau berangkat kerja"?


"hai... Juga iya mau berangkat nic emang kamu ngapain disini"?


tino yang di tanya begitu jadi salah tingkah sambil garuk kepalanya yg tak gatal:


"sebenarnya aku kesini untuk jemput kamu boleh kan...? nggak ada yang marah kan?


"nggak sama sekali santai saja"


" berarti boleh ya aku antar ke tempat kerja"?


"oke kalau kamu memaksa"


akhirnya mereka pun berangkat ketempat kerja nya putri.


di perjalanan mobil tiba tiba berhenti:


"kok berhenti? rusak ya...mobil kamu"?


"nggak aku cuman mau ngomong sesuatu"


"ngomong sesuatu"?


sambil membeo ucapan tino;


"iya aku sebenarnya suka sama kamu,


kamu mau kan? jadi pacar aku...


kalau kamu belum mau jawab juga nggak apa apa aku tunggu dan akan selalu tunggu".


"gimana ya...? jujur aku baru saja putus dengan pacar aku,


jadi untuk sekarang,


aku pengen sendiri dulu.


pengen cari duit untuk kedua orang tua aku.


jadi aku minta maaf ya...!

__ADS_1


belum bisa nerima kamu,


kalau besok besok aku belum kasi jawaban,


kamu boleh kok menjalin hubungan dengan cewek lain".


"nggak aku akan tunggu kamu sampai kamu nerima aku.


karna aku benar benar cinta sama kamu".


"terserah kamu saja,kita bisa jalan ?


soalnya aku sudah terlambat".


"oke...siap tuan putri".


mereka pun berangkat ke hotel tanpa suara, masing masing dengan pikiran nya sendiri sendiri.


"akhirnya sampai".


Putri berusaha mencairkan suasana yang sedikit beku.


" sebentar jangan turun dulu"


tino turun dan membuka pintu,


"terima kasih"


Putri mengucapkan terimakasih sambil keluar dari mobil dengan tak enak hati karna sudah menolak tino.


"maaf ya... aku belum bisa nerima kamu tapi kita bisa jadi teman kan"?


"iya bisa,


apa shi yang nggak bisa buat kamu"?


"gombal"


sambil sengaja pukul bahu nya tino.


itu shi... sudah jadi kebiasaan putri.


hahahah...

__ADS_1


"ayo masuk gi entar terlambat lho"


kata tino mengingatkan putri karna memang suda waktu nya putri kerja.


"ouw iya aku masuk dulu ya"?


saat putri sudah di depan pintu samping khusus karyawan tino memanggil kembali:


"putri"


dan putri menoleh:


"ya"...?


"sebentar makan siang sama sama ya... aku tunggu di restoran hotel jam dua belas".


Putri berpikir sejenak tadi aku sudah tolak dia okelah aku terima ajakan untuk makan siang


"oke aku pasti datang"


sambil melambai kan tangan untuk tino.


tino pun balas sambil mengucapkan terimakasih. untuk putri karna, sudah mau menerima ajakan makan siang.


sebenar nya tino itu ganteng malah lebih ganteng dari putra tapi entah lah luka yang putra, tinggalkan masih terlalu dalam makanya putri masih takut nerima orang baru.


Putri belum siap terluka lagi untuk saat ini putri memilih fokus dengan kerjaannya.


hari itu putri bekerja dengan semangat tiba tiba yani datang;


"put makan siang yuk".


Putri kaget sambil lihat arloji dipergelangan, tangan nya dia baru ingat kalau dia janjian dengan tino untuk makan siang.


"aduh maaf ya... yan aku nggak bisa aku sudah janji dengan seseorang untuk makan.kamu makan sendiri saja ya"...?


"iya udah dhe yang sudah punya pacar lagi kenalin dong sama pacar barunya".


"dia bukan pacar cuman teman kok".


" teman apa temen"?


yani terus mengganggu putri yani itu teman nya putri disini.

__ADS_1


dia orangnya pengertian makanya putri sangat sayang sama dia.


dan yani juga sayang sama putri mereka sahabat dari kecil yang tak bisa dipisahkan.


__ADS_2