
saat putri tiba di rumah hari telah gelap
perasaan tadi kata putra dia sudah tiba kenapa lampunya nggak di nyalakan.
Putri bertanya tanya dalam hati karna suaminya itu kirim pesan kalau dia sudah dirumah padahal rumah mereka gelap saat hendak membuka pintu
putra juga baru tiba.
entahlah dia dari mana tapi dilihat dari penampilan nya dia begitu berantakan tidak se rapih tadi waktu berangkat.
"lho kok baru nyampe katanya sudah dirumah"
"iya tadi memang sudah dirumah cuman ada urusan maka nya pergi lagi maka nya baru nyampe"
"terus kamu sendiri dari mana?
pergi nggak pamit
belum nyadar kalau sudah punya suami"
"apaan shi lihat thu di hp aku tadi chet kok kamu saja yang nggak lihat"
"mana perasaan dari tadi nggak ada pesan yang masuk dari kamu"
sambil mengambil hp nya dan memperlihatkan pada putri dan memang benar nggak ada pesan yang masuk padahal tadi putri sudah kirim;
__ADS_1
" belum apa apa sudah berani bohong sama suami gimana kalau nanti"
sambil jalan masuk kedalam rumah dan menyalakan lampu.
Putri jadi bingung ini orang kenapa ya pulang pulang kok marah marah.
ya sudah mendingan aku masuk dan masak malam.
setelah selesai masak Putri masuk kekamar hendak memanggil putra.
putri mendengar putra menelpon seseorang dengan berbisik bisik rupanya dia sudah selesai mandi.
"sayang makan malam telah siap ayo kita makan"
Putri sengaja membuka pintu tiba tiba langsung ngomong se olah olah dia tak mendengar apa apa.
" iya maaf... kenapa shi dari tadi marah marah terus"
"kamu makan saja duluan aku mau keluar sebentar nggak usah tungguin aku kalau sudah ngantuk tidur saja duluan."
ketika putra hendak keluar Putri menahan tangannya;
"kamu kenapa shi dari tadi marah marah terus kalau ada sesuatu yang kurang dari aku ngomong dong biar aku benerin dari pada kamu marah marah tak jelas kayak gini"
putra berpaling sambil melihat kedalam mata indah milik putri.
__ADS_1
"aku juga minta maaf karna aku sedikit keras sama kamu sebenarnya ada masalah sedikit dikantor makanya aku buru buru mau kesana"
ketika mencium kening putri dia pun berangkat
setelah itu putri turun dan makan sendiri.
sebenarnya putri tau apa yang dilakukan suami nya diluar sana cuman dia masih memberi waktu dan kesempatan putri tak mau terlalu buru buru membuka semua ini.
putri ingin agar diantara mereka ada yang berani membuka sendiri rahasia.
dan di tempat lain seorang gadis sedang duduk di sebuah restoran ternama dikota itu.
"hai sayang maaf aku telat soalnya shi mandul nahan aku untung aku punya alasan yang kuat
makanya aku bisa keluar"
"hmm emang kalian sudah periksa di dokter kandungan sampai kamu ngomong kayak gitu"
"sudah sayang sebelum menikah kami sudah periksa dan seperti itu hasilnya dia mandul"
"terus kenapa kamu nikahin dia"?
"sayang ...
sambil menggenggam tangan ceweknya.
__ADS_1
"kamu tau sendiri kan aku itu paling nggak bisa ditolak kamu sudah dengar cerita nya kan maka nya dia aku nikahi hanya untuk nafsu dan balas dendam semata dulu memang aku ada rasa untuk dia tapi karna dia selalu menolak aku makanya rasa itu telah hilang yang ada sekarang aku cuman ingin melihat dia menderita."