
pagi ini putri bangun dengan mata yang masih sembab.
karna semalam Menangis dan semalam juga aku sudah berjanji untuk belajar melupakan dan move on sekarang saatnya menata kembali hati yang retak ya mungkin akan sulit untuk melupakan seseorang yang sudah lama hadir dalam hidup.
namun keadaan memaksa untuk harus berakhir
maka akhiri saja dari pada saling menyakiti.
setelah bangun aku berdoa suda jadi kebiasaan aku sejak kecil di ajarin mama sama bapa sebelum memulai hari dan menutup hari harus selalu berdoa.
selesai berdoa rapiin tempat tidur mandi makeup
setelah itu sarapan biasa roti tawar sama selai
dan susu panas sarapan setiap pagi soalnya aku nggak suka yang ribet ribet.
setelah tiba dihotel sudah hampir terlambat saking buru buru nya aku.
" auw"
"aduh kalau jalan pake mata dong"
sambil berusaha berdiri...
"kamu yang harus jalan pake mata kamu yang nabrak aku".
" enak saja kamu yang nabrak aku"
" nggak kamu yang salah udah salah ngotot lagi ."
Kami terus berantem tau kan kalau perempuan ngga mau ngalah.
"kalian apa apaan berantem pagi pagi aduh maafin karyawan saya pak".
kata pak Aman sambil menunduk meminta maaf pada orang itu rupanya dia salah satu pelanggan vip yang selalu nginap di hotel ini.
aku nggak nyadar kalau kami sudah jadi bahan tontonan gratis di pagi ini.
"hei kamu ngapain bengong ayo minta maaf sama pa Tino".
oh rupa nya nama nya Tino,
dari pada masalah tambah besar mendingan minta maaf saja dhe...!
"aku minta maaf ya pak karna jalannya nggak lihat lihat soalnya aku takut terlambat".
"oke aku maafin tapi dengan satu syarat kamu harus bersihkan kamar aku selama aku menginap disini".
__ADS_1
"tapi pak aku bukan cleaning servis".
"aku nggak mau tau kalau kamu mau aku maafin kamu harus terima syarat dari aku".
ketika aku mau ngomong lagi sudah dipotong sama pa Aman:
" sudah lakukan saja apa yang di perintahkan aku manajer di sini jadi aku yang memutuskan kalau kamu putri untuk sementara kamu jadi cleaning servis di kamar nya pa Tino".
"no coment"
setelah pa aman jalan pergi memasuki lift.
laki laki ini jalan memutari aku.
"apakah kamu bersedia nona putri"?
sebenarnya aku bisa saja nolak perintah dia dan pa aman tapi gitu dhe...
aku malas urusin sesuatu yang nggak penting.
maka nya terima saja lah:
"oke lah"
setelah itu aku jalan masuk lift.
"yang bersih ya nona."
brengsek ya...
Itu orang, dia pikir aku babu apa...
setelah berkata begitu diapun pergi meninggalkan lobi hotel.
"put kamu beruntung lho bisa ngobrol sama pa Tino cowo ganteng itu semua karyawan cewe disini nge fens sama dia."
"apa"...?
"nge fens nggak salah tu? nge fens sama cowok nyebelin kayak tadi"?
"dia ganteng lho emang kamu nggak lihat wajah nya seperti opa opa korea gitu"
Masa nyebelin kayak gitu di bilang ganteng ada ada saja teman ku ini.
" ngga usah berlebihan Yan nanti kalau dia dengar bisa besar kepala dia".
"lah emang dia ganteng Put kamu uda rabun ya
__ADS_1
nggak bisa membedakan mana ganteng mana yang jelek".
" nggak tau aa..."
aku pun mengambil peralatan pel lalu pergi ke kamar orang yang nyebelin tadi.
aku harus buru buru kerja agar dia kembali kamar nya sudah bersih dan aku nggak perlu ketemu dia lagi.
semoga saja dia pulang masih lama amin.
belum selesai bersihkan dia nya udah pulang memang sudah bersih semuanya shi...
tapi dia memuji cara kerja aku:
"aku pikir kamu cuman bisa terima tamu doang padahal kamu bisa ya bersihin kamar sampai serapih ini."
sambil memandang sekeliling kamar yang luas ini:
"oke ini tips buat kamu".
"Makasi ya...!
dia memberikan beberapa lembar uang warna merah.
sambil terus lihat aku.
" makasi juga atas tipsnya".
aku bagitu gugup di liatin terus begitu mendingan aku pergi.
"maaf aku permisi soalnya masih ada kerjaan".
"tunggu"
" kenalan dulu dong"
sambil mengulurkan tangan nya untuk aku: "namaku Tino".
" kamu"?
"Putri "
"wow... nama yang cantik secantik orangnya".
"terima terima kasih atas pujian nya aku permisi".
sambil buru buru pergi.
__ADS_1