
sebelum mobilnya tino sampai kerumah aku sudah lihat motornya putra tapi aku cuekin sajalah.
"oke telah sampai "
tino keluar dan membuka pintu untuk aku sambil tangan nya yang satu buka pintu yang satu nya diatas kepala aku :
"silahkan tuan putri "
sambil membuat gerakan selayaknya pelayan di istana istana.
"apa yang kamu lakukan"?
tanya putri;
"melakukan tugas seorang laki laki"
jawab tino santai sambil melihat didepan rumahnya putri.
karna ada seseorang laki laki yang berdiri disitu sambil memperhatikan mereka.
"put dia siapa"?
"bukan siapa siapa terima kasih ya..."
"karna kamu sudah tolongin aku tadi"
"iya sama sama..."
"aku balik dulu ya salam untuk orang tua kamu"
"terima kasih nanti aku sampaikan"
"daaa"...
sambil menunggu mobilnya tino pergi dari halaman rumahnya putri.
"kamu ngapain"?
__ADS_1
"aku pengen ngobrol sama kamu tentang tentang hubungan kita".
"siapa laki laki tadi ?
"pacar baru kamu ?
"belum lama kita bubar kamu udah dapat saja pengganti aku".
"laku juga kamu"
" praaak "
"auw" kamu berani nampar aku"?
sambil megang pipi nya putra nggak nyangka saja di tampar sama putri
"kasar banget shi kamu"
"oh sakit?
" kasihan kamu pikir aku barang yang dijual"?
putra terus berusaha megang tangan putri:
"put aku minta maaf"
"sebenarnya aku masih sayang sama kamu tolong maafin aku"
"aku janji akan memperjuangkan cinta kita".
sambil berluntut dihadapan putri;
"bangun putra sampai kamu nangis air mata darah sekalipun aku nggak bisa nerima kamu lagi"
"oh berarti kamu sudah jatuh hati sama laki laki tadi cepat banget kamu lupain aku berarti selama ini kamu nggak serius sama aku dong."
"dasar perempuan gatal"
__ADS_1
"praak praak"
dua kali putra ditampar;
" terserah kamu mau ngomong apa aku nggak peduli"
langsung masuk kedalam rumah sambil menangis.
hati putri begitu sakit jujur sebenarnya putri masih sayang sama putra cuman putri merasa hubungan mereka sudah tidak sehat
dari pada dipaksain akan menyakiti keduanya
mendingan bubar sebelum terlalu jauh hubungan ini.
"aku akan nungguin kamu disini put sampai kamu maafin aku".
putra terus saja teriak sambil duduk di atas motornya putra yakin putri bakalan keluar memaafkan nya.
namun harapan tinggal harapan malam semakin larut putri tidak keluar.
Putri terlanjur sakit hati putri sudah berjanji pada diri nya dia tidak akan pernah lagi kembali.
ke masa lalu putri ingin memulai hidup yang baru
kalau memang putri akan bertemu dengan orang yang baru dia akan lebih berhati hati menjalin sebuah hubungan.
tapi untuk saat ini luka nya masih terlalu basah
maka dia belum mau menjalin sebuah hubungan.
biarlah semua berjalan dengan semestinya untuk saat ini putri ingin fokus mencari uang untuk kedua orang tuanya.
putri hanya ingin orang tuanya bahagia.
meskipun putri bukan seorang sarjana tapi hanya tamatan SMU tapi dia akan bekerja keras demi membahagiakan mama dan bapa.
karna banyak menangis dan memikirkan kedua orang tuanya putri ketiduran dan tidak tau kalau putra diluar terus menunggu.
__ADS_1
putra terus merutuki kebodohannya karna kata katanya yang terlalu kasar putri belum, memaafkan dia entahlah dia akan menunggu sampai kapan intinya dia ingin menunjukan pada putri kalau dia serius dengan omongannya.