Selalu Dihiyanati

Selalu Dihiyanati
episode 6 tak direstui ipar


__ADS_3

sudah beberapa bulan kami lewati dan jalani hubungan kami semua berjalan dengan semestinya, namun perlahan lahan aku pun tahu kalau saudara nya perempuan tak menyukai ku.


sebenar nya aku tak perduli asalkan dia ada di pihak ku saja aku sudah bahagia namun semua harapan ku tinggal harapan karna dia lebih memilih membela saudaranya.


memang tak mengapa kalau dia membela saudaranya asalkan jangan mempersalahkan aku


aku yang tidak tau apa apa di datangi saudaranya:


"kamu yang namanya putri"?


kebetulan aku lagi kerja,


"iya aku putri"?


"kamu ngga kenal aku "?


sambil menunjuk dirinya sendiri.


"iya maaf aku nggak kenal emang siapa ya"...?


karna memang aku tidak tau siapa dia


"aku ini kakaknya putra".


sambil menunjuk dirinya lagi,


"ouw maaf putra yang mana ya"...?


aku sengaja omong begitu karna aku juga kurang yakin dia saudaranya putra wajahnya beda shi...


dia pun marah dan hendak menampar aku untung aku cepat menahan tangannya.


"kakak maaf ya ini tempat kerja jangan bikin ribut disini".


dia ditegur yani seorang teman kerja aku


untung yani cepat menahan aku kalau nggak sudah aku tampar dia .


dia pikir aku lemah apa dia pikir ini sinetron indosiar apa sabar dulu neng aku tak selemah itu ya.


"put selesaikan dengan kepala dingin jangan pake emosi".


yani memberi nasihat padaku.

__ADS_1


"iya yan makasi ya"...


sambil liat dia.


"apa buktinya kalau kamu saudaranya putra"?


" ouw kamu nggak percaya kalau aku ini saudara nya putra".


" ini lihat ".


menunjukan foto keluarga mereka.


"emang kalau kamu saudaranya trus kamu maunya apa"?


"kamu tanya aku mau nya apa"?


"aku mau kalian putus karna kamu tidak pantas masuk dalam keluarga kami."


"aku nggak sudi punya adik ipar yang kasar seperti kamu kalau kamu masih teruskan hubungan sama putra nanti kamu lihat apa yang aku lakukan sama kamu."


pokoknya ngomong nya panjang kali lebar


sambil jalan meninggalkan lobi hotel tempat aku bekerja.


"sabar dulu dong"


sambil jalan kehadapan dia:


" kamu pikir aku takut dengan acaman kamu nggak ada tuh dalam sejarahnya putri takut sama orang asal kamu tahu aku nggak perduli kalian mau suka sama aku atau tidak itu urusan kalian asalkan saudara laki laki kalian sukanya kan sama aku jadi aku nggak perna perduli".


"pa sekuriti bawa perempuan ini keluar karna dia sudah mengganggu kenyamanan para tamu dan karyawan disini"


sambil di seret sekuriti aku masih sempat dengar dia ngomong :


"kamu lihat sj nanti putra nggak akan berpihak sama kamu dia akan berpihak sama keluarga nya".


sebenarnya aku sedikit khawatir juga dengan kata kata nya tadi aku khawatir putra berpihak pada keluarga nya tapi kalau iya berarti aku harus siapkan mental agar sanggup menghadapi semua ini.


saat aku hendak pulang putra datang ke hotel


aku pikir dia menjemput aku padahal aku salah


"kita bisa ngomong sebentar".

__ADS_1


aku perhatikan mukanya nggak seperti biasa dia kelihatan marah.


entahlah saudaranya sudah ngomong apa sama dia sambil memasukan tangan nya di saku sambil melihat aku yang duduk di bangku di taman hotel.


"aku nggak nyangka kalau kamu se kasar itu sama kakak aku."


"rupanya hubungan kita sudah sejauh ini tapi aku belum mengenal kamu sama sekali."


"aku menyesal nggak pernah dengar nasihat saudara saudara ku agar mengecek latar belakang kamu."


"tapi itu tidak aku lakukan karna aku percaya sama kamu".


" tapi hari ini aku dengar semua dari kakak aku sambil membelakangi aku."


"sudah selesai ngomongnya"?


sambil berdiri dihadapan dia dan tertawa...


"kamu pikir aku boneka yang dengan diam tenang dan senyum menerima hinaan caci maki dan tamparan dari siapa saja gitu."?


sambil melihat kedalam matanya.


"no putra,aku ini manusia yang punya hati dan perasaan".


"kalau kamu nggak terima ya sudah kita udahan sajalah dari pada kita saling menyakiti".


dia malah tertawa haha...


" ouw ya... kamu mau putus dari aku?


ya... sudah kita bubar".


kami pun sama sama pergi,


semua perempuan kalau putus pasti nangis kan?


sama dengan aku saat ini.


puas menangis aku berjanji sama diri aku


kalau aku menangis untuk dia cukup malam ini saja.


ketika fajar datang aku akan kembali memulai hidup yang baru.

__ADS_1


__ADS_2