Selalu Dihiyanati

Selalu Dihiyanati
episode 34


__ADS_3

Setelah itu ibu putra pun pamit karna suda di kasi kode dari anak nya.


"oke sayang mama pulang dulu semoga cepat cepat kasi mama cucu ya sayang"


sambil menyentuh pipi nya putri sedangkan putri berusaha melepaskan diri dari putra.


dia harus lebih tegas kepada suami nya meskipun dia harus berdosa sekalipun


" apa... mau kabur? dari mana kamu?


Kenapa kamu keluar dari rumah nggak pamit sama aku


kamu mau jadi istri durhaka"?


sambil terus berjalan maju sedangkan putri berjalan mundur sampai akhir badan nya menyentuh tembok.


"cukup mas aku cape mas giniin


mas pikir aku boneka "?


" Iya kamu memang boneka nya aku

__ADS_1


emang kamu keluar ngapain diluar awas ya kamu macam macam aku akan mengurung mu dikamar"


"Ngga usah ancam aku masih tau diri mas"


sambil mendorong dada nya putra dan berjalan menuju sofa dan duduk di sana putra mengikuti putri dan langsung menggendongnya dan berjalan menuju kamar lalu membaringkan dikasur dan acara bercocok tanam pun dimulai.


putri suda cape menangis air mata nya suda tidak mau keluar mungkin saja putri menikmati atau menahan rasa sakit saja atau putri suda mati rasa putri sendiri bingung sepertinya hati nya telah membeku perlahan lahan


namun pasti putri sedikit suda bisa menerima rasa sakit ini


putra pun bingung walaupun dia melakukan secara brutal dan kasar namun putri tidak menangis dan memohon lagi namun putri hanya menatapnya dengan tatapan kosong.


"kamu masih putri kan kamu bukan makluk halus yang menjelma nenjadi putri kan"?


"Iya ini aku siapa lagi "?


" tapi kenapa kamu nggak nangis put?


nggak kamu pasti bukan putri istri ku kamu pasti orang lain kan "?


sambil turun dari atas istri nya antara takut dan kawatir putri pun bangun dan berjalan menuju

__ADS_1


kamar mandi ,


"kadang rasa sakit bisa mengubah seseorang menjadi orang lain dan kalau kamu terus menggali luka ini maka aku pastikan kamu akan kehilangan dia di saat hati kamu suda mulai timbul benih benih cinta tapi sayang nya di saat itu orang lain telah datang membalut luka yang kamu ciptakan tadi"


setelah itu putri mengatakan semua untuk putra dia pun masuk di kamar mandi dan mengunci pintu kamar mandi dari dalam dan menagis sepuasnya disana.


dari tadi dia memang sengaja menahan rasa ini agar putra tak lagi melihat kelemahannya putri suda tidak mau menangis di hadapan putra karna dengan menangis dihadapan putra maka dia akan merasa puas karna telah menyakiti putri.


karna setiap kali mereka main dan putri menangis pasti putra merasa puas karna ini semua memang tujuan nya yakni menikahi putri hanya untuk menyakiti nya.


sedangkan putra bingung harus bagaimana supaya putri lebih menderita lagi dia terus berjalan mondar mandir didalam kamar namun


putri belum keluar


"putri kamu di dalam kan Cepat aku juga mau masuk kalau kamu nggak keluar maka aku akan mendobrak pintu ini dan kamu tau sendiri kan apa yang terjadi lagi Aku tau kamu pasti kesakitan kan didalam situ tadi kamu pasti menahan sakit kan Jangan bohong"?


"ayo sayang keluar dong kita main lagi aku belum puas nic cepat sayang".


sambil terus mengetuk pintu kamar mandi


" aku hitung sampai lima kamu suda harus membuka nya".

__ADS_1


__ADS_2