Selalu Dihiyanati

Selalu Dihiyanati
episode 40


__ADS_3

Setelah mereka ngobrol dari hati ke hati


maka tino memutuskan menghantar putri pulang ;


" put kita pulang ya...? Ngga baik lho seorang istri sore sore kayak gini keluyuran".


"tapi no aku malas ketemu dia aku terlanjur sakit hati kamu antar aku ke apartemen delon ya..."


"oke kalau itu mau kamu...tapi masih bisa nyetir kan"?


"masih aku kuat kok..."


Setelah itu putri menuju mobil nya dan tino juga menuju mobil nya ;


"put sabar..."


 putri berpaling dan melihat tino yang berjalan menuju mobil putri.


"kenapa ino"?


Tanpa ngomong apa apa tino membuka pintu mobil putri seperti dulu memoersilakan putri masuk dan seperti biasa menaruh tangannya yang satu nya di kepala putri yang satu nya menahan pintu;


"silakan masuk tuan putri"


Menunduk selayak nya seorang pelayan begitulah cara seorang tino memperlakukan wanita nya dia.

__ADS_1


"terima kasih ino"


Setelah putri masuk ke mobil dan tino pun langsung ke mobil nya mereka pun saling ber iringan kembali ke kita.


Tino berjanji pada diri nya sendiri kalau dia akan selalu menjaga putri meskipun dari jauh apa lagi tadi putri suda banyak curhat sama dia.


"kalau aku mau aku akan menghancurkan perusahan mertua kamu tapi aku tau kamu begitu mencintai suami mu yang tidak tau diri itu"


Setelah beberapa jam kemudian akhir nya mereka sampai juga di apartemen dan rupa nya delon suda menunggu di lobi karna tadi dalam perjalanan tino suda memberitahu delon.


Ketika turun dari mobil tino cepat cepat menuju mobil putri dan membuka pintu mobil dan setelah putri keluar ;


"terima kasih...aku pikir kamu suda lupa dengan kebiasaan itu".


"nggak bakalan lah"


"hai put kamu nggak apa apa kan"?


delon begitu panik saat mendengar kabar dari tino kalau putri nyetir sendirian kepuncak dari itu setelah melihat putri dan tino keluar dari mobil delon cepat cepat menghampiri mereka;


"nggak usah lebay putri nggak apa".


"hei...biasa saja emang siapa yang bertanya pada anda?yang aku tanya itu putri bukan kamu"


begitulah kalau delon dan tino bertemu pasti ujung ujungnya berantem mereka berdua juga sahabat dari kecil tapi jangan salah meskipun sahabat namun mereka tidak akan mengalah dalam soal bersaing .

__ADS_1


mereka selalu bersaing dalam hal apapun begitulah mereka dan putri suda hafal betul kebiasaan mereka;


"emang kenapa kalau aku yang jawab masalah buat lo"?


"ya iya lah putri ini saudara aku dan aku berhak untuk itu kalau kamu tidak punya hak apa apa".


"hahaha...saudara? bangun woi...tidur mu terlalu miring setahu aku kamu anak tunggal"


"memang aku..."


"stop stop berhenti bertengkar seperti anak kecil"


putri nggak habis pikir dengan kedua orang ini setiap kali bertemu bawaan nya berantem terus.


(mereka nggak tau apa kalau aku butuh ketenangan)


putri pun masuk kedalam apartemen dengan hati yang kesal.


dan mereka berdua setelah ditegur putri mereka pun ikut masuk kedalam apartemen


delon pun berjalan menghampiri putri yang duduk di sofa;


"put maafin aku ya..."


dan tino juga ikut ikutan duduk disamping putri dan meminta maaf;

__ADS_1


"aku juga minta maaf ya...put"


"iya aku maafin lain kali nggak boleh kayak gitu lagi karna aku sekarang ini butuh ketenangan bukan nonton kalian berdua ribut "


__ADS_2