Selalu Dihiyanati

Selalu Dihiyanati
episode 13 menikah


__ADS_3

hari yang ditunggu tunggu akhirnya tiba juga. putri juga tak lupa memberitahukan kabar, bahagianya ini untuk tino.


agar tino tidak berharap padanya saat itu putri dan putra lagi fiting baju pengantin dari situ putri ambil kesempatan untuk menghubungi langsung tino:


Putri: triing tring terdengar nada sambung diseberang beberapa menit kemudian Tino pun angkat;


tino : "syalom put"?


Putri: "syalom pha kabar no"?


tino :" kabar aku baik".


putri:" sebenarnya aku nelpon kamu... mau ngomong sesuatu ".


Tino : "ngomong apa ?ngomong ajha kok resmi banget".


putri : "tapi maaf sebelumnya cuman lewat telpon saja, aku cuman mau bilang kamu nggak usah tunggu aku lagi, soalnya entar lagi aku menikah sama putra".


tino: "apa... menikah"?


putri:"iya no...maaf ya..."?


tino:"(......?)hening tino kaget dan kecewa


Putri : "hallo no... Tino? Kamu masih dengar aku kan"?


tino:" iya iya aku dengar ".

__ADS_1


putri"kamu nggak marah kan? malam itu yang kamu anterin aku ke rumah kakak aku itu sebenarnya aku sudah ditungguin oleh keluarga putra mereka datang untuk melamar aku.


aku mau tolak aku nggak tega soalnya kakak aku sudah terlanjur suka sama putra."


Tino :" iya nggak apa apa mungkin kita berdua bukan jodoh kamu jodohnya sama dia".


memang putri nggak lihat wajah tino tapi putri merasa kalau tino pasti sakit hati dan kecewa bangat.


Putri :" oke kalau gitu aku tutup ya ...ouw iya jangan lupa datang ke pernikahan aku nanti aku kirim undangan nya ke alamat kamu."


setelah tutup telpon putra pun datang untuk mengecek putri sekalian lihat penampilan calon istrinya itu;


" hai sayang....wow cantik sekali istriku ini sampai nggak kenalin lho".


"masa shi...gombal"


"makasi ya... atas pujiannya kamu juga ganteng pake jas ini".


"memang aku ganteng sayang".


sambil penggang krak kemeja putih nya semua yang disitu pun tertawa mereka pun berfoto ria bersama.


dan akhirnya mereka berdua pulang.


Putra dan putri pun sama sama jalan ke parkiran putri berpikir kalau putra akan mengantar nya pulang.


dan memang harus begitu kan padahal ini nggak seperti yang putri pikiran kan ketika putri mau membuka pintu mobil;

__ADS_1


"sayang kamu pulang dengan taxi saja ya soalnya aku masih ada urusan penting dikantor".


"okelah... kalau gitu tapi kamu pesanin ya"...


"aduh maaf sayang aku nggak bisa aku buru buru nic... aku jalan ya".


putra pun pergi begitu saja.


kita mau menikah atau bagaimana...shi putri cuman bisa berdiri mematung dan melihat perginya putra sampai menghilang diujung jalan.


tapi putri tak mau berpikir negatif dari itu putri memesan taxi online untuk mengantar nya pulang.


sampai dirumah putri menyiapkan diri untuk minggu depan sudah menikah dari itu perlu maskeran, creambath dan luluran semua dilakukan secara rutin.


hingga hari yang ditunggu tunggu pun tiba. mereka melangsungkan pernikahan dengan hikmat mempelai pria sudah menyiapkan.


semuanya dari menyewa gedung hotel dan ketrin semuanya sudah disiapkan oleh keluarganya. putra.


keluarga putri memang ingin mengambil bagian juga cuman tak diizinkan oleh keluarga putra. karna katanya keluarga putri terima beres saja dan yang diundang kebanyakan dari kenalannya keluarga putra.


Kalau putri paling teman temannya putri dihotel dan juga kakak kakaknya putri dan orang yua dari putri akhirnya mereka berdua saat itu dinyatakan sah dimata Tuhan dan manusia.


selesai itu putra memboyong istrinya ke hotel karna putri sudah terlalu capek wajahnya sudah letih;


" kamu mandi sayang setelah itu tidur ya... kita tunda dulu malam pertama kita kamu kelihatan cape".


"makasih ya... atas pengertian nya".

__ADS_1


__ADS_2