
Setelah memutuskan telpon dari mama nya maka putri langsung masuk kedalam kamar kunci pintu dan langsung berdoa dan meminta petunjuk sama yang kuasa.
sedangkan di rumah putra telah kembali dan mencari putri di semua sudut rumah dan ruangan yang ada di rumah namun dia tak menemukan putri,
kemana itu perempuan? suda sore kayak gini suami pulang bukannya siapin kopi ke apa gitu ini malah keluyuran kemana ?
sambil masih mencari keberadaan putri tiba tiba bel didepan berbunyi ;(ting tong ting tong )
"iya sabar...
itu pasti dia dari mana shi sampai suda jam segini baru pulang pengen di hajar lagi kayaknya "
sambil berjalan ke pintu untuk membuka pintu, tapi setelah membuka pintu bukan putri tapi mama nya yang didepan.
"kenapa wajah kamu bingung kayak gitu?
kaget lihat mama
ada apa sayang art kamu mana?
kok kamu yang buka pintu dan putri mana"?
sambil mencari putri di ruangan itu putra pun menutup pintu
"pergi ma dari tadi aku juga nggak tahu kemana"
__ADS_1
"emang dia nggak pamit sama kamu"?
"Nggak kok mam".
"perempuan macam apa itu pergi ke mana mana tanpa pamit ke suami kamu perlu didik dia putra
dia itu istri kamu".
"oke mam nanti dia pulang baru aku didik dia" sesuai dengan aturan aku"
"oke mama percaya sama kamu...
oh iya kalau ayu gimana bagaimana kandungannya baik saja kan"?
bagaimana kalau putri tau kalau aku suda punya istri sebelumnya ?
"ngapain takut sama dia biarin saja dia tau lagian kamu menikah dengan dia karna balas dendam kan?
mama juga nggak mau anak mama yang ganteng ini di tolak sama perempuan apa lagi perempuan kayak si putri ,
pokoknya kamu harus rahasiakan semua dari dia dulu
untuk sekarang karna kalian kan baru saja menikah tunggu beberapa bulan lagi baru kamu cerai in dia supaya dia juga bisa rasa betapa sakitnya kalau ditolak".
"beres mam serahin saja semua sama putra orang kayak putri itu gampang dibodohi".
__ADS_1
" hahahaha"
"hahaha"
" Anak mama kok mirip si kayak mama"
mereka berdua tertawa terbahak bahak tanpa sadar kalau putri suda mendengar semua nya diluar dari tadi karna saking semangat nya mereka membicarakan putri sampai mereka tidak sadar putri membuka pintu dan suda mendengar semua.
putri merasa sangat hancur namun dia tak mau menunjukan kelemahannya di hadapan suami nya dan mertua nya dia akan berusaha kuat meskipun sangat sakit perasaannya putri tak menyangka kalau mertua nya telah menutupi perbuatan bejat anaknya orang tua macam apa ini sampai sampai anak nya mempermainkan perasaan dan hati perempuan tapi beliau malah mendukung dan memuji kalau sifat dan watak anak nya mirip seperti diri nya.
ibu macam apa ini?
putri pun pura pura batuk dan langsung mengucap salam;
" hem hem syalom ..."
sambil masuk dan mencium tangan suami nya dan mertua nya walau bagaimana pun putra masih suami nya dan ibu putra masih mertua nya maka nya dia harus menghormati.
"oh sayang kamu dari mana sayang mama cari in kamu lho mama pengen jalan jalan dengan kamu bisa kan putra"?
"jangan lah mam putri kan baru pulang dia pasti cape lagian kami kan penggatin baru jadi kami harus banyak menghabiskan waktu di kamar iya kan sayang"?
sambil memeluk pinggang putri.
meskipun masih sakit tapi putri menahan nya sambil tersenyum putri mengiyakan perkataan putra.
__ADS_1