
sedangkan di mobil pa rahmat dan istri nya lagi memperdebatkan masalah tersebut ;
"ayah kenapa shi nggak ngomong saja ke mereka yang sebenar nya?
si ayu juga kenapa mau saja di madu ya... walaupun untuk sekarang putra nggak punya perasaan apa apa sama si putri tapi kita nggak tau kedepan nya gimana kan?
Bunda kecewa sama putra dihadapan kita wajah nya polos banget padahal asli nya kurang ajar"
"sudalah bunda ayah tadi nggak mau memaksa mereka untuk ngomong karna ayah kawatir dengan kondisi ayu dia kan lagi hamil jadi ayah nggak mau dia tertekan,
ayah juga kecewa sama putra bisa bisa nya dia mempermainkan anak seorang rama seperti nya dia belum terlalu mengenal ayah".
" tapi tadi bunda lihat dia pucat lho "
"iya ayah juga lihat tapi biarin saja ayah akan menyadarkan dia dengan cara ayah sendiri dasar menantu tak guna hidup masih tergantung dengan harta orang tua tapi so sok an kawin dua"
" suda yha jangan terlalu emosi ingat lho darah tinggi nya ,
kalau ayah sakit bunda gimana nasib nya".
"iya bunda ayah janji nggak marah marah kok lagian ayah selalu kontrol emosi dan siapa juga mau sakit "?
__ADS_1
"bagus lah kalau ayah berpikir begitu karna sebentar lagi kita akan bertemu dengan cucu kita maka nya kita harus selalu sehat supaya ayu nggak kepikiran dan nanti kalau melahirkan di lancarkan Tuhan amin."
sedangkan putri masih dalam perjalanan tiba tiba putri ketemu dengan Tino;
laki laki itu seperti nya aku kenal ? Karna putri melihat seorang laki laki yang sedang memasang ban mobil di pinggir jalan awal nya putri nggak terlalu peduli namun semakin dekat mobil nya dia bisa melihat kalau orang tersebut adalah Tino bisa dibilang mantan pacar juga temannya.
putri langsung berhenti di belakang mobil nya Tino dan langsung keluar menyapa Tino;
" hai no..."
tino mengangkat wajah nya dan dia terkejut dan juga rindu karna dia bertemu lagi dengan pujaan hati nya yang saat ini suda menjadi milik orang lain.
tapi tunggu kok wajah nya kelihatan seperti baru selesai nangis.
Sambil melihat kedalam mobil putri kawatir saja ada suami putri didalam mobil soalnya mereka kan penganten baru jadi pasti nya kemana mana pasti berdua tapi kok ini putri sendiri dan wajah nya juga muram sekali,
"Put kok Kamu sendiri ?
dan kamu mau kepuncak juga ?
Oh aku tau suami kamu pasti sudah di puncak kan?
__ADS_1
Cie cie yang honey mon di puncak nic ye "
"Honey mon honey mon kepala lu..
aku jalan sendiri pengen menyendiri saja"
"kok penganten baru jalan sendiri "?
"Emang kenapa?udah lah aku mau jalan
mobil kamu nggak apa apa kan"?
"iya mobil aku ngga apa suda di perbaiki
Trus kamu yakin bisa nyetir sampai ke puncak? jauh lho".?
"ya... aku tau kok puncak itu jauh
tapi aku suda biasa kok dan nggak usah kepo dengan hidup aku bay .."
Setelah itu putri hendak masuk ke mobil nya namun Tino cepat cepat menahan pintu mobil putri dia tidak mungkin membiarkan putri nyetir dengan keadaan nya seperti ini ;
__ADS_1
"put kamu lihat kesana ada danau kita ngobrol dulu sebentar disitu aku tau kamu lagi ada masalah dan kamu tau kan perasaan aku ke kamu kayak gimana ,
jadi aku nggak akan membiarkan kamu nyetir sendirian baru dengan keadaan kamu yang seperti ini".