
"pertanyaan pertama saja kau tak bisa jawab. lalu buat apa kau bangun jika semua itu menjadi beban pikiranmu di masa mendatang lagi? " ucapnya
"aku memang tak bisa menjawab pertanyaan pertama, tapi apa aku bisa melewati yg pertama dan mencoba menjawab yg selanjutnya?" ucapku
"hmm, kupikir itu bisa "
"baiklah. kedua, apa kau akan menyalahkan dirimu lagi jika ada suatu masalah nantinya? " ucap nya
"aku tidak tau, tapi kurasa aku akan mencoba tidak melakukannya lagi " jawabku
"kuanggap kau sudah menjawab nya. "
"baiklah pertanyaan terakhir, apa kau bisa memaafkan mereka yg dari masa lalu dan memulai hidup baru? " tanya dia
aku tersenyum mendengar itu.
"aku akan berusaha melakukan nya " ucapku
"eh-..
aku terkejut sesaat menjawab nya, ada cahaya yg menyilaukan mataku
" pertanyaan kali ini cukup sampai disini, aku akan tetap disini menunggumu kembali untuk memberi mu berbagai pertanyaan. semoga kau bisa menjawab semua pertanyaan nya, see you" ucapan terakhir yg kudengar darinya sebelum aku terbangun
saat aku membuka mataku aku sudah kembali ke ranjang rumah sakit, di samping ku ada lyla yg sedang tidur.
semoga ini adalah kenyataan yg sesungguhnya, aku tidak ingin terjebak selamanya di mimpi itu.
tapi.
entah kenapa..
aku lagi lagi...
Terbangun dengan keadaan tangan dan kaki di ikat?!!
aku ingin berteriak minta tolong, tapi takut membangunkan lyla 😣
__ADS_1
haah, baiklah aku menyerah. setelah terlalu lama terjebak di mimpi itu, aku rasanya tak punya tenaga untuk memberontak lagi...
ruangan ber ac. rasanya dingin walau aku sudah memakai selimut ditambah lengan ku yg di jadikan bantal oleh lyla, rasanya tetap dingin.
masker oksigen, infus. aku muak melihat benda ini. aku ingin terbebas dari rasa sakit, penyakit dan rumah sakit ini.
jam berapa sekarang? berapa lama aku tertidur? apa fina juga sudah bangun? apa ia mengingat kejadian saat berada di mimpi ku tadi? apa suara yg membantu ku tadi benar adalah sifatku yg sebenarnya?
ugh terlalu banyak pertanyaan, setiap kali aku memikirkan sesuatu pasti muncul berbagai pertanyaan, apa itu sebabnya kunci untuk keluar dari mimpi burukku adalah menjawab semua pertanyaan ini?
*hee kau masih mengingatku ya, kupikir aku akan di lupakan olehmu setelah mimpi itu berakhir haha* ucap
eh...
"kau?! kenapa kau bisa berada disini? bukankah kau hanya bisa muncul saat aku berada di mimpi itu ?" ucapku dalam hati
*hmm entahlah, mungkin kau berpikir aku nyata dan wush aku tercipta dari kepercayaan mu itu. tapi jika kau memberikanku sebuah nama mungkin itu lebih baik * ucapnya
"begitu. ku beri nama bayangan ajah hehe" ucapku dalam hati
"owh kau sudah bangun rupanya al, bagaimana perasaan mu sekarang? " tanya kak yola yg sudah masuk ke ruangan tanpa kusadari
" baik, tapi masih lemas"
"kak bisakah kau membukakan tali yg " ini, pliss" pinta ku
"Tidak, sebelum kau benar-benar kuat untuk pergi ke sana " ucap kak yola
"kesana? maksud kakak? " ucapku
"ah, aku ingat. ttapi kali ini ku hanya ingin meregangkan lengan ku. kakak lihatlah lyla tertidur di tubuhku? " ucapku
"baiklah akan ku lepaskan, tapi janji jangan pergi kemana mana dulu. sebelum kau kuat untuk berpergian " ucap kak yola
ia menghampiriku, melepaskan ikatan nya
"makasih kak "
__ADS_1
" tapi, berapa lama aku tertidur? jam brp sekarang? " tanya ku karna jam tangan ku berada di meja
" kau tertidur selama 3 hari, sekarang jam 10 malam. kuharap kau akan lebih mendengarkan kami, dan jangan berbuat gegabah lagi "
suasananya canggung, aku sudah tidur selama 3 hari? selama itukah aku berada di mimpi itu?
"tidurlah, jika tidak aku akan membiusmu lagi " ucap kak yola sembari menyiapkan suntikan
"tidak jangan buat aku tidur, jangan beri aku bius. aku tidak mau tidur lagi, biarkan aku terjaga malam ini" pinta ku
"kenapa? mimpi buruk? " tanya kak yola
"ya, dan aku takut tak bisa bangun lagi jika aku tertidur " ucap ku
"jangan berpikir seperti itu! aku tak ingin kehilangan siapapun lagi" ucap kak yola
saat aku melihat wajah nya aku terkejut, ia menangis di depan ku, menangis untukku
air matanya menetes ke bantal ku, aku ingin mengusap air matanya. tapi kurasa terlalu jauh dan tak bisa kugapai
"aku akan bertahan selama mungkin, jika saja penyakit ini tak bisa sembuh"
"peluk? " ucapku
dengan cepat ia memelukku. ia memeluk bagian perutku dengan kuat, semoga dengan ini perasaan nya akan lebih baik
tapi pelukannya agak terlalu kencang. itu membuat luka di perut ku kembali terasa, tapi lebih baik begini dari pada ia memendam rasanya
aku takut ia merasa sakit yg sama sepertiku.
aku mengusap kepalanya dengan lembut, rambut nya yg halus membuatku ingin terus menyentuh nya
tapi kurasa ia telah tertidur.
ugh sesak rasanya di peluk oleh 2 gadis ini. tapi rasanya hangat, aku ingin menikmati malam di pelukan mereka selama mungkin.
...---------------- Bersambung ----------------...
__ADS_1