
💦saat aku tak sadarkan diri
"kak gimana ini?! , Alvin pingsan, viin ayo bangun! " kata fina
"suster!! " teriak kak cherry memanggil bantuan
"iyah dok? " tanya suster
"tolong bawa anak ini ke ruang rawat, segera yah"kata kak cherry
" baik dok" jawab suster meninggalkan ruangan
~beberapa menit kemudian
mereka membawaku ke ruang rawat. kenapa aku tau itu, karna fina menceritakan ini padaku setelah sadar.
setelah di periksa
"kak gimana keadaan Alvin? " tanya fina kepada kak cherry yg baru saja selesai pemeriksaan
"nafas nya tersengal sengal, tapi sudah ku beri masker oksigen. kurasa dia mempunyai asma" jawab kak cherry
fina merasa sedih karna sebagai petugas UKS harusnya mengerti keadaan teman nya yg sedang sakit.
"oh iya, bagaimana dengan perutnya?" tanya fina yg penasaran
"masih di periksa teman kakak, nanti dia juga keluar" jawab kak cherry
setelah beberapa menit menunggu teman kak cherry akhirnya keluar dari ruang rawat. oh ya ini adalah ruang rawat tunggal, ruang ini bukan seperti ruang ICU melainkan ruang rawat tunggal
"bagaimana keadaan nya? " tanya kak cherry
__ADS_1
"tidak baik, salah satu ginjalnya kurasa mengalami kerusakan" kata teman kak cherry
"apaa?!, apa bisa di sembuhkan kak? " tanya fina yg mulai ketakutan
"bisa, tapi dengan operasi pengganti ginjal" kata teman kak cherry
"bagaimana aku mengatakan ini padanya? hiks " kata fina yg mulai menangis
"aku yg akan mengatakan ini padanya, kau jangan bersedih" bujuk kak cherry
🍂🍂beberapa jam kemudian
"erghhh, dimana ini?? " kata ku yg mulai sadar
"ahh kamu sudah bangun?, ini minum air putih " kata fina
"apa yg terjadi? "tanya ku
" jam berapa ini? "tanya ku yg melihat langit yg mulai berwarna biru gelap
"sekarang pukul 18:30 , kenapa? " jawab fina
"astaga!!, aku harus pulang nanti di marahi lagi! " kataku terkejut yg langsung melepaskan masker oksigen dan akan berlari menuju pintu
"arggh, kenapa ini? sesak" kataku yg mulai berjalan pelan dan akhirnya ambruk lagi
"finn-naah,,, " kataku, sambil nafas tersengal sengal
"alvin!!" teriak fina langsung membopongku ke tempat tidur, lalu memakaikan lagi masker oksigen
setelah beberapa menit nafas ku mulai normal
__ADS_1
"fina, kenapa aku merasa sesak, biasanya tak sesakit ini, sakit perutku memang sudah hilang tapi kenapa sekarang dadaku sesak sekali ?!" tanya ku
"emmm, sebenernya, kamu.... mempunyai asma, dan kerusakan pada salah satu ginjal " jawab fina yg mulai sedih kembali
"ap- apa?!, lalu kenapa baru sekarang sakit nya mulai terasa?, padahal biasanya hanya sekadar sesak kehabisan nafas dan mules doang, kenapa jadi seperti ini?!" jawab ku yg terkejut mulai meneteskan air mata
"aku tak bisa mengatakan ini pada mereka, jika tau mereka akan merasa sedih" sambung ku yg mulai menguasai emosiku
"kau harus mengatakan nya, walau ini kabar buruk, kan masih bisa di sembuhkan?! aku bisa membantu biayanya, jangan khawatir" bujuk fina
aku menggelengkan kepala, karna kalian tau kondisi keluarga ku bagaimana? aku tak mau merepotkan hanun dan roy.
"aku mempunyai keluarga yg buruk, aku tak mau merepotkan pacar, teman ku dan kamu sendiri" kataku yg membuat fina bersedih lagi
"kalau begitu kau harus meminum obat nya tiap hari " jawab fina
"aku akan membelikan nya secara cuma-cuma, dengan syarat kamu harus meminumnya secara rutin, dan ini hanya untuk adikku tersayang. " sambung kak cherry yg memasuki ruangan
/menggelengkan kepala
"aku tidak bisa menerima ini, aku akan membeli obatnya sendiri" jawab ku
"kalau begitu yg ini kau harus menerima nya" kata teman kak cherry sambil memberikan benda seperti peluit kecil
author : saya tak tau pasti apa itu, namun saya hanya tau bahwa benda itu di pakai saat asma kambuh dengan menghirupnya
"emmm apa itu " kataku dengan polos
"ini adalah.... untuk menghentikan kambuhnya asma mu" kata teman kak cherry
~bersambung
__ADS_1