
“ btw kenapa kamu pake hoodie di sekolah? ” ucap Fu
“ gpp cuman dingin aja, lagian nggak di larang juga kan ” ucapku
~kriiiiing
bel istirahat telah berbunyi
“ kantin yok ” ajak Fu
“ oke. ” jawabku
saat akan keluar kelas, bahkan para siswa sudah menunggu kedatangan ku di deretan dinding dengan bisik bisik tentang ku.
aku berjalan sambil merasa aku berada di masalalu. tidak mau mendengar ocehan mereka aku menutup kepalaku dengan hoodie dan memasukkan tangan ke dalam saku.
“ emm kau kenapa lagi? demam? disini nggak sedingin itu kok ” ucap Fu yang khawatir
aku tidak menjawab nya dan tetap berjalan lurus ke arah kantin.
“ ayo Lupain dong Masa gitu doang overthinking sih, jangan mikir ke situ, mereka nggak jahat kok ” ucap ku dalam hati,
* Kau kira mudah lupain masa lalu yang suram itu hah, aku sudah bilang kan kalau kita harus berdamai dengan masa lalu *
“ aku tidak ingin mengingat itu lagi, tapi kenapa?.. ”
__ADS_1
‘ Anak pembuat onar, muka dua, playboy, penipu, b*j*ng*n, B*NGS*T ’
“ suara itu.. ” ucapku, tidak sengaja mengatakannya
“ hah, suara apa? ” tanya Fu
“ enggak kok, kamu duluan ke kantin ya aku mau ke kamar kecil dulu ” ucapku
“ owh, nggak mau di temenin? ” tanya Fu menggoda ku
“ enggak usah aku mau sendiri ” jawab ku berbalik badan tanpa melihat wajah nya
“ sakit beneran yah ” ucap fu lalu lanjut berjalan ke arah kantin
aku pergi ke taman, untuk menemui lyla yang sedang mengerjakan tugas bersama teman masa kecilnya.
“ kau bawa obat penenang nggak? ” tanya ku pelan dan hanya lyla saja yang mendengar nya
“ apa yang kakak mau lakuin pake obat itu?! ” ucap lyla sedikit meninggikan nada bicaranya
karna curiga lyla memegang tanganku yang sedang gemetar ketakutan, keringat dingin juga sudah membasahi rambut dan leher ku.
“ kau kenapa kak? apa karna luka itu? ” tanya lyla makin membuatku ingat mereka
sontak tangan ku menggenggam balik tangan lyla dengan erat.
__ADS_1
“ ah sakita kak, lepas ” rintih lyla kesakitan
aku yang tersadar dari suara nya langsung melepaskan genggaman ku. tanpa meminta maaf aku berlari masuk ke gedung sekolah. dan tanpa sadar angin membuat wajah ku terlihat yang semula samar-samar tertutup hoodie.
dengan cepat siswa mengerumuni ku dan menghentikan langkah ku. aku mencoba untuk tetap tenang di tengah kerumunan itu, dan segera pergi
“ kak boleh tanya?, kak kenapa kakak bisa mendapat nilai sempurna saat ujian, kak, kak ” tanya mereka yg tidak sabaran memeberikan pertanyaan beruntun kepada ku
* mereka ini membuatku ingin! *
“ Diam, aku tak mau mengulang kesalahan yang sama 2 kali ”
“ SUDAH CUKUP KEMBALI KE AKTIVITAS KALIAN, SEBELUM SAYA CATAT NAMA KALIAN ” ucap seorang guru dengan lantang
para siswa pun membubarkan diri dan mulai melakukan aktivitas mereka sebelum nya.
“Apa kamu nggak papa al?- ” tanya guru bk dan terpotong setelah melihat aku memegang tanganku lainnya yg gemetar.
“ tidak perlu khawatir aku hanya tak terbiasa dengan keramaian tadi, jika aku sudah menenangkan diri mungkin sudah agak lebih baik ” ucapku agar tak membuat guru bk memberi tahu kak yola yg sekarang sedang bekerja.
“ kalau begitu pergi lah ke perpus, kebanyakan anak yg anti sosial akan pergi kesana agar terhindar dari keramaian ” ucap nya memberi solusi cepat
“ Terima kasih bu ” jawabku dengan senyum lebar di wajah namun tangan masih gemetar tanpa henti
memikirkan masa lalu membuat ku selalu tak tenang.
__ADS_1
...---------------- Bersambung ----------------...