Selalu Salah Di Mata Orang

Selalu Salah Di Mata Orang
berpikir


__ADS_3

“ Alvin sebaiknya kau kurangi kebiasaan mu yg terlalu overthinking akan segalanya. kau harus ingat kami ada di sampingmu, kau harus bertahan oke? ” ucap kak yola yg sedang melihat hasil tes kesehatan ku


aku tak menjawab nya sepatah kata pun. aku masih tak Terima perlakuan mereka tapi...


“ haah, baiklah sekarang mari kita lihat bekas luka mu ” ucap kak yola


“ ganti perban aja kan? ” ucapku sembari melepaskan baju


“ tidak, harus nya kita memeriksa juga organ dalam yg pernah terluka dulu” ucap kak yola sembari mengambil alat nya.


“ apa ?! tapi- ” ucap ku terpotong, kak yola menutup mulutku dengan tangan nya


“ shhh, aku tanya kapan pertama kali orang itu menusukkmu? berapa tahun kau menerima luka itu, apakah kau sudah memeriksa organ dalam mu terakhir kali? ” ucap kak yola tak bisa ku bantah


“ dan apa kau pernah dengar tentang, 'imun seseorang akan melemah jika mereka terlalu setres'? ” lanjutnya namun aku hanya mendengarkan ocehan nya


“ aku kembali, eh... ” ucap lyla yg baru saja kembali dari membeli minuman di mesin otomatis di luar rumah sakit

__ADS_1


ia tak heran pada apa yg terjadi, mungkin karna kak yola sering memarahiku.


“ kenapa malah melamun ayo buka perban mu. jika kau ingin minum, maka selesaikan dulu ini ” ucap kak yola geram melihatku terus memperhatikan lyla yg sedang membawa minuman


mendengar itu, dengan cepat aku membuka perban ku dan merebahkan tubuh di ranjang.


“ lihat, harusnya ini ditangani dengan di jahit, namun karna hanya di balut dengan kain jadilah begini. kau beruntung masih bisa bertahan hingga sekarang ” ucap kak yola


ia membersihkan luka ku, lalu membalut nya dengan perban baru. setelah ocehan kak yola tadi suasana menjadi canggung dan tak ada yg memulai bicara.


tau tau aku sudah dalam mimpi bersama nya


“ Hoaaam.... eh. Eehhhh. kok aku bisa disini? perasaan tadi aku lagi merhatiin lyla deh bentar, kok bisa langsung masuk ke mimpi sih... ”


aku melihat sekitar hanya warna putih yg terlihat. sampai ia memunculkan diri namun tak menghadap ke arah ku.


“ hei, knp? apa kau masih marah karna mereka? ” tanya ku

__ADS_1


* Tidak. aku tidak marah hanya saja. aku sangat ingin tak terbelenggu oleh sifat kita yg tak bisa langsung memaafkan. *


* Walau di lihat dari luar kita seperti seorang yg punya kepribadian baik dan mudah memaafkan. tapi sebenarnya kita ingin sekali melupakan dan tidak terlalu memikirkan perbuatan mereka *


* Harusnya kau melakukan sesuatu agar rasa ini tak semakin menjadi, dan berakhir meledak. untuk apa aku menyuruh mu melawan mereka, untuk apa aku berbuat nakal dan tak bisa dikendalikan? *


“ aku tau itu, kita selalu menyimpan semua emosi yg membuat dampak negatif, tapi malah berakhir menjadi balon yg bisa saja meledak dan mengeluarkan semua emosi itu. ”


“aku juga tau kau terbentuk dari diriku yg ingin melepaskan beban itu, tapi... aku juga tak bisa melepaskan nya sewaktu waktu. ”


* jadi kau ingin memendam nya selamanya begitu? jika kau sudah paham, maka dari itu-


aku mengangkat tanganku mengarah ke mulutnya. mengatakan bahwa aku ingin pembicaraan ini berhenti. lalu aku menggelengkan kepala. ia hanya membalasnya dengan gertakan gigi menandakan dia geram.


... -------------- Bersambung ----------------...


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2