
“ Aku pulang ” ucap ku
“ okairinasai nii-san ( Selamat datang kak) ” ucap lyla
ia menyambutku dengan memakai bando kucing dan pose kucingnya.
“ ih apasih, dasar otakku anime (org yg suka nonton anime)” ucap ku
“ hehe, ayoo makan. udh ku hangatin lagi tuh kan enak kalo makan bareng gini ” ucap nya
“ haah, iya iya... ini aku juga udh laper ” ucap ku
beberapa saat kemudian setelah hampir menyantap setengah piring, ada panggilan telepon dari kak yola di HP lyla.
“ halo kak ” ucap lyla
💬 “ halo lyla, sekarang kau dan Alvin lagi ngapain? ” tanya kak yola, aku juga mendengarnya karna lyla menyalakan mode speaker
“ aku dan kak al lagi makan, kakak udh makan blm? ” ucap lyla berbalik tanya
💬 “ blm, tapi aku ingin Alvin datang ke rumah sakit ” ucap kak yola
💬 “ kamu tenang aja, ini cuman pemeriksaan lukanya kok ” lanjutnya
“ owh ok kak, setelah makan kami bakal kesana ” jawab ku terdengar kak yola
“ kakak mau coba nggak masakan kak al hari ini, masih ada sisa banyak kok” tanya lyla
💬 “ wah beneran, kakak pastinya mau lah hehe ” jawab
“ Oke kak, semangat kerja nya 😼 ” ucap lyla lalu mengakhiri panggilan
setelah selesai makan dan siap siap, kami berangkat ke rumah sakit sambil membawa bekal makanan untuk kak yola
kami kesana menaiki bis. saat sampai hati sudah menjelang malam dan udara semakin dingin, apalagi kalau harus masuk ke dalam rumah sakit yg menyalakan AC setiap saat ( maybe?)
aku berjalan menuju ruang kerja kak yola, agar tak sepi aku membuka topik pembicaraan terlebih dulu
“ fuuh dingin sekali, apa lagi saat malam hari ” ucap ku mengeluh padahal sudah memakai jaket dari kak cherry dulu.
“ mungkin karna emang kakak lagi nggak enak badan, hari ini juga kak al kenapa ingin sekali minum obat penenang. kakak kan tau tanpa izin kak yola- ” terang lyla, terpotong
“ aku tau... ” jawab ku cepat
hening sesaat, namun kami telah sampai di depan ruangan, saat membuka pintu hanya ada suster yg sedang mengurus berkas pasien.
“ maaf Sus, ada dimana dokter yola? ” tanya aku
__ADS_1
“ owh, sekarang dokter sedang memeriksa pasien di kamar no 102 ” jawab nya
“ baik, makasih suster ” jawab lyla
kami langsung pergi ke resepsionis untuk menanyakan keberadaan kamar no 102 , agar tidak tersesat nantinya hehe
“ kalian bisa pergi ke..... ” ucap nya
setelah mendapat informasi kami pergi ke lantai 3 memakai lift, setelah beberapa kali jalan kami menemukan kamar nya.
kamar no 102 terletak di bagian kamar VIP, haha tak kusangka. aku baru tau jika di rumah sakit juga terdapat kelas VIP. mungkin disana kamar rumah sakit terlihat seperti di dalam kamar hotel.
~tok tok tok
kami mengetuk nya dan di sambut suster dan terlihat di dalam terdapat beberapa org menjenguk pasien
“ ada yg bisa saya bantu dek? ”
“ oh, aku ingin bertemu dokter yola ” ucap ku
“ tentu, setelah pemeriksaan selesai dokter akan menemui kalian. kalian bisa tunggu sebentar ”
“ iya, makasih suster ” jawab ku di balas senyum nya
sontak lyla menutup mataku dengan kedua tangannya
“ iya iya, sekarang lepaskan tangan mu ” ucap ku
“ tidak sebelum kak yola datang ” jawab lyla dengan nada kesal
“ oke ok... ayo sekarang tuntun aku ke kursi, aku tak mau berdiri terus dengan mata tertutup ” ucap ku
lyla menuntunku menuju kursi, tak sampai di situ. agar tangan lyla tak memegangi mataku terus dia menutup mataku dengan kain.
tangan lyla yg sedang memasang kainnya terasa dingin, setelah memasangkan kain pada mataku, aku langsung mengusap bagian kepalaku yg terasa dingin.
“ apa tangan ku sedingin itu? ” tanya lyla
“ kurasa begitu, dan aku yg masih blm pulih sepenuhnya. ” ucap ku
“ gitu... cepet sembuh kak ^biar bisa nobar tengah malam bareng aku hehe ^ ” bisik lyla
“ nobar? ”
“ apa ?... kalian mau begadang begitu? ” ucap kak yola yg sudah ada di samping kami
“ e- enggak kok, lyla cuman mau bilang. cepet sembuh kak, biar bisa nobar anim bareng hehe. udah itu aja ” ucap lyla membuat alasan
__ADS_1
“ oke.. sekali kali kakak tau kalian begadang, awas aja. nanti bakal kakak kasih hukuman berat sampai kapok ” ucap kak yola yg menyebarkan aura mengancam nya
“ baik kami janji nggak bakal begadang kak ” ucap kami berdua kompak
setelah beberapa kalimat mutiara yg di lontarkan kak yola, kami berhasil menutup obrolan tadi karna masalah waktu. karna takut kami terlalu malam untuk pulang ke rumah
saat akan pergi, aku lupa bahwa aku masih memakai penutup mata tadi, dan berakhir jatuh tersandung.
“ ugh, gara-gara lyla tidak membuka kainnya, ini juga kamu ikat tali mati apa, kok sulit banget di buka?! ” ucap ku berusaha membuka ikatan tali nya yg malah semakin terbelit
“ sabar dong, kakak juga kenapa nggak bilang kalo masih terikat, aku kan lupa tadi ” balas lyla juga panik
“ wah wah lihat momen romantis ini, ma tidak kah kau sedikit bersimpati pada keluarga yg di susahkan oleh anak mu itu? ” ucap seseorang yg ku kenal. Kak aldo
tapi karna tak bisa melihat aku tak tau dari arah mana ia datang. ugh
“ kak, dia org yg waktu itu- ” ucap lyla terpotong
“ iya aku tau. tapi tolong lepaskan dulu ikatan ini sebelum berbicara dengan nya lyla! ” ucap ku panik
setelah beberapa saat akhirnya terlepas karna di bantu kak yola.
“ haah, akhirnya aku bisa- ” ucap ku terhenti dan rasa lega ku menghilang lenyap
melihat keluarga yg ku pikir takkan aku temui lagi. ah aku lupa, saat itu kak aldo bilang ia kemari karna menjenguk teman ayah yg sakit. ternyata rumah sakitnya adalah ini...
“ sepertinya aku tau apa yg menyebabkan teman ayah sakit, pasti karna kamu. yg datang ke kota ini tanpa memikirkan orang di sekitar yg akan menerima kesialan mu. ” ucap ayah, tidak. maksudku ayah kak aldo
“ kalian siapa? datang datang kok malah menghina ku ” ucap ku memberanikan diri untuk kali ini dengan sedikit melangkah maju di depan kak yola dan lyla.
“ mungkin dia sudah stress karna kekasihnya sedang sakit. sudah lah tak usah berpura-pura kami tau kok, kamu juga nggak Terima, tapi bukan kami kok yg membuatnya begitu ” ucap fina membuatku lebih kesal
* biarkan aku meninjunya, kalau sudah di beri pelajaran pasti mereka nggak akan ganggu kita lagi kan *
“ ohh, jadi ini keluarga yg menelantarkan adik ku. dan sekarang kalian menghina nya. padahal dia saat itu sangat mempercayai kalian ”
“ Bagaimana bisa ada seorang anak yg malah masih percaya pada keluarga yg telah membuatnya meminum obat setiap harinya dan lalu di usir begitu saja ” terang kak yola panjang lebar dengan mengerutkan alisnya
“ udh kak stop, nggak usah di lanjutin lagi. ngapain kakak omelin orang asing sampai segitunya, ayo... kan kerjaan kakak masih banyak selain nge bacotin mereka... ” ucap ku menarik lengan kak yola
“ Baiklah kalo itu mau mu ” ucap kak yola
kami pergi meninggalkan mereka, kurasa mereka akan sangat kesal karna di tanggapan kami tak sesuai ekspektasi mereka
... -------------- Bersambung ----------------...
...----------------...
__ADS_1