Selingkuhan ku adalah cinta pertama ku

Selingkuhan ku adalah cinta pertama ku
Kehamilan


__ADS_3

Menikah dengan istriku membuat aku bersyukur tiap hari nya.


Tidak berlebihan jika menyebutnya sebagai istri idaman. Ia selalu tau bagaimana melayani suami.


Daei mulai aku membuka mataku, dia sudah ada ada di dapur menyiapkan sarapan.


Semua baju sudah ia siapkan dan selalu memilihkan baju apa yang akan aku pakai hari ini.


Rumah pun selalu bersih karena ia senang mengerjakan pekerjaan rumah, walaupun ia memiliki pekerjaan sebagai penulis novel.


Kehidupan ranjang kami pun berjalan baik. Jika aku minta untuk melakukan pertempuran ia tidak pernah menolak.


Mau kapanpun waktunya ia pasti mau untuk melakukannya.


Sekarang setiap hari ada yang menanyakan aku sedang apa? Bekalnya sudah di makan apa belum ? Sudah shalat belum, aku merasakan sangat di perhatikan dan di berikan kasih sayang yang luar biasa.


Ia pun tidak pernah meminta yang aneh aneh. Jika biasanya aku dengar beberapa temanku atau karyawanku suka untuk membeli baju atau makeup, istriku tidak pernah meminta itu padaku.


Bahkan aku sampai harus mengecek keranjang belanjanya di toko oren untuk diam diam aku check out.


Bahkan jika kami jalan jalan ke mall dia tidak pernah minta di belikan apapun.


jika aku menawarinya ia akan menjawab " Di tabung saja uangnya mas aku belum mau beli baju " Selalu otu jawabannya.


Permintaanya hanya ada tiga, pertama ia minta di izinkan untuk sebulan dua kali pulang ke gunung kidul.


Kedua jika ada aku di rumah ia minta untuk kami shalat berjamaah.


Ketiga ia minta untuk aku selalu mengabari apapun yang aku alami atau rasakan. Tidak pernah ada permintaan lain dari itu.


Menikahi istriku seperti menjagaku selalu ada di jalurnya. Jika ada ada salah jalan ia selalu mengingatkan dengan cara yang baik.


Ia seperti sudah siap untuk menikah dan siap untuk menjadi istri. Betapa beruntungnya aku mendapatkan istri seperti istriku.


Istriku pun tidak pernah bertanya tentang masa lalu, walaupun aku sering bertanya masa lalunya.


Dan aku baru tau setelah menikah bahwa aku adalah pacar pertamanya, ia tidak pernah berpacaran sebelumnya.


Aku tanya kenapa alasannya, ia hanya menjawab takut.


Begitu banyak tentang masa lalunya yang aku tanya tapi tidak pernah satu kali pun ia bertanya tentang masa laluku.

__ADS_1


Terkadang aku merasa tidak pantas mendapatkan istri yang nyaris sempurna.


Di awal nikah aku pernah bilang padanya jika aku dulu bandel. Dia tidak bertanya aku bandel seperti apa, tapi hanya berkata " Jangan di ulangi lagi ya sayang "


Dan tidak membahas lagi selain berkata seperti itu.


Setelah satu tahun menikah pun tidak ada yang berbeda dari dirinya, dia tetap melayani aku dengan baik dan tetap memandangku penuh cinta.


Walaupun sudah satu tahun kami belum diberikan momongan, tapi aku tidak masalah.


Di saat pillow talk ia pernah bertanya, bagaimana jika kami tidak akan punya anak?


Aku menjawab aku tidak akan meninggalkannya, aku berjanji akan terus bersamanya sampai maut memisahkan.


Karena aku menikah dengannya bukan karena anak, tapi karena kepribadiannya yang membuat aku jatuh cinta padanya.


Aku cukup sedih jika setelah berhubungan ia selalu mengecek dengan testpack dan hasilnya negatif aku mendengarnya menangis di kamar mandi.


Karena kasihan dengan istriku yang kepikiran dengan masalah ini, akhirnya aku mengajaknya untuk memulai program kehamilan dan menemui dokter spesialis.


Awalnya ia tidak mau karena takut dengan hasilnya. Tapi setelah aku yakini, apapun hasilnya aku akan selalu ada disisinya akhirnya ia mau untuk melakukan itu.


Semula setelah konsultasi kami melakukan test kesehatan.


Sepanjang kami konsultasi dengan dokter, Galuh memegang tanganku.


Aku bisa merasakan kekhawatirannya. Karena di negara mita tercinta, jika pasangan belum memiliki keturunan, biasanya pihak perempuan yang di salahkan, padahal bisa saja pihak laki laki yang memiliki masalah.


Tanpa ia cerita beberapa kali aku mendengar teman temannya selalu bertanya apa sudah istriku sudah hamil?


Mungkin itu yang membuat istriku tambah kepikiran masalah anak.


Walaupun dari pihak keluarga, baik keluarganya ataupun keluargaku tidak pernah bertanya mengenai kehamilan kepada kami.


Hari ini hasil test kesehatan kami keluar. Kami asa jadwal visit jam tiga sore.


Dari mulai bangun tidur, istriku sudah mengingatkan aku bahwa kami ada jadwal visit dokter sore ini.


Terlihat sekali istriku takut dengan hasilnya. Beberapa kali aku melihatnya melamun ketika aku ajak bicara.


Walaupun aku sudah mencoba membuatnya tenang, tapi tetap saja ia tidak bisa tenang.

__ADS_1


Bahkan pada saat kami menunggu di ruang tunggu, ia menggoyang goyangkan kakinya tanpa henti.


Ketika aku mengingatkan untuk tidak seperti itu, ia sudah tidak menggoyangkan kakinya tapi jadi mondar mandir di depanku.


Giliran nama kami di panggil oleh suster. Ketika masuk seperti biasa dokter menanyakan kabar kami setelah itu beliau membacakan hasil test kesehatan kami.


Istriku dinyatakan sehat dan tidak ada masalah apapun di rahimnya.


Sedangkan aku, menurut dokter jumlah spermaku di bawah rata rata. Hal itu mengakibatkan sulit untuk hamil.


Menurut dokter hal itu di sebabkan stress, kurang istirahat, pola hidup tidak sehat dan sering begadang.


Selain memberikan aku obat dan vitamin, dokter pun meminta aku untuk memulai hidup sehat. Tidak boleh begadang dan tidak boleh stres.


Jika sebelumnya aku yang terlihat tegar dan istriku yang terlihat lemah, sekarang kebalikannya.


Aku yang semula santai sekarang menjadi kepikiran.


Walaupun jumlahnya hanya sedikit di bawah rata rata dan dokter bilang hal itu bisa diatasi tapi tetap saja tidak membuat hatiku tenang.


Sampai di rumah rasanya lemas sekali. Begitu datang aku langsung duduk si sofa dan melamun.


Istriku yang melihat itu tidak berbicara apapun, ia seperti tau jika berada di kondisi ini tidak ada kata kata yang bisa menenangkan aku.


Ia hanya bilang jangan terlalu di pikirkan nanti malah stress.


Dari mulai visit dokter terakhir, istriku rajin memasak sayur sayuran dan daging.


Aku pun diminta untuk pulang jam lima sore tidak boleh pulang malam lagi, ia bilang untuk mencari karyawan lagi


Tidak boleh merokok, harus makan makanan buatan istriku sementara jangan jajan sembarangan.


Selama satu bulan melakukan itu istriku tidak pernah lagi mengecek kehamilan dengan testpack. Ia seperti menjaga perasaanku.


Dokter juga menyarankan kami untuk melakukan hubungan suami istri di masa masa subur.


Semua kami lakukan sampai akhirnya di bulan keenam istriku tidak menstruasi dan ketika testpack hasilnya dua garis biru.


Betapa senangnya kami saat itu sehingga kami jingkrak jingkrak di dalam kamar mandi tengah malam.


Akhirnya semua perjuangan kami membuahkan hasil. Besok kami akan mengunjungi dokter kandungan lagi untuk memastikan.

__ADS_1


__ADS_2