Selingkuhan ku adalah cinta pertama ku

Selingkuhan ku adalah cinta pertama ku
Selingkuh


__ADS_3

" Sekali kali anaknya di ajak liburan Mas, kasihan aku liatnya ga pernah kemana mana " Ucap Giandra di suatu malam pada saat aku mau pulang ke rumahku.


" Kamu kan tau kondisinya gimana Gi, aku sebisa mungkin untuk adil. Tapi kamu tau ada beberapa hal yang ga bisa aku lakuin untuk Gaffi "


" Tapi ini udah enam bulan kami disini mas. Kemarin Gaffi nanya kapan bisa jalan jalan ke pantai "


" Kamu kan bisa mas pilih pantai yang ga terlalu ramai, aku ga minta kamu untuk ngajak kami ke mall. Cuma ke pantai mas "


Memang selama Gaffi disini aku tidak pernah mengajaknya kemana mana, karena sampai detik ini aku belum bicara kepada istriku tentang kehadiran Gaffi.


Sebenarnya baby blues istriku sudah hilang. Ia sudah kembali nice seperti sedia kala, sudah kembali menjadi istri yang sangat baik tapi aku masih belum tega berbicara kepada istriku.


Istriku juga sudah tidak pernah bertanya ketika aku pulang agak larut atau ketika weekend tetap harus bekerja.


Seharusnya permintaan Giandra dan Gaffi yang hanya meminta jalan jalan ke pantai bisa aku penuhi, tapi masih ada ketakutan jika ada orang yang mengenali aku sebagai suami Galuh dan memberitahukan itu kepada istriku.


" Aku hanya minta satu hari mas, please "


" Aku pikir dulu ya "


Hari minggu ini aku izin pada istriku untuk kerja.


Aku beralasan Koh Ahong ingin membuka counter baru jadi membutuhkan bantuanku.


Untungnya istriku tidak curiga dsn mengizinkan aku.


Minggu ini aku akan mengajak Gaffi ke bukit pengilon.


Biasanya tidak banyak orang yang mengunjungi bukit itu.


Di bawah bukit juga ada pantai, jadi jika Gaffi tidak ingin naik bukit bisa juga untuk bermain di pantai.


Seharian kami bermain di pantai. Bermain membangun kastil di pasir, Giandra dan Gaffi menguburku di dalam pasir dan kami berenang di pantai.


Rasanya senang sekali bisa menghabiskan waktu bersama Gaffi, anak laki lakiku.


Kami bermain di pantai sampai sore dan kemudian kembali pulang.


" Makasih banyak ya Mas udah buat Gaffi senang " Ucap Giandra di perjalanan pulang menuju jogja.


Aku menggunakan mobil Giandra karena tidak mungkin hanya untuk bertemu Koh Ahong aku membawa mobil, Istriku pasti akan curiga.


Tiba di jogja ternyata hujan deras beserta angin kencang.

__ADS_1


Banyak pohon besar yang tumbang karena angin malam itu.


Bahkan ketika aku sampai di rumah dinas Giandra hujan angin masih berlangsung.


Aku mengirimkan pesan kepada istriku bahwa aku belum bisa pulang karen hujan angin.


Istriku bilang untuk pulang ketika hujan berhenti saja karena bahaya jika pulang sekarang takut aku kenapa napa di jalan.


Aku menunggu sampai jam dua belas hujan belum juga reda.


Aku mengirimkan pesan kepada istriku bahwa masih hujan tapi tidak di balas, mungkin sudah tidur.


" Apa mas mau tidur disini aja malam ini " Tawar Giandra yang sudah terlihat mengantuk .


Aku berfikir beberapa saat sebelum memutuskan untuk menginap di rumah Giandra.


Aku tidur di ruang tengah, karena kamar di rumah Giandra hanya ada dua. Satu kamar Gaffi kebetulan ranjang single yang hanya cukup satu orang jadi tidak memungkinkan tidur dengan Gaffi.


Dan saru lagi kamar Giandra yang walaupun ranjang size king tetap ga bisa tidur berdua.


Akhirnya aku tidur di ruang tengah beralaskan karpet dan bed cover.


Aku terbangun mendengar suara Gaffi dan Giandra yang sedang bersiap siap untuk beraktifitas.


" Makan dulu mas sebelum pulang " Tawar Giandra yang sudah membuatkan aku sandwich.


Aku hanya tersenyum saja sambil menyuap sandwich buatan Giandra.


" Besok besok kalo nginep lagi tidur sama aku ya Om "


Aku berharap tidak ada lagi hari esok yang mengharuskan aku tidur di tempat Giandra.


Karena walaupun tidak ada yang terjadi, aku menganggap hal yang aku lakukan adalah hal yang salah, dan aku merasa bersalah dengan istriku.


Sebelum ke counter aku mampir dulu ke rumah.


Anakku Gantari masih tidur, aku peluk dan ciumi wajahnya. Entahlah mengapa aku merasa bersalah kepadanya.


Istriku menghampiri aku yang ke kamar Gantari.


" Baru pulang mas? " Istriku sepertinya baru bangun tidur.


" Iya, semalam aku tunggu sampai tengah malam hujan masih turun deras "

__ADS_1


" Iya ga apa mas, mas udah mandi? Kalo belum mandi dulu mas "


Setelah mandi aku makan sebentar setelah itu berangkat ke counter.


Semenjak Giandra di tugaskan di Jogja, aku jadi intens kembali berkomunikasi dengannya, walaupun hanya seputar anak.


Di kontak aku menamai Giandra Koh Ahong simpati, agar istriku tidak curiga.


Akupun menjadi sering liburan dengan Giandra dan Gaffi.


Kebanyakan adalah ke wisata alam karena sampai saat ini aku tidak mungkin membawa mereka ke mall atau sejenisnya.


Dengan seringnya kami bertemu rasa benci yang dahulu pernah aku rasakan terhadap Giandra berubah menjadi rasa kasihan.


Kasihan karena dia harus menikah dengan orang yang tidak dia cintai, kasihan karena harus bercerai di usia muda dan kasihan karena menjadi single mom.


Berbekal dari rasa kasihan, aku jadi lebih memperhatikan Giandra.


Menanyai dia sedang apa? Sudah makan atau belum ya hal hal semacam itu.


Sehingga komunikasi yang semula hanya membahasa masalah Gaffi sekarang sudah seperti orang pacaran.


Aku tidak tau rasa apa yang sedang aku rasakan dsn kehidupan apa yang sedang aku jalani.


Aku mencintai istri dan anakku tapi aku juga begitu peduli dengan Giandra dan putra kami Gaffi.


Hingga pada suatu malam ketika kami baru pulang dari candi borobudur, aku menginap di rumah Giandra padahal hati tidak hujan.


Aku membohongi istriku dengan bilang sedang ada urusan lagi dengan Koh Ahong.


Dan entah setan apa yang merasuki pikiranku sehingga saat itu aku merasa sangat bernafsu dengan Giandra.


Dan malam itu kami melakukan hal yang seharusnya tidak kami lakukan.


Aku sangat menikmati kejadian tadi malam, gelora yang sudah lama tidak aku rasakan.


Karena selama istriku baby blues dia sama sekali tidak bisa aku sentuh.


Kini aku merasakan kembali semua itu di diri Giandra.


Dia pun seperti menunggu moment ini dan kami masuk di dalam hubungan terlarang yang akan aku sesali kemudian.


Sekali aku melakukan hal itu dan aky tidak bisa menghentikan aktivitas yang katanya surga dunia.

__ADS_1


Aku lupa kepada istrimu yang begitu baik dan setia. Yang tulus merawat anak anakku, aku lupa pada Gantari dan Ghina yang memerlukan kehadiran ayahnya di rumah.


Aku seperti anak remaja yang sedang di mabuk asmara. Dan menjalani ini semua di belakang istriku memberikan sensasi yang memacu adrenalin.


__ADS_2