
Selesai mandi dengan kepala yang terasa berat sekali. Aku memaksakan diri untuk pergi ke counter.
Mengambil sedikt gel rambut di lemari dan merapihkan rambutku, hari ini aku mencukur kumis dan jenggotku agar telihat segar. Setelah aku berkaca dan meyakinkan wajahku sudah segar aku beranjak untuk keluar dsri kontrakan.
Ketika aku membuka pintuku, sudah ada Giandra di depan kamarku sedang duduk di lantai.
Entah apa yang ingin ia bicarakan lagi, karena semuanya sudah jelas dan aku sudah memutuskan hubungan kami kemarin.
Niatku ingin menutup pintu kembali karena melihat Giandra tapi terhalang dengan Giandra yang coba membuka pintuku.
Karena aku tidak ingin membuat keributan seperti kejadian di hotel kemarin, aku membiarkan Giandra masuk.
Dia membawakan aku sarapan pagi dan teh hangat. Langsung mengambil piring, sendok dan gelas. Menuangkan teh manis panas pada gelas dan membuka nasi uduk di taro di atas piring.
" Kamu pasti belum makan dari kemarin, makan dulu mas " Giandra memberikan sepiring nasi uduk itu padaku.
Aku tidak melihatnya, aku hanya mengambil piring tersebut dan memakan nasi uduk itu agak bisa cepat cepat pergi dari sini.
Melihat aku mulai makan, Giandra mulai membuka obrolan.
" Aku minta maaf sama yang udah aku lakuin sama kami mas, tapi kemarin aku langsung pulang nyusul kamu mas "
" Aku ketuk pintu kontrakan kamu tapi ga ada jawaban, akhirnya aku pulang ngasih kamu waktu untuk berpikir "
Aku masih terus makan tanpa bereaksi dengan apa yang Giandra ucap.
" Maafin aku mas aku khilaf, aku ga mau kita putus mas " Giandrapun mulai menangis.
Aku masih tidak bereaksi apapun dan masih terus makan.
Jika dulu melihat Giandra menangis seperti ini aku sudah pasti sibuk menenangkannya, tapi tidak hari ini. Pengkhianatan yang dia lakukan benar benar menyakiti perasaanku.
" Sudah ya aku mau berangkat kerja dulu, makasih sarapannya " Aku beranjak berdiri dan mengambil kunci motorku.
Tapi Giandra menahan aku dan bersujud di kakiku sambil menangis.
" Maafkan aku mas " Ia menangis sambil memegang kaki ku.
" Udahlah Gi, hubungan kita udah ga bisa di perbaiki kok. Pemikiran kita juga beda jauh " Aku tetap mencoba pergi tapi Giandra tetap memegang erat kakiku.
" Bangun Gi aku ga suka kamu begini "
__ADS_1
" Aku mau kita ngobrolin dulu semuanya mas"
Aku memutuskan untuk duduk kembali.
" Kamu mau kita ngomongin apa lagi "
" Maafin aku mas "
" Sudah aku maafkan " Jawabku singkat tanpa melihat matanya.
" Aku ga mau kita putus mas, please "
" Asal kamu tau ya, kemarin saat kamu ketahuan selingkuh. Hal yang menguatkan aku cuma untung kamu berselingkuh saat kita belum menikah, ini mungkin jalan Allah buat menyelamatkan aku sebelum aku sakit hati terlalu dalam "
" Aku janji ga akan melakukan hal itu lagi Mas, kemarin aku bodoh ga berpikir panjang dan ngelakuin hal itu "
Lalu Giandra bercerita bahwa, dia mengenal laki laki itu dari aplikasi kencan.
Dia melakukan itu karena ternyata Giandra memiliki nafsu yang sangat tinggi, yang mana selama berpacaran dengan aku hal itu tidak dapat tersalurkan dengan baik.
" Aku sudah nyoba buat menahan semua itu mas, tapi rasanya sangat menyiksa. Bahkan kejadian di hotel pada saat kita jalan jalan aku sampai merendahkan harga diriku untuk menggoda kamu, tapi kamu tetap ga mau "
Karena hal itu, dia akhirnya menyalurkan kebutuhan nafsunya itu sama laki laki yang tidak dia kenal sama sekali dan tidak tau kehidupannya seperti apa.
" kemarin sudah sampai di kamar hotel kok "
" Betul, tapi setiap laki laki itu mau menyentuhku. Aku selalu terbayang wajah Mas Galih dan akhirnya tidak melakukan apa apa "
Memang setelah aku pikir Giandra sampai di kontrakan aku tidak lama dari aku sampai. Jadi pasti dia tidak jadi melakukan hal itu bersama laki laki itu.
" Tolong maafin aku mas, aku mau memperbaiki semuanya "
" Nanti masalahnya akan seperti ini lagi Gi, kamu akan susah lagi mengendalikan nafsumu sendiri "
" Kalo gitu, kenapa ga Mas Galih coba menyentuh ku? "
" Gila " Rutuk ku pada Giandra.
" Aku ga minta hal lain selain itu Mas "
Jika orang mendengar pembicaraan kami, mungkin Giandra akan dinilai seperti perempuan rendahan. Mana ada perempuan minta dengan pasangannya untuk di sentuh.
__ADS_1
" Mas " Panggil Giandra
" Kita coba dulu, kalo memang hal itu menyiksa kamu. Kita berhenti melakukan itu. Selama ini kan Mas ga pernah nyoba "
Rasanya gila, seorang perempuan cantik meminta aku yang tidak ganteng ini untuk menyentuhnya, bahkan memohon.
Melihat aku terdiam, Giandra mendekatkan dirinya kepadaku aku diam saja.
Dia memegang tanganku, menaruh tanganku di pipinya, mulai mendekatkan wajahnya ke wajahku dan aku masih tidak bereaksi, aku ikuti apa yang Giandra mau.
Dan akhirnya bibir kami menyatu, aku diam beberapa saat sampai akhirnya bibir kami mulai berpaut.
Aku bisa merasakan lidah Giandra di dalam mulutku, rasanya aneh, kenyal tapi membuatku bergairah.
Giandra mulai membuka kancing bajuku, mencium leherku dan dia menuntun tanganku di dadanya.
Giandra yang ada di hadapanku sangat bergairah sekali.
Dia mulai berpindah duduk di atas pangkuanku. Dia memainkan dadaku, mencium bibirku dan membuat suara yang membangunkan nafsuku, dan pertahananku runtuh.
Aku sudah tidak bisa bertahan lagi, aku mengikuti ritme permainan Giandra.
Aku buka bajunya, mencium dadanya dan semua mengalir begitu saja sampai akhirnya aku sudah tidak bisa menjaga Giandra bahkan menjaga diriku sendiri.
Apa yang aku rasakan? Sebagai laki laki normal melakukan hal seperti itu sungguh sangat menyenangkan.
Ini kali pertama buatku merasakan hal itu. Rasanya nikmat, bergairah dan lega.
Jika perempuan lain mungkin akan menangis jika pacarnya melakukan hal ini padanya, lain dengan Giandra.
Setelah kami melakukan pertempuran itu, dia malah mengucapkan terima kasih. Seolah olah aku sudah memberikan sesuatu yang berharga padanya.
Di tidak mau lepas dari pelukanku, beberapa kali mulai mendaratkan bibirnya di dahiku, pipi dan bibir.
Kami masih dalam kondisi tidak berbusana dan Giandra mulai menyentuh punyaku yang sensitif sehingga dia bangun kembali.
Dan kami mengulang kembali apa yang kami lakukan sebelumnya.
Aku hanya di berikan jeda istirahat beberapa menit dan Giandra meminta aku untuk bertempur kembali.
Aku tidak menolaknya kala itu, bagaimana aku bisa menolak kenikmatan surgawi.
__ADS_1
Hari itu kami melakukannya sebanyak 4 kali, aku sudah kewalahan menghadapi Giandra tapi tidak dengannya yang masih bersemangat.
Jika aku tidak harus berkerja, mungkin kami akan melakukannya seharian.