
Aku membuat daftar list apa saja yang akan aku tanyakan dengan mantan suaminya Giandra.
Ini kesempatan untuk mengetahui bahwa apakah cerita Giandra benar selama ini.
Dari mulai apakah mereka benar di jodohkan?
Berapa lama sampai akhirnya Giandra hamil?
Apakah mereka benar benar sudah bercerai?
Apakah benar beberapa bulan yang lalu Gaffi kecelakaan sepeda?
Tadinya aku mau menanyakan apakah benar Gaffi bukan anak kandungnya?
Tapi aku pikir jika ternyata Giandra berbohong ini hanya akan membuat mantan suami Giandra berpikir apa benar Gaffi bukan anaknya jika mendengar pertanyaan itu.
Setelah semua pertanyaan sudah aku buat, pertama aku follow akun sosial medianya.
Karena jika belum follow aku takut DM yang aku kirim tidak akan terbaca olehnya.
Tiga jam kemudian ia menerima permintaan pertemananku.
Pertama tama aku mengenalkan diri terlebih dahulu sebelum memborbardir dengan beberapa pertanyaan.
Awalnya suami Giandra bingung kenapa aku menghubunginya.
Lalu aku jelaskan kepadanya secara perlahan apa yang Giandra lakukan kepadaku.
Tentu saja tanpa cerita cara Giandra mendekati aku dengan memperkenalkan Gaffi sebagai anak kandungku.
Aku juga mengajukan beberapa pertanyaan kepadanya.
Sejauh ini Ia cukup koperatif dan menerima kehadiran aku yang tiba tiba mengirim kan dm padanya.
Dan benar saja setelah aku compare antara cerita mantan suaminya Giandra dan Giandra banyak yang tidak sama.
Pertama mereka tidan di jodohkan oleh kedua orang tua mereka. Mereka adalah rekan kerja di kantor yang sama waktu di Jakarta.
Mereka benar sudah bercerai walaupun belum ada keputusan dari pengadilan negeri agama karena sidang masih berlangsung.
Mantan suami Giandra menceraikannya karena Giandra kedapatan berselingkuh beberapa kali selama pernikahan mereka.
Suami Giandra bilang, Giandra kosong delapan bulan sebelum akhirnya mereka mempunyai Gaffi dan masa kelahirannya juga normal artinya tidak lahir secara prematur.
Dan kecelakaan sepeda itu tidak pernah ada.
Banyak kebohongan yang di lakukan oleh Giandra. Dan mantan suami Giandra tidak heran karena Giandra adalah sosok yang manipulatif dan selalu memaksakan keinginannya.
Ia bilang selama proses cerai Ia tidak di perbolehkan untuk menemui Gaffi.
__ADS_1
Dalam persidangan, Mantan suami Gaffi menuntut hak asuh Gaffi karena perceraian itu terjadi akibat perselingkuhan Giandra.
Maka itu Giandra langsung meminta mutasi agar suaminya Giandra tidak bisa bertemu dengan Gaffi.
Bahkan rumah yang Giandra tempati bukan rumah dinas yang di berikan kantornya, tapi memang rumah yang Ia kontrak selama tinggal di Jogja.
Aku tidak menyangka semua yang Giandra katakan padaku semuanya adalah kebohongan.
Dia memang sengaja mendekati aku dan menghancurkan rumah tanggaku dari awal.
Tega sekali dia melakukan semua ini padaku.
Tega sekali dia membawa Gaffi yang tidak tau apa apa ke dalam masalah ini.
Mengobrol dengan mantan suami Giandra seperti ada titik terang dari masalahku.
Aku dan dia janjian untuk bertemu di hari minggu untuk ketemu Giandra.
Ia bahkan membawa kedua orang tua Giandra ikut bersamanya, agar melihat sendiri kelakuan anaknya seperti apa.
Karena selama ini Giandra selalu menjelekkan mantan suami Giandra di depan orang tuannya.
" Ia tidak pernah puas dengan apapun, dengan berapapun uang yang kita berikan selalu merasa kurang " Ujar suami Giandra ketika kami pindah obrolan dengan telpon.
" Tapi yang parah sisi manipulatif nya. Ia pintar mencari titik lemah lawan bicaranya. Mengarang cerita apapun agar tujuannya tercapai "
Aku meminta adikku untuk terus menanyakan kabar istri dan anakku di rumah.
Karna selama masalahku belum selesai, Istriku tidak mau berkomunikasi denganku.
Giandra masih saja menghubungi aku dan meneror aku.
Aku hanya mengirim pesan bahwa hari minggu ini aku akan datang kerumahnya.
Dengan membawa suami dan kedua orang tuamu, gumamku dalam hati.
Kita harus hati hati menghadapi orang yang manipulatif dan playing victim seperti Giandra.
Aku dibantu oleh adikku membuat skenario bagaimana agar Giandra tidak berkelit ketika di ketemukan dengan suaminya.
Aku akan membawa adikku juga, dan ketika kami berbicara aku meminta adikku untuk membawa Gaffi jalan jalan.
Bagaimanapun Gaffi tidak tau apa apa. Dia hanya di jadikan alat oleh Giandra untuk mencapai tujuannya.
Aku merasa bodoh sekali percaya begitu saja dengan semua perkataan Giandra.
Hari minggu akhirnya tiba. Aku menjemput keluarga Giandra ke Airport Adisujipto.
Selama di dalam perjalanan aku tidak banyak membahas masalah Giandra karena menghargai kedua orang tua Giandra.
__ADS_1
Aku hanya menjawab apa yang mereka tanya tanpa membuka keburukan Giandra.
Bagaimanapun Giandra adalah anak yang mereka sayangi.
Menurut suami Giandra, Giandra paling segan dengan Ibu dan Bapaknya.
Jika dengan orang lain Giandra begitu berani dan tidak ada takutnya, beda jika berhadpan dengan Ibu dan Bapaknya.
Sesampainya di rumah Giandra aku dan adikku masuk terlebih dahulu.
Aku sudah bilang akan mengirimkan pesan kepada suami Giandra jika kondisinya sudah siap untuk ia dan kedua orang tua Giandra masuk.
Giandra menyambut aku dengan penuh kemenangan. Nampak sekali di wajahnya Ia mengira aku lebih memilih dirinya ketimbang istriku.
Apalagi aku mengajak adikku, ia jadi menyangka keluarga aku sudah tau tentang masalah ini.
Kami mengobrol beberapa saat dan tidak lama Gaffi keluar, adikku langsung mengajak Gaffi ke minimarket.
Sesudah Gaffi dan adikku pergi. Aku mulai berbicara serius dengan Giandra.
Aku bicara jika aku tidak akan menceraikan istriku dan istriku sudah memaafkan ku.
" Aku ga akan membiarkan itu semua mas, aku ga mau seperti sampah yang mudah di buang begitu saja "
Aku juga bilang, bahwa aku sudah mengetahui semuanya.
Aku tau bahwa dia tidak di jodohkan dengan suaminya. Aku tau kalo mereka sedang dalam proses cerai dan belum cerai.
Dan yang paling menyakitkan aku tau bahwa Gaffi bukanlah anakku. Bahwa ia kosong selama beberapa bulan sampai akhirnya mengandung Gaffi.
Giandra mulai histeris mendengar ucapanku. Ia berteriak teriak.
" Itu bohong, itu bohong apa yang aku katakan kepadamu jujur. Kamu tau darimana cerita bohong itu "
Sudah waktunya keluarga Giandra masuk, aku pun mengirimkan pesan kepada suami Giandra untuk masuk sekarang.
" Tega sekali kamu Gi menghancurkan aku dan keluargaku dengan semua kebohongan kamu "
" Aku ga pernah bohong. Kamu yang memperlakukan aku seperti sampaaahhh " Giandra berteriak kembali.
Selama aku kenal Giandra baru kali ini aku melihat sisi ini padanya.
Sisi arogan, tidak mau kalah, manipulatif, playing victim.
" Aku ga akan membuat hidupmu tenang Mas, aku akan terus meneror istri dan anak anakmu. Kamu ga akan hidup tenang. Aku ga mau menderita sendirian dan di buang seperti ini "
" Cukup Giandra ! "
Suara perempuan itu datang dari arah pintu masuk.
__ADS_1
Betapa terkejutnya Giandra melihat kedua orang tuanya dan suaminya ada di depan matanya.