Selingkuhan ku adalah cinta pertama ku

Selingkuhan ku adalah cinta pertama ku
Mencari kebenaran


__ADS_3

Serangan Giandra menjadi lebih brutal. Tiga hari aku tidak menemuinya dia mengirimkan foto yang sama kepada istriku.


Ya istriku !


Bangun tidur aku melihat istriku sedang menatapku.


Tidak dengan kemarahan, tapi aku tau pasti ada yang tidak beres.


Aku langsung duduk dan bertanya ada apa.


Ia hanya memberikan ponselnya kepadaku.


Aku lihat ada beberapa foto aku tanpa busana dari beberapa engel.


Pagi itu aku sampai tidak bisa merasakan tulangku, lemas sekali rasanya.


Walaupun aku tau hari ini akan terjadi cepat atau lambat tapi tetap saja aku merasa tidak siap.


Bahkan saat aku mencoba mencari cara bagaimana menjelaskan semuanya kepada istriku, lidahku terasa kelu.


Istriku masih sabar menunggu penjelasan dariku.


Dan hebatnya tidak ada kemarahan atau apapun di wajahnya. Aku yakin sekali jika istriku bukan Galuh, aku pasti sudah habis menjadi sasaran amuknya.


" Maafkan aku " Hanya itu kata kata yang bisa aku keluarkan.


Istriku bertanya " Maaf kenapa? " dan masih dalam nada bicara yang tenang.


" Karena mengkhianati kamu "


Istriku menarik nafas panjang " Kamu tau mas ini kesempatan kamu untuk memberikan penjelasan ke aku. Rumah tangga kita di tentukan dari hari ini "


" Aku minta kamu jelaskan sejelas jelasnya apa yang terjadi agar aku bisa mencerna semua ini "


Aku pun mulai menceritakan semuanya. Dari mulai Giandra yang menghubungi aku dan Ia memberitahukan bahwa Gaffi adalah anakku.


Aku bercerita apa yang Giandra alami sehingga timbul rasa kasihan di hatiku sehingga aku ingin melindungi dia.


Aku juga bercerita awal mula kami berhubungan sampai kejadian hari ini terjadi.


Istriku sangat tenang mendengarkan ceritaku, bahkan di bagian paling menyakitkan ia masih tidak merespon kata kataku.


" Lalu apa yang Giandra mau dari kamu sampai melakukan semua ini? "


Ragu ragu ku jawab " Ia ingin aku menikahinya dan Ia mau menjadi istri kedua " Jawabku ragu.


" Lalu apa yang mau mas lakukan setelah aku tau semua ini? " Tanya istriku.


Disini aku mulai melihat Istriku menahan air matanya.


" Aku sudah bilang pada Giandra tidak bisa menikahi dia karena itu akan menyakiti kamu "


" Kalau menikahi dia tidak menyakiti aku, aoa kamu akan menikahi dia? "

__ADS_1


Aku tidak tau harus menjawab apa. Aku tau ini adalah pertanyaan pertanyaan untuk mengetesku.


Begitu aku salah menjawab itu akan menjadi bumerang untukku.


" Tidak, aku tidak akan menikahinya " Jawab ku sungguh sungguh.


" Lalu apa bentuk tanggung jawab kamu sebagai seorang laki laki sudah meniduri seorang perempuan? Apa bisa membuangnya begitu saja ? "


Betul, ini adalah pertanyaan jebakan. Apapun jawabanku pasti tidak akan tepat.


Aku memilih diam dan tidak menjawab. Karena aku juga tidak tau harus menjawab apa.


" Karena ga mungkin anak anak keluar dari rumah, dan untuk saat ini aku ga bisa ngeliat muka kamu. Sebaiknya Mas pikirin dulu baik baim mau di bawa kemana rumah tangga kita "


" Mas selesaikan dulu masalah Mas sama dia. Dan setelah semuanya selesai mas bisa ketemu aku lagi " Lanjutnya.


" Sayang maafin aku " Membayangkan harus berhari hari tidak bertemu istri dan anakku membuat aku begitu hancur.


" Itu terbaik yang bisa aku lakuin Mas, aku udah packing semua barang yang kamu butuhkan. Aku sudah bilang pada anak anak dan Mba Gemi kalo Mas mau tugas keluar kota "


Sambil berbicara Galuh menunjuk tas coklat yang terlihat penuh yang di taruh sebelah lemari.


" Sebelum pergi Mas makan dulu, jangan coba coba untuk nangis di depan anak anak. Aku ga mau mereka tau kalo kita sedang ada masalah "


Galuh langsung keluar dari kamar, meninggalkan aku dengan tangis yang akhirnya pecah.


Sekeras apapun aku berpikir aku tidak melihat adanya jalan keluar.


Tapi Giandra adalah perempuan yang sangat nekat dan bisa melakukan apapun yang ia mau.


Dia bahkan tega mengirimkan foto telanjang ku kepada istriku.


Ku ambil ponselku dan mengirimkan pesan kepada Giandra " Sudah puas Gi ngelakuin semua ini? "


Tidak berapa lama ia membalas " Bukan salahku, kamu sendiri yang terlalu pengecut. Aku malah membantumu bicara dengan istrimu "


Ku putuskan untuk tidak membalas pesan darinya, karena percuma Giandra tidak bisa diajak bicara.


Keluar dari kamar Gantari sedang main barbie di ruang tamu.


" Papa mau ke luar kota ya " Tanyanya polos.


" Iya sayang, tari jangan nakal ya sama Mama. Yang nurut ya sayang " Kubelai rambut malaikat kecilku.


Ingin sekali aku memeluknya tapi pasti aku akan menangis karena tidak kuat.


Kami makan berempat selayaknya keluarga. Istriku masih melayani aku makan.


Jika Gantari menanyakan apapun masih melibatkan aku di dalam pembicaraannya.


Seperti tidak terjadi apa apa, bahkan makan pagi hari ini banyak tawa karena tingkah Gantari.


Setelah mandi aku bersiap untuk pergi. Berat sekali harus meninggalkan rumah ini dan meninggalkan keluargaku.

__ADS_1


Gantari menghampiri aku san memelukku erat, mengambil tanganku dan menciumnya " Cepet pulang Papa " Aku hanya tersenyum mendengarnya.


Doakan Papa ya Nak agar bisa cepat pulang dan berkumpul bersama lagi, ucapku dalam hati.


Keluar dari rumah aku langsung menuju kontrakan adikku.


Muka adikku terlihat malas begitu membukakan pintu untukku.


Aku cerita kepada adikku untuk semua yang sudah terjadi dan tidak ada yang aku tutupi.


Aku meminta tolong padanya untuk membantuku mencari jalan keluar dari masalah ini.


Karena pada saat kalut seperti ini aku tidak bisa berpikiran dengan jernih.


Mula mula adikku merunut kebelakang hsl aoa yang menyebabkan Giandra menghubungi aku lagi.


Dan setelah aku ingat ingat ternyata menyangkut Gaffi.


Walaupun aku merasa Gaffi adalah benar anakku, tapi adikku bikang aku harus memastikannya terlebih dahulu.


Karena Giandra yang sekarang begitu licik, berbohong tentu saja hal mudah untuknya.


Pertama kamu mencari di sosial media Giandra, apakah ada akun mantan suaminya. Dan ternyata tidak ada.


Sepertinya mereka sama sama mengunfollow akun masing masing.


Lalu aku teringat dengan kedua sahabatnya yang hadir dalam pernikahan Giandra.


Aku cek di sosmed Giandra mereka masih berteman walau sudah tidak sedekat dulu.


Aku masih ingat rumah kedua sahabat Giandra.


Siang itu juga aku san adikku pergi ke rumah temannya Giandra


Untung saja setelah menikah sahabat Giandra masih tinggal di rumah orang tuanya sehingga aku bisa bertanya tanya tentang Giandra.


Pertama aku menanyakan apakah Ia masih berhubungan dengan Giandra.


Melati bilang sudah tidak pernah berhubungan lagi semenjak Melati punya anak.


Lalu aku bertanya, apakah ia berteman dengan mantan suaminya Giandra di media sosial.


Dan Melati menjawab tidak, tapi teman mereka Ani berteman dengan mantan suaminya Giandra.b


Melati memberikan alamat rumah Ani. Untungnya rumah Ani masih dekat dengan Melati.


Berbekal alamat yang di berikan oleh Melati, kami mencari rumah Ani.


Kami pun membicarakan niat kami kepada Ani dan minta pertolongannya.


Ani memberikan nama akun instagram yang katanya adalah mantan suaminya Giandra.


Dan kamipun pulang kembali menuju kontrakan adikku.

__ADS_1


__ADS_2