Selingkuhan ku adalah cinta pertama ku

Selingkuhan ku adalah cinta pertama ku
Masa indah selingkuh


__ADS_3

Aku makin masuk kedalam hubungan terlarang ini.


Memanfaatkan kebaikan istriku yang mempercayai suaminya seratus persen.


Padahal suaminya sibuk main gila dengan pacar pertamanya.


Aku selalu pamit berkerja tapi beberapa kali menghabiskan waktu di hotel dengan Giandra.


Dengan Giandra aku bisa menjadi diriku sendiri, dia bisa melayani aku dibandingkan istriku.


Dia memberikan kepuasan yang begitu luar biasa sehingga membuatku buta mata.


Gaffi bukan lagi menjadi alasan aku bertemu dengannya, tapi memang kebutuhan berhubungan badan yang aku butuhkan darinya.


Aku berjanji padanya untuk memberikan apa saja selama ia menutup mulut dengan perselingkuhan yang kami lakukan.


Aku sudah tidak malu malu lagi berkunjung ke rumah dinas Giandra ataupun bermalam di rumahnya.


Aku sudah tidak memikirkan perasaan kedua putriku ataupun istriku, pikirku selama tidak ketahuan toh mereka tidak akan sakit hati.


Walaupun berselingkuh aku masih tetap memberikan semua yang menjadi hak istri dan kedua putriku.


Ketika dengan istriku, semua perhatian dan kasih sayang aku curahkan untuknya.


Aku tidak memikirkan Giandra pada saat berdua dengan istriku.


Bahkan istriku bilang sekarang sikapku terhadapnya menjadi sangat manis.


Aku jadi sering mengajak keluarga kami jalan jalan, membelikan perhiasan atau barang mewah lainnya untuk istriku, menemani kedua putriku bermain dan belajar, pokoknya aku menjadi sosok yang sempurna, menurutku.


Aku merasa semua sudah aku tutupi dengan sangat rapih. Sampai suatu hari adikku yang berkuliah mengajakku untuk makan di luar.


Tumben sekali, karena biasanya ia jarang mengajakku keluar.


Awal pertama ia hanya membahas mengenai kuliahnya dan counter.


Karena ia aku percayakan untuk mengontrol counterku jika aku sedang sibuk.


Setelah makan, di saat posisiku sangat kenyang ia menanyakan sesuatu yang membuatku terkejut


" Mas sudah berapa lama selingkuh dengan Mba Giandra? "


Aku mencoba untuk tenang, mengontrol ekspresiku, mengontrol suaraku agar adikku tidak curiga.


" Selingkuh? Ngaco banget dek nanyanya " Tentu saja aku harus bertahan dan tidak mengakui semuanya.

__ADS_1


" Ga usah bohong mas, aku pernah liat kamu dengan mata kepalaku sendiri kamu masuk kedalam hotel " Kali ini nada bicara adikku begitu menyudutkan ku.


Aku tetap tidak bisa mengaku karena aku takut jika ia bercerita dengan istriku.


" Mas lupa apa yang cewek itu perbuat sama Mas dulu? Sampe mas ngelakuin bunuh diri dan kalo bukan karena aku butuh biaya kuliah dan nyamperin mas ke kontrakan. Mungkin mas ga akan ada di posisi sekarang "


Adikku sudah mulai emosi, dalam kalimat yang Ia utarakan banyak penekanan seolah ia geregetan dengan aku yang berbohong.


Karena terus di sudutkan, akhirnya aku mengakui bahwa aku berselingkuh. Aku juga cerita bahwa Gaffi adalah anakku.


" Mas yakin itu anakmu? Mas ingetkan mba Giandra itu orangnya manipulatif. Mas yakin dia ga bohong? "


" Aku yakin, tidak mungkin Giandra akan nekat membohongi aku "


" Lagi pula, kalo emang betul kamu dekat karena anak, ngapain juga kamu ke hotel bersama Mba Giandra? "


Jika ini adalah sebuah pertandingan catur maka posisiku sekarang sudah skak mat tidak bisa bergerak.


Aku tidak bisa lagi membela diri dihadapan adikku.


" Mba Galuh kurang apa sih mas? udah paket lengkap aja Mas selingkuhi. Padahal dulu kamu sendiri yang minta kepada Bapaknya untuk kamu nikahi, sekarang kok kamu malah begitu Mas "


" Kamu adalah Mas yang aku hargai, aku menghormati kamu, aku menganggapmu panutanku, tapi melihatmu seperti itu membuat aku kecewa Mas "


" Bahkan cara mas membela diri saja seperti itu. Ga perlu aku menikah untuk tau mana yang salah mana yang benar Mas "


" Mungkin aku hanya anak kecil di mata Mas, aku hanya mengingatkan mas jangan sampai rumah tangga Mas hancur "


Sampai di counter kata kata adikku terngiang ngiang terus di pikiranku.


Aku pikir semuanya sudah aku jalani dengan rapih. Tapi ternyata tetap saja adikku tau.


Tapi namanya orang yang sedang sedang kasmaran.


Omongan adikku hanya mengganggu ku beberapa hari saja. Setelah itu, aku kembali bermain gila dengan tidak malunya.


Aku bahkan jadi sering menginap di rumah Giandra, kami bisa melakukan semalaman.


Jangan di tanya betapa bahagianya aku saat itu. Tidak ada yang aku pikirkan selain bagaimana caranya bisa berhubungan dengan Giandra setiap hari.


Giandra juga sudah seperti dulu yang minta ingin dibelikan ini dan itu, ya mau gimana lagi memang Ia berasal dari keluarga yang berada jadi terbiasa semua apa yang ia minta pasti akan dipenuhi.


Beda dengan istriku yang memang berasal dari keluarga petani sederhana seperti aku.


Dengan Giandra aku baru tau ada baju harga jutaan, ada jam tangan harga belasan bahkan puluhan juta dan tas kecil yang harganya puluhan bahkan hampir ratusan juta.

__ADS_1


Ia juga minta di belikan sepeda motor yang akan ia gunakan jika pergi ke minimarket depan dan tentu saja aku belikan.


Apapun asal Giandra senang pasti aku turuti. Semakin aku turuti semakin panas permainan kami.


" Mas handphone kamu bunyi terus dari tadi, dari Koh Ahong. Tapi belum aku angkat "


Istriku menghampiri aku yang sedang mencuci mobil di depan. Ia memberikan handphone kepadaku, total ada lima belas miss call dari Giandra.


" Makasih sayang, aku coba telpon Koh Ahong dulu " Dan istriku masuk kembali kedalam rumah.


Aku telpon nomor Giandra, nada dering pertama Ia langsung mengangkatnya.


" Ia kenapa koh? " Aku bersandiwara seolah sedang telpon dengan Koh Ahong.


Giandra juga sudah tau jika aku menamai nomornya dengan nama Koh Ahong.


" Ihh kenapa ga simpen nama aku aja sih Mas " Protes Giandra ketika tau namanya aku namai Koh Ahong.


" Biar aman sayang, kalo aman kan kita bisa tiap hari ketemu "


Ya aku selalu memikirkan seribu cara agar perselingkuhan kami aman.


Ketika aku menelpon aku sudah khawatir jika Gaffi sakit.


Tapi ternyata ia meneleponku karena sedang ingin berhubungan mumpung Gaffi ga ada di rumah dan dia membeli beberapa mainan untuk kami coba ketika berhubungan.


Hanya mendengar seperti itu saja tiba tiba nafsuku menggebu.


Aku langsung bilang akan kerumahnya sekarang dan langsung menutup telpon.


Aku masuk kedalam rumah dan hendak meminta izin pada istriku untuk pergi sebentar ke Koh Ahong.


Aku cari di kamar kami Ia tidak ada, ternyata sedang di kamat anak anak.


" Mas sepertinya Gantari panas " Ucapnya ketika aku membuka pintu kamar.


" Kasih paracetamol dulu sayang, kalo sampai siang masih panas baru kita bawa ke dokter "


Istriku langsung memberikan paracetamol ke Gantari.


Gantari terlihat pucat dan matanya berair "Istirahat dulu ya sayang " Aku mencium kening Gantari.


" Aku pergi ke Koh Ahong sebentar ya, hubungi aku jika Gantari makin panas " Ujarku sambil keluar dari kamar anak anak.


Sesampainya di rumah Giandra, begitu aku membuka pintu kamar ia sudah menggunakan baju suster seksi duduk di sofa kecil dengan membuka kakinya.

__ADS_1


__ADS_2