Selingkuhan ku adalah cinta pertama ku

Selingkuhan ku adalah cinta pertama ku
Dua kehidupan


__ADS_3

Pagi ini aku terbangun karena mendengar tangisan Gantari.


Tidak pernah aku mendengar Gantari nangis sekencang itu.


Aku langsung bangun dari tempat tidur dan aku lihat Gantari menangis di lantai dan istriku sedang memarahinya.


Ini adalah adegan yang tidak pernah aku lihat seumur pernikahan kami.


" Kenapa sayang? " Aku memeluk Gantari dan bertanya kepada istriku.


" Aku loh udah bilang, lantainya habis di pel jangan jalan dulu tapi dari tadi malah lewat terus. Nanti kalo jatuh gimana" Baru kali ini juga aku mendengar Istriku memarahi Gantari dengan nada setinggi itu.


Aku langsung menggendong Gantari dan aku bawa keluar rumah.


Ku ajak ke mini market dekat rumah dan aku belikan es krim kesukaannya.


" Jangan sedih lagi ya nak "


" Iya Papa, semenjak ada adik, Mama ga sayang aku lagi "


" Ga boleh ngomong gitu loh, Mama sayang banget sama Tari "


" Tapi Mama marah marah terus Pa sama aku. Biasanya aku disayang sekarang ga disayang lagi "


Mendengar anakku berbicara seperti itu membuat aku sedih.


Memang semenjak Baby Blues aku juga merasa istriku semakin keras dengan Gantari.


Aku pikir Gantari tidak akan menyadari itu, tapi ternyata ia sudah besar dan sudah bisa merasakan hal itu.


Sampai di rumah, istriku ada di kamar. Aku memandikan Gantari dan bermain bersamanya di kamarnya.


Aku baru ingat tidak membawa ponselku, karena takut ada yang menghubungi dari karyawan counter aku pun mengambilnya di kamar.


Baru membuka pintu istriku langsung bicara " Aku ga mau kamu ngomel masalah tadi "


Terkejut aku mendengarnya, karena aku masuk ke kamar hanya untuk mengambil ponsel bukan untuk memarahi istriku.


Tapi mendengar ia berbicara seperti itu dengan nada ketus membuat emosiku terpancing.


" Kamu udah keterlaluan Luh. Anak kita masih kecil loh, apa pantes mamu marah teriak kaya tadi "


Istriku yang semula sedang bermain handphone langsung menatapku dengan marah.


" Kamu terlalu manjain dia Mas, kalo kamu manjain terus dia akan begitu terus ga ngerti ngerti " Istriku sampai melempar ponselnya ke dinding.


Terkejut sekali aku melihat ia bereaksi seperti itu. Sesaat aku berpikir, kondisi kami sedang sama sama marah akan tidak sehat jika kami lanjutin perdebatan ini.

__ADS_1


Aku langsung mengambil ponselku dan keluar dari kamar.


Gantari suda ada di depan kamarnya dan menatap kamar kami dengan menahan air matanya.


" Mama marah karena Tari ya Pa? "


" Engga mama sekarang lagi ga enak badan, ga marah sama Tari kok. Jangan sedih ya "


Kupeluk tubuh kecil Tari yang sudah berlinang air mata.


Rasanya kesabaranku sudah habis menghadapi kondisi istriku.


Sebagai suami aku selalu mencoba untuk mengerti apapun kondisi yang sedang istriku rasakan.


Selama masa baby blues, jika ia marah marah padaku atau menangis tanpa sebab aku hanya diam saja dan mencoba menenangkannya.


Tapi jika sampai Ia melakukan hal itu kepada anak kami yang tidak punya salah apa pa padanya, hal itu tidak bisa aku tolerir.


Tapi tentu saja aku tidak akan berbicara kepadanya ketika marah. Aku akan menunggu sampai kondisinya sudah agak tenang.


Hari ini adalah hari kepindahan Giandra ke kotaku.


Ia mendapatkan rumah dinas yang tidak jauh dari kediaman aku sekarang.


Dia memintaku untuk membantunya sekalian aku ketemu dengan Gaffi, tapi aku menolak karena kondisi istriku masih belum stabil.


Rencananya senin ini aku akan bertemu dengan Gaffi.


Akhirnya aku putuskan untuk mendatangi rumah dinas Giandra.


Aku membawa pizza yang menurut Giandra adalah makanan kesukaan Gaffi dan membawa beberapa lego.


Ketika Giandra membukakan pintu, ia langsung memanggil Gaffi dan mengenalkan aku sebagai Om.


Gaffi seperti Giandra versi laki laki. Semuanya persis hanya rambutnya saja yang ikal seperti aku.


Ia senang dengan kedatangan aku yang membawa beberapa mainan.


Gaffi langsung membuka lego star wars yang aku berikan.


Kami merakitnya bersama, Giandra memasak pasta dan spaghetti untuk kami berdua.


Jika orang lain melihat mungkin kami terlihat seperti sebuah keluarga dengan satu anak laki laki.


Kami habiskan hari dengan banyak tawa. Aku senang kebersamaan aku dengan Gaffi.


Memiliki anak laki laki adalah salah satu impianku.

__ADS_1


Aku selaku memimpikan bermain permainan laki laki bersama anak laki laki ku. Dan hari ini terkabul.


Yang semula aku ragu apakah hidup ku akan berubah atau kebahagian ku akan hancur dengan kehadiran Gaffi.


Tapi sekarang dengan adanya Gaffi di hidupku seperti melengkapi kebahagiaanku sebagai bapak anak tiga.


Tanpa terasa hari sudah larut, aku pamitan pulang dengan Giandra dan Gaffi.


Gaffi memintaku untuk menginap dan tentu saja hal itu tidak memungkinkan.


Di dalam perjalanan aku banyak senyum senyum sendiri.


Melihat tingkah Gaffi yang lucu, mungkin karena sudah lumayan besar ia tidak banyak minta macam macam.


" Ini anak baik banget mas, ga pernah nyusahin atau minta macem macem. Baik banget kaya kamu "


Aku tidak tau apakah hal ini merupakan bentuk perselingkuhan, tapi aku hanya ingin bertemu Gaffi bukan untuk bertemu Giandra apalagi menjalin hubungan kembali.


Sampai di rumah istriku marah marah. Ia bertanya kenapa aku pulang selarut ini. Ia marah sampai menangis walaupun aku sudah menjelaskan dan meminta maaf.


Bahkan saat anak kedua kami sudah berusia satu bulan, baby blues istriku belum hilang juga.


Sebelum tidur aku berfikir bagaimana untuk aku bisa seimbang memberikan kasih sayang antara keluargaku dan Gaffi.


Karena tidak mungkin untukku bisa pulang larut seperti ini setiap hari.


Sementara aku mencari asisten rumah tangga untuk meringankan beban istriku.


Aku meminta istriku untuk tidak memasak dan bersih bersih rumah dan hanya fokus pada anak kami.


Dengan harapan baby bluesnya bisa hilang secara perlahan.


Istriku setuju dengan saran yang aku berikan. Aku meminta orang tua ku untuk mencarikan asisten rumah tangga dari kampungku.


Dan tiga hari kemudian datang Mba Gemi, perempuan empat puluhan yang akan membantu mengurus pekerjaan rumah.


Mba Gemi terlihat baik dan santun. Tapi yang terpenting istriku dan anakku Gantari suka dengan Mba Gemi.


Jadi aku bisa tenang meninggalkan mereka berdua jika aku sedang kerja.


Dalam seminggu, tiga hari aku luangkan untuk bertemu Gaffi. Walaupun tidak bisa lama, dari siang sampai maghrib aku menghabiskan waktu bersama Gaffi.


Setiap aku datang Gaffi selalu menyambut ku, seolah olah sudah menungguku lama.


Dan semenjak ada Mba Gemi, istriku sudah tidak pernah marah marah lagi denganku atau dengan anak kami Gantari.


Kehidupanku berjalan sesuai dengan keinginanku dan tidak ada keributan lagi antara aku dan istriku.

__ADS_1


Akupun bisa meluangkan waktu untuk menemani Gaffi bermain atau mengerjakan PR.


Aku seperti memiliki dua kehidupan yang aku jaga agar tetap adil. Kehidupan sebagai suami dari istriku galuh, Bapak dari kedua putriku dan Bapak bagi anakku Gaffi.


__ADS_2