Selingkuhan ku adalah cinta pertama ku

Selingkuhan ku adalah cinta pertama ku
Cerita masa kehamilan


__ADS_3

Setelah cek ke dokter ternyata istriku sudah hamil tiga minggu.


Kami langsung mengabari orang tua kami di kampung dan betapa bahagianya orang tua kami mendengar kabar kehamilan Galuh.


Di awal kehamilan istriku, aku cukup kasihan dengan kondisinya karena ia mengalami morning sick yang cukup parah.


Semua makanan yang ia makan keluar lagi. Tubuhnya menjadi kurus di bandingkan dari sebelum hamil.


Ia masih memaksakan untuk makan karena kasihan jika bayi kami tidak mendapatkan asupan makanan.


Menurut dokter morning sick normal dialami oleh ibu hamil di trimester pertama.


Aku sampai tidak pernah berangkat kerja dan menitipkan usahaku ke adikku yang masih kuliah karena kasihan dengan kondisi istriku dan tidak ingin ia berjuang sendirian.


Setiap hari aku bertanya apa ada makanan yang ingin ia makan, dan selalu di jawab tidak ada.


Memasuki bulan keempat morning sick istriku sudah jauh berkurang. Ia hanya merasakan mual ketika bangun tidur, sisanya sudah normal seperti biasa.


Ia sudah melakukan pekerjaan seperti biasanya dan aku sudah kembali mulai bekerja.


Hanya saja ia jadi sangat suka dengan bau badanku. Ia meminta aku untuk tidak menggunakan deodorant. Dan jika aku pulang kerja aku tidak di perbolehkan untuk mandi.


Kebayang bukan baunya seperti apa, tapi menurutnya bau badanku tanpa deodorant tercium manis, aneh sekali.


Masuk kehamilan enam bulan ia sama sekali tidak mau aku sentuh.


Aku hanya menepuk pantatnya saja ia marah. Aku cium atau aku minta berhubungan badan ia tidak mau.


Ia sedang insecure dengan bentuk tubuhnya. Menurutnya ia terlihat jelek dan gendut.


Padahal di mataku justru saat ini adalah masa tercantik selama aku kenal dan entah mengapa aku melihatnya sangat seksi.


Aku sudah bilang seperti itupun, ia bilang aku bohong dan gombal dan berakhir dengan marah. Bingung aku dibuatnya


Tapi untungnya walau ia tidak mau berhubungan badan tapi masih mau membantuku dengan tangan ataupun mulut.


Hari ini jadwal kami melakukan USG, kami sengaja melakukan USG di usia kandungan puluh minggu.


Ternyata bayi kami perempuan dan wajahnya begitu mirip denganku.


Padahal aku lebih mau anak perempuanku lebih mirip dengan Ibunya ketimbang dengan Bapaknya. Tapi apapun itu aku hanya berharap buah hati kami bisa lahir sehat dan sempurna.


Istriku pun dianjurkan oleh dokter melakukan senam hamil. Dalam seminggu jadwal senam hamil tiga kali.

__ADS_1


Beberapa kali kami para suami ikut juga dalam sesi senam hamil ini.


Awalnya canggung sekali harus ikut dalam sesi senam ini, tapi setelah melihat bapak bapak yang lain cukup enjoy mengikuti senam ini aku pun menjadi biasa saja.


Kami mulai berbelanja keperluan bayi. Kami membeli baju, selimut, kasur bayi dan alat lainnya.


Melihat baju bayi yang sangat kecil ini aku sudah membayangkan bagaimana anak kami kelak.


Bahkan istriku meminta ku mulai belajar caranya menggendong.


Dari mulai menggendong hanya dengan tangan, memakai kain dan memakai gendongan kekinian yang bisa si depan dan belakang.


Kemarin pada saat berbelanja keperluan bayi aku merasa kasihan dengan istriku karena sudah mulai kesulitan naik motor.


Maka aku putuskan untuk membeli mobil keluarga. Sekarang sudah tidak perlu khawatir lagi jika membawa istriku keluar rumah.


Di minggu bulan kelahiran istriku mulai mengalami kontraksi palsu.


Beberapa kali di jam yang seharusnya kami masih tidur nyenyak, istriku membangunkan aku karena merasakan kontraksi.


Aku langsung bersiap siap untuk kami pergi ke rumah sakit. Dan begitu kami siap pergi kontraksinya sudah hilang.


Karena ini adalah kehamilan pertama, kami cukup masih banyak belajar. Jika ada hal yang baru di kehamilan ini kami langsung khawatir.


Dan ketika aku bandingkan memang yang kaki kanan lebih besar dari pada yang kiri.


Istriku mencari di google kenapa kakinya bengkak. Dan mendapatkan jawaban yang tidak baik.


Ia pun langsung menangis dan minta di bawa ke dokter.


Bahkan saat menunggu antrian dokter pun ia masih menangis, aku mencoba menenangkannya dengan berbagai cara tapi tidak berhasil.


Ibu ibu yang ada di antrian dokter sampai menanyakan kenapa istriku menangis dan aku bilang karena kakinya bengkak.


Ia mulai tenang ketika Ibu ibu yang lain bilang jika kakinya bengkak dan hal itu adalah hal yang biasa.


Tapi kami sudah terlanjur dalam antrian dokter kandungan jadi tetap menanyakan hal itu kepada dokter dan dokter pun mengatakan hal yang sama.


Aku pun sekalian bertanya, apakah di umur kehamilan istri sudah bisa berhubungan badan.


Dan dokter menjawab disarankan seperti itu karena untuk membantu membuka jalan keluar anak.


Tapi sepertinya dengan perut istriku yang sudah sangat besar agak sulit melakukan posisi yang biasanya.

__ADS_1


Menurut dokter jika aku takut untuk melakukan posisi biasanya, bisa dengan posisi seperti sendok yang menyatu jadi dari belakang.


Kalo di rasa sudah mulai rileks bisa berganti posisi dengan ***** *****, women on top atau bisa juga posisi berdiri.


Tapi karena kaki istriku bengkak jadi posisi berdiri aku coret dari list percobaan.


Mendengar anjuran dokter tadi siang, malam ini istriku mengajak berhubungan badan.


Ini pertama kalinya ia mengajak aku berhubungan selama kami menikah.


Awalnya kami mencoba gaya sendok dan lancar.


Aku merasa istriku lebih bernafsu ketika hamil. Biasanya tidak terlalu agresif sekarang lumayan agresif.


Aku tentu senang senang saja, jadi tidak perlu lagi menggunakan tangan.


Bahkan malam ini kami berhubungan sampai tiga kali, walaupun pagi harinya istriku tidak membuatkan sarapan karena kecapean.


Dokter juga menyarankan untuk istriku mengepel lantai manual yaitu dengan kain pel.


Aku kasian melihatnya karena dengan perutnya yang besar dan nafasnya yang ngos ngosan dia masih terus mencoba mengepel rumah kami.


Aku sudah melarangnya tapi ia bersi keras karena menurut dokter bagus untuk nanti dalam persalinan.


Aku merasa istriku akan melakukan apapun untuk anak kami.


Kalo aku masih memikirkan kesehatan istriku yang pertama, karena jima ibunya tidak sehat bagaimana anaknya akan sehat.


Tapi istriku tidak mau mendengarkan aku dan tetap melakukan apa yang di anjurkan oleh dokter.


Di hari minggu yang cerah, ketika aku sedang mandi aku mendengar suara istriku merintih seperti kesakitan.


Begitu aku keluar ia sedang ada di atas kasur dengan meremas bantal.


Kontraksi kali ini beda seperti biasanya karena istriku seperti kewalahan dengan rada sakitnya.


Aku langsung memasukan tas yang sudah kami persiapkan untuk kelahiran dari jauh jauh hari dan langsung pergi ke rumah sakit.


Ternyata istriku sudah pembukaan sembilan. Aku menemaninya selama proses kelahiran putri kami.


Aku melihat perjuangannya. Melihat semua usaha, rssa sakit dan air mata. Tiba tiba aku teringat ibu ku dan begitu rindu bertemu dengan ibu.


Tidak lama sudah masuk pembukaan sepuluh, bidan membimbing istriku untuk mengejan dan beberapa kali mengejan bayi kami keluar dengan tangisan yang sangat lantang.

__ADS_1


__ADS_2