
Melihat pertanyaan Alena itu, seketika ayahnya langsung menatap wajah istrinya sebentar dan menarik nafas. Ada perasaan takut dan panik, tapi dengan secepat kilat langsung menyembunyikannya. Begitupula dengan Lina juga nampak khawatir.
"Papah juga nggak kenal sama dia nak. Tahu-tahu dia manggil papah dengan sebutan ayah. Papah nggak terima. Masak papah yang hanya cuma punya anak kamu saja tapi ada orang lain yang mengaku-ngaku kalau dia anak papah juga."Om Ardi berpura-pura. Alena mendengar ucapan ayahnya sambil melihat kearah Nana yang sedang digandeng laki-laki lain keluar dari café itu.
Memang Nana belum memiliki bukti kuat, tapi entah kenapa Om Ardi mulai merasakan kekhawatiran pada gadis yang mengaku-ngaku sebagai anaknya itu. Sejak kemarin dia selalu terngiang-ngiang masa lalunya dengan seorang wanita yang bernama Sukma. Tapi dia tidak yakin kalau Nana adalah anak Sukma.
Dulu dia memang pernah menikah dengan Sukma secara diam-diam. Itu dilakukannya karena khilaf. Sebelumnya menikah dengan Sukma, dia sudah memiliki istri yang bernama Lina dan telah dikaruniai anak yang bernama Alena.
Karena saking cintanya dengan Sukma, jadi ayah Alena itu diam-diam menikah tanpa sepengetahuan Lina. Hingga mereka berdua dikaruniai seorang anak perempuan. Tapi sayangnya keluarga barunya itu tidak bisa bertahan lama karena Lina telah mengetahuinya. Hingga pada akhirnya, Ardi lebih memilih meninggalkan Sukma beserta anaknya. Dan sampai sekarang dia sudah melupakan keluarganya itu.
Dulu dia meninggalkan Sukma ketika anak mereka masih kecil kira-kira berusia 1 tahun. Setelah itu dia sudah memutus komunikasi dengan Sukma beserta anaknya. Dan sekarang tiba-tiba ada seorang gadis perempuan cantik yang usianya juga tidak terlalu jauh dengan anaknya yang benama Alena.
"Terus kenapa dia sebegitu yakinnya kalau papah adalah ayahnya?"tanya Alena masih menginterogasi ayahnya.
"Papah juga nggak tahu nak. Tahu-tahu papah baru datang dia langsung manggil papah dengan sebutan ayah."Om Ardi terlihat kesal saat mengingat kejadian tadi bersama Nana. acara makan bersama keluarganya harus gagal karena kehadiran Nana.
"Ya nak papah nggak bohong. Mamah tadi juga kaget kenapa dia tiba-tiba muncul dan memangil papah dengan sebutan ayah."Lina mendekati anaknya agar berbicara sedikit pelan agar orang lain tidak menonton terus kearah mereka.
"Nak ayo kita pulang. Lain kali saja kita makan bersama disini. Banyak orang yang meihat kearah kita. Malu"Lina membisikkan ke telinga anaknya. Alena langsung melihat sekelilingnya. Dia langsung malu karena keluarganya menjadi perhatian pengunjung café..
__ADS_1
Ardi dan Lina mulai tidak nyaman ketika banyak pasang mata melihat kearah mereka. Akhirnya mereka memutuskan untuk membicarakannya di rumah saja. Terpaksa acara makan bersama di café itu harus dibatalkan. Setibanya di rumah, Alena masih antara percaya dan tidak percaya. Dia takut kalau ayahnya menyimpan sesuatu darinya.
Mereka bertiga duduk dan membahas itu semua di ruang keluarga. Alena duduk di depan orangtuanya. Sedangkan Om Ardi dan Mamah Lina duduk bersebelahan di sofa panjang. Mata Alena terlihat tegang dan telingnya mulai dipasang baik-baik untuk mendengarkan setiap penjelasan ayahnya nanti.
"Nak kamu harus percaya sama papah. Selama ini papah tidak pernah berbohong sedikitpun sama kamu. Jadi percayalah sama papah. Mana mungkin itu anak papah. Lagian istri papah cuma mamah saja."Om Ardi menjelaskan dengan tenang agar Alena percaya dan tidak menaruh curiga padanya.
"Papah nggak bohong beneran kan?'Alena memastikan sambil menatap mata papahnya dengan serius. Om Ardi langsung mengangguk.
"Ya mah?"tanya Alena pada mamahnya.
"Ya nak. Papah itu cuma punya anak satu aja yaitu kamu. Jawab Lina sambil berpindah tempat duduknya di samping Alena yang masih kosong itu.
Tok tok
Ada suara ketukan pintu dari luar. Kemudian asisten rumah tangga Alena segera membukanya. Ternyata yang datang ke rumah Alena adalah Jun.
Sampai sekarang, Jun masih amnesia. Tapi semakin kesini perasaan Jun telah mulai kembali. Rasa cintanya pada wanita cantik yang bernama Alena itu hadir lagi. meskipun ingatannya bersama Alena dulu belum kembali.
"Permisi tante, om."Pintu terbuka, Jun datang ke rumah Alena dan langsung masuk.
__ADS_1
"Oh sayang."Alena senang Jun datang ke rumahnya. Dirinya yang tadi sedang dilanda emosi dan amarah seketika langsung luntur ketika melihat Jun. Ini pertama kalinya Jun datang ke rumahnya. Sebelumnya Jun tidak pernah seperti itu. Pasti Alena yang selalu datang ke rumahnya Jun.
Melihat Alena sudah kembali ceria lagi karena ada Jun, jadi Om Ardi dan Lina merasa lega. Setidaknya perdebatan antara mereka tadi berhenti. Kalau ditanya-tanya lebih jelas lagi oleh Alena pasti mereka akan bingung.
Om Ardi dan Lina meninggalkan Alena dan Jun berdua saja di ruang tengah sedangkan mereka pergi ke kamar mereka. Setibanya di kamar, Lina langsung mengunci pintu kamarnya. Hanya mereka berdua saja di dalam kamar itu.
"Pah itu sebenarnya siapa sih?"Lina selesai menutup dan mengunci pintu menghampiri suaminya yang sedang melepaskan jas hitamnya.
"Aku juga nggak tahu mah."Om Ardi menoleh kearah istrinya yang ada dibelakangnya.
Sampai sekarang Om Ardi masih ragu kalau Nana memang anaknya dengan Sukma. Dulu memang dia akui pernah menikah secara diam-diam tanpa sepengetahuan Lina hingga telah memiliki anak. Tapi dia juga telah lupa siapa dan gimana wajah anaknya karena setelah satu tahun pernikahan dengan Lina, dirinya harus pergi meninggalkan Sukma beserta anaknya karena Lina telah mengetahuinya dan mengancamnya. Dia lebih memilih Lina lantaran keluarga Lina berasal dari keluarga kaya raya dan telah membantunya untuk bisa menjadi pengusaha sesukses saat ini.
"Beneran papah nggak tahu? Jangan-jangan itu anak kamu sama Sukma dulu?"Lina melangkahkan kakinya lebih dekat lagi ke Om Ardi dan melototkan matanya. Ibu satu anak itu jelas kenal dan tahu Sukma.
Om Ardi bingung harus menjawab pertanyaan istrinya itu. Dia masih ingat kalau dulu ketika bersama Sukma, dia telah dikaruniai seorang anak perempuan. Tapi setelah satu tahun kemudian, dia meningggalkan Sukma dan anak perempuannya itu.
Ketika bersama Sukma, dia hanya beralasan cinta saja. Tapi dia tidak mau kehilangan hartanya bersama Lina. Jadi dia lebih memilih Lina ketimbang Sukma. Dan sekarang dia tidak tahu menahu mengenai keadaan Sukma beserta anaknya itu.
"Pah jawab pah. Apa itu anakmu sama Sukma?"tanya Lina sekali lagi kepada suaminya yang masih bengong entah memikirkan apa itu.
__ADS_1
"Aku nggak tahu mah. Aku lupa nama anakku itu siapa. Lagian sudah lama aku meninggalkannya."Om Ardi bingung dan ragu kalau Nana adalah anaknya. Lina juga penasaran dengan sosok Nana itu.