
Hai para readers… yuk like, comen dan juga vote yaaa biar
semangat thor up nya :) :D
------------------
“ya aku sangat mengenalnya” ucap alex sambil senyum
menyeringai
“kau tau dia dulu pernah merebut kekasihku, hingga orang
yang kucintai itu mengakhiri hidupnya karena dian” ucap alex. Zia masih terus
mendengarkan
“dan sekarang aku akan membalaskan dendamku” ucap alex
dengan nada dingin
“apa kau akan membunuhku” Tanya zia
“no no no, aku tidak akan membunuhmu tapi aku akan
membunuhnya” dengan penuh tekanan
“jangan tolong jangan bunuh dia” ucap zia memohon
“kau begitu membelanya.. aku jadi semakin bersemangat untuk
membunuhnya” ucak alex sambil berteriak
“kenapa “ tanya zia
“karna aku mencintaimu zia, aku tidak akan membiarkan dian
kembali merebutmu dariku” sambil mencengkram dagu zia
“tolong lepaskan aku jangan bunuh dia alex aku mohon” ucap
zia ketakutan
“aku tidak akan pernah melepaskanmu”
“tolong” ucap zia lirih sambil terisak. Alex yang berwatak
keras itu pun luluh ketika melihat air mata zia
“apa aku menyakitinya” gumam alex sambil berfikir dan
menatap zia sekilas
“baiklah aku akan melepaskanmu, tapi dengan satu syarat dan
kau harus mematuhi perintahku jika kau ingin aku tidak menyentuh dian mu itu”
ucap alex sambil terus menatap tajam kearah zia agar zia merasa takut
“baiklah katakan” ucap zia cepat
“kau tidak boleh berdekatan dengan dian, sedikitpun karena
jika sampai kau mengobrol denganya atau bahkan bertatapan lama denganya akan ku
pastikan keesokan harinya anak buah ku akan menghabisinya kau tauhu itu aku
tidak pernah main main”
Zia berfikir untuk saat ini dia memang belum terlalu dekat
dengan dian tapi dia tidak mau ada orang yang terluka karena dirinya, zia ingin
menyelamatkan dian.
“baiklah aku setuju”
“good girl.. pulanglah anak buahku akan mengantarmu” ucap
alex zia pun langsung bergegas. Selama diperjalanan zia terus berfikir apa
benar dulu dian sekejam itu.
Anak buah alex mengantar zia sampai di dekat camp. Dian dan
teman-temanya yang melihatpun langsung menghampirinya terutama ana.
“lo gak papa kan zi dari mana aja zi kami dari semalam
khawatirin lo” ucap ana sambil memperhatikan tubuh zia dari atas sampai bawah
__ADS_1
memang tidak ada luka hanya keadaan baju yang sudah sangat kotor
“aku.. aku tidak papa” ucap zia
Dian langsung tiba-tiba memeluk tubuh zia dihadapan semua
orang, dan langsung menjadi pusat
perhatian banyak yang menyorot zia dengan tatapan tajam, zia yang teringat
ucapan alex tadi langsung mendorong tubuh dian dengan sekuat tenaga,.
“apa yang lo lakuin” ucap zia
Deg, dian tidak salah dengar kan, perasaan baru kemarin zia
memulai memanggilnya dengan sebutan kakak tapi sekarang.
“ma.. maaf zi aku khawatir padamu.. kami semua khawatir”
ucap dian terbata sambill masih memegang tangan zia
“lepasin gue” sambil menghempas tangan dian dan berlari
menuju tenda
“zi.. tunggu”
“udah kak biarin zia nenangin diri dulu, biar ana yang
nyusul zia” cegah ana yang melihat dian ingin menyusul zia
“tapi an”
“kakk” ucap ana
“baiklah, tapi setelah zia baikan kau segera kabari aku ya”
“oke kak” ana pun berlalu menyusul zia
Ditenda
“zi lo sebenernya kenapa” Tanya ana yang melihat zia sambil
tengkuran dan terisak
dari zia
“lo juga tadi kenapa nyuekin kak dian, lo tau zi tadi
diantara kita semua kekhawatiran kak dian melebihi khawatir gue ke lo, dia hamper
mencekik kakak pendamping team lo karena di anggap telah lalai kepada lo
anggotanya” terang ana.
Zia yang mendengarpun kembali semakin menangis
“an gue takut” ucap zia lirih”
“lo takut kenapa zi, cerita sama gue, lo habis ketemu siapa
harimau, macan, ular atau..”
“gue habis ketemu alex” ucap zia
“what alex yang pernah mau melecehkan lo itu zi” Tanya ana
tidak percaya, zia hanya mengangguk lemah
“kenapa dia berada disini zi”
“dia.. diaa.. dia ngancam aku zi” ucap zia. Dia memang tidak
pernah bisa memendam rahasia dari ana sahabatnya
“dia ngancam apa zi, dia mau ngerusak lo lagi” Tanya ana
yang kini amarahnya mulai naik
“dia mau membunuh kak dian” ucap zia terisak
“lo serius zi, tapi kenapa”
“alex tidak suka melihat aku dekat dengan dian, aku takut an
aku harus bagaimana, aku tidak bisa memberitahunya mata-mata alex ada di
dekatku” ucap zia
__ADS_1
“apaaa, dasar sudah gila si alex, hatinya dibutakan oleh
cemburu” ucp ana dengan geram
“baik lah zi sekarang lo istirahat dulu lo tenangin diri
dulu baru nanti kita bicarakan lagi”
Ana pun hendak keluar dari tenda zia tapi diluar sudah ada
dian
Deg apa kak dian tadi mendengar semua obrolanku ya gumam ana
namun dia seolah mencoba bersikap biasa untuk mengalihkan ketakutanya
“eh kak dian udah lama kakak disini” Tanya ana berbasa-basi
“baru kok” ucap dian
“syukurlah” gumam ana yang masih terdengar oleh dia
“hah syukur apa” Tanya dian
“eh bukan apa apa kak, oya kak jangan ganggu zia dulu ya dia
baru istirahat”
Terlihat wajah kecewa dian
“hemm baiklah aku tidak akan mengganggunya” ucap dian.
skip
Hari kemahpun berlalu
tanpa ada tegur sapa antara dian dan zia hingga waktunya pulang, bus sekolah
hanya mengantar para mahasiswa sampai kekampus dan mereka pulang dengan
kendaraan masing masing.
Tiba-tiba dian menarik paksa tangan zia masuk kedalam
mobilnya
“lepasin gue” ucap ana yang tidak dihiraukan oleh dian
sambil terus menarik tangan ana hingga mereka berdua masuk kedalam mobil, dian
pun melajukan mobilnya kearah yang tidak dikenali oleh zia.
“lo mau bawa gue kemana” Tanya zia dian masih saja membisu
“gue bilang lo ma bawa gue kemana” teriak zia, namun dian
hanya meliriknya acuh
“kak” ucap zia seketika dian langsung menghentikan mobilnya
“jangan panggil gue kakak” ucap dian dingin
“apa maksudnya” ucap zia
“lo kan yang gak mau manggil gue dengan sebutan kakak, elo
mau jauhin gue kan, lo mau ninggalin gue kan” ucap dian dnegan nada tinggi
“dari mana lo tau” ucap zia sambil matanya berkaca-kaca
“lo mau ninggalin gue demi laki-laki brengsek yang hamper menjamah
lo kan ziaaa, lo lebih memilihnya” bentak dian.
Zia semakin terisak dia sangat sakit hati mendengar
kata-kata dian
“kenapa lo diam zia jawab”
“maaf” jawab zia lirih sambil menangis
“untuk apa kau minta maaf zia yang langsung meraih tubuh zia
kedalam pelukanya” zia yang tadinya terisak pun kemudian terdiam
“kenapa kau minta maaf, aku yang harusnya minta maaf dan
berterimakasih padamu karena kamu udah menyelamatkan nyawa ku” ucap dian
__ADS_1