Senior Tampanku

Senior Tampanku
episode 13


__ADS_3

Pagi yang cerah di hari minggu membuat zia bermalas-malasan.


Tok tok tok


“zia” panggil mama tapi tak kunjung juga pintu dibuka


“zia sayang bangun nak” panggil mama lagi, zia hanya menggeliatkan badanya dia enggan bangkit


“hmm mungkin dia lelah” gumam mama lalu meninggalkan kamar zia


Sedangkan di tempat lain, Jet pribadi milik seorang presdir dari dubai datang secara mendadak membuat dian dan riko yang tadinya ingin bersantai harus menjemput tamu kehormatanya dari bandara.


“hello Mr.Dian” sapa Liem


“hello MR.Liem” sapa dian


Mr. Liem merupakan Presdir terkaya didubai, ia sebenarnya orang asli Indonesia tapi sudah lama menetap di Dubai dan membangun bisnis disana, dian dan riko mengantar Mr. Liem dan Asistennya menuju hotel milik Satyanagara Group untuk beristirahat.


---


“begini Mr.dian saya datang kesini karena saya sangat tertarik dengan produk terbaru yang akan perusahaan satyanagara group luncurkan, jadi saya ingin mendengar langsung dari Mr.dian mengenai produknya karena saya berniat ingin menginvestasikan dana pada perusahaan ini” ucap Mr.Liem


“baiklah Mr.Liem kami sangat merasa terhormat dengan maksud Mr.Liem, jika memang demikian sekertaris saya akan mempersentasikanya untuk anda” jawab dian


“baiklah saya akan dengarkan” Mr.Liem pun mendengarkan presentasi dari Riko hingga selesai


Plok plok plok Mr.Liem memberi tepuk tangan


“bagaimana Mr” Tanya dian


“tidak salah lagi, saya sangat tertarik Mr.dian produk yang akan diluncurkan ini pasti akan sangat banyak peminatnya”


Lalu mereka pun menandatangani surat perjanjian mengenai kerjasama tersebut.


“terimakasih Mr. Liem telah percaya pada perusahaan kami” ucap dian sopan


“sama-sama Mr Dian”


Mr.Liem pun kembali kehotel tempat mereka menginap.


“tuan apakah tidak ada yang aneh..” ucap Riko


dian langsun mengangkat tanganya sehingga riko terdiam


“aku sudah tau maka dari itu aku menyetujuinya” ucap dian


“jika anda sudah tau kenapa malah menyetujuinya” Tanya riko


“kita akan mengikuti permainanya rik”


“baiklah tuan”


“oya rik aku ingin berbicara penting dengan mu” ucap dian dengan tatapan serius


“ada apa tuan”


“aku menyukai zia” ucap dian santai


Deg bagai dihantam ombak ketika riko mendengar pernyataan tuanya, riko hanya terdiam dan membuat dian terheran


“kau tidak ingin mengatakan sesuatu, marah atau menghajarku rik” Tanya dian

__ADS_1


“tidak mungkin tuan”


“mengapa”


“karna zia tidak mencintai saya tuan, jadi saya tidak pantas marah pada orang yang menyukainya apa lagi orang itu adalah tuan” terang riko


“hahhah mengapa kita tidak bersaing saja” ucap dian memancing riko


“tidak tuan, saya memang sangat mencintai zia, tapi biarlah berlalu dengan semestinya jika zia memang ditakdirkan untuk saya apapun caranya pasti akan dipertemukan kembali”


“baguslah kalau begitu” ucap dian santai lalu berlalu pergi


“huuufttt pastas saja zia menolak ku, ternyata tuan muda juga menyukainya, jika aku mau pun mana bisa bersaing denganya seorang tuan muda sedangkan aku hanya buturan debu” gumam riko yang terlihat kecewa


----


Beberapa minggu kemudian semua masih berjalan seperti biasanya Dian yang kini sudah mulai menyusun skripsi sehingga dia memilih focus untuk pendidikanya.


“hai dian” sapa dona


“hai” jawan dian dingin


“dian tunggu, kenapa kamu gak datang ke acara ulang tahunku” Tanya dona dengan manja bergelayut di tangan dian


“aku sibuk” ucap dian ketus dan berusaha melepas tangan dona tapi malah dona menempelkan kepalanya didada bidang dian


“ck kau apa-apaan dona” kesal dian menghempaskan tangan dona dengan kasar


“aww…kamu kenapa sih dian aku kan kangen sama kamu” teriak dona


“zia” panggil dian yang melihat zia menuju perpus dan mengabaikan dona


“zia tunggu” zia pun berhenti


“hallo kakak ganteng” ucap ana dengan mata berbinar


“zi pulang sama aku ya” ucap dian


“sorry gak bisa nanti aku ada acara”


“acara apa lo zi” Tanya ana


“ada pokoknya sama keluarga” jawa zia dan berlalu pergi


Ana tidak bisa mengejar zia karena dia sedang ada matakuliah lanjutan, sedangkan dian ia sedang ingin konsul dengan dosen pembimbingnya, akhirnya zia pergi sendiri.


Zia pergi ketaman didekat danau ia berjalan-jalan menikmati udara yang tidak terlalu panas lalu ia berhenti disebuah kursi, ia termenung cukup lama entah apa yang dia fikirkan.


Tiba-tiba ada orang yang memukul bagian belakangnya dengan kayu sehingga membuat zia tidak sadarkan diri.


Perlahan zia mengerjapkan matanya kepala bagian belakangnya terasa sangat pusing, ia memandang sekitar nya seperti disebuah gudang yang tidak ia kenali ini dimana dan melihat beberapa orang penjaga dengan badan yang sangat kekar dan berwajah seram.


“hmmpppp hmpppp” zia berusaha berbicara namu mulutnya tertutup oleh kain


Penjaga yang mendengar ada suara-suara pun menghampiri zia.


“kau ingin bicara nona” Tanya mereka dan diangguki oleh zia


“lepaskan kain dimulutnya” ucap seorang wanita dari dalam ruangan


“dimana aku” teriak zia ketika di buka kain yang menutupi mulutnya

__ADS_1


“kau sedang berada di tempat yang sangat jauh nona manis” ucap salah satu sari mereka


“tolong lepaskan aku” teriakk zia lagi


“wah wah sudah bangun ternyata adik manis ini” ucap wanita yang keluar dari sebuah ruangan


“si..siapa kau”ucap zia takut


“kau tidak mengenalku adik kecil”


“aku seniormu” ucap dona sambil menjambak rambut zia


“aaaa ampun kak tolong lepaskan sakit” pekik zia


“hahahh sakit kau bilang” sambil menguatkan tarikat tanganya pada rambut zia


“tolong kak apa salahku” isak tangis zia mulai mengalir deras


“kau Tanya salahmu… salahmu adalah kau merebut dian dariku” ucap dona


“aku tidak pernah merebut dian dari mu kak”


“bohong. Buktinya kau selalu saja dekat denganya di toko, di warung bakso, bahkan dikampus kau selalu dekat denganya” smabil mendorong badan zia


“tidak kak itu tidak seperti yang kakak lihat”


“penjaga sakiti dia jangan biarkan dia lepas aku ingin melihatnya menderita aku ingin melihat wajah cantiknya rusak hahahahah” ucap dona


Para penjaga itu pun langsung melakukan apa yang diperintahkan membuat wajah dan beberapa bagian tubuh zia memar


“hahahah kerja bagis sekarang kalian boleh pergi aku akan bermain- main denganya” ucap dona dengan sinis


“mau apa kau” Tanya zia


“sekarang aku akan menghabisimu adik manis, besok berita kematianmu akan tersebar luas” sambil mengeluarkan pistol illegal dan diarahkan kekepala zia


“jangan kak jangan tolong” tangis zia pecah


“hahahah bersiaplah zia”


“tidakkkkkk kak jangan” ucap zia memelas


Ketika dona hendak menarik pelatuknya


“ hentikan” teriak seseoarang yang baru saja masuk


“dian” ucap dona terkejut


“apa yang kau lakukan dona”


“jangan maju, atau akau akan menembaknya” ancam dona dian pun tidak berkutik


“kau sudah gila, apa maumu” Tanya dian


“aku hanya mau kau dian tapi kau tidak pernah peduli lagi padaku semenjak kau kenal dia”


“itu karna aku mencintainya” ucap dian yang membuat dona semakin emosi


Dona kembali mengarahkan pistolnya kearah zia dan ia benar-benar melepaskan peluru


Dor…..

__ADS_1


Hay para readers penasaran sama kelanjutan ceritanya ayo bantu vote author dong🥰🤗


__ADS_2