Senior Tampanku

Senior Tampanku
episode 20


__ADS_3

"oya ma ada yang ingin aku kenalkan pada papa dan mama" ucap zia


"siapa sayang apa kekasihmu" ucap mama


"hee iya ma"


"tapi kamu sudah mengenal nya untuk apa berkenalan" ucap papa


"haa papa sudah mengenal nya.. siapa yang papa maksud"


"bukankah kekasihmu itu riko" ucap paa


"iya kalau dia mama sih setuju dia orangnya baik ya kan pa" ucap mama


"iya dia orang yang berpendidikan, dan sepertinya orang yang bertanggung jawab" tambah papa


zia tidk menyangka bahwa kedekatanya dengan riko malah dikira sepasang kekasih.


dian yang akan menghampiri zia tidak sengaja mendengar percakapan mereka. sedikit kecewa rasanya, orang tua dari orang yang mencintainya malah memuji orang lain.


"bukan ma bukan kak riko dia kan cuma atsan aku di toko kue" terang zia


"lalu siapa apa dia lelaki baik baik" selidik papa


"yang zia tau dia orangnya sangat baik dan dia selalu melindungi zia" dian masih terus mendengarkan ia tak ingin ketinggalan sedikitpun


"benarkah jangan mentang mentang kau menyukainya lalu kau puji puji dia agar kami menyukainya" ucap papa tak percaya dn meragukan, zia langsung beralih duduk di tengah di antara papa dan mamanya


"papa tau sewaktu zia ikut camping di acara kampus, zia sempat hilang dan d culik boleh seseorang, dan saat papa dan mama keluar negri aku hampir saja dicelakai orang aki hampir dilecehkan pak.. hiks hikss" tangis zia pecah di pelukan mamanya


" apa kenapa kau baru cerita masalah sebesar ini sekarang sayang" ucap papa yang sudah mulai emosi terbawa suasana, setelah itu zia melanjutkan ceritanya


"tapi pa orang yang Zia cintai datang tepat waktu dia datang menyelamatkan zia, demi zia dia rela tertembak pa dan sempat kritis" ucap zia masih mengeluarkan air mata, zia bukan ingin memamerkan kehebatan dian tapi zia ingin orangtuanya tau bahwa ada orang yang benar benar tulus menyayangi zia.

__ADS_1


"lalu apakah kakak kakakmu tahu" tanya mama yang ikut menangis


"kakak tahu pa bahkan kak rama yang langsung turun tangan untuk menangkap mereka" terang zia


"mereka tau tapi tidak memberitahuku hufffft" papa mencoba menahan emosinya


"sudahlah pa sekarang yang terpenting adalah kita harus berterimakasih kepada calon menantu kita karena dia telah menyelamatkan anak kita" ucap mama menenangkan papa


"iya betul juga ma, baiklah kalau begitu sayang dimana dia apakah dia datang hari ini" tanya papa yang sudah lebih tenang


"datang pa dia ada di depan" ucap zia semangat


"panggil lah dia suruh kemari" ucap mama.


dian yang mendengar itu pun sedikit lega, malah sekarang berganti gugup ia segera kedepan berpura pura tidak tahu. zia menghampiri dian.


"hai sayang" sapa zia dan memeluknya dari belakang


"kau kenapa" tanya dian pura pura tidak tahu


"bahagia kenapa hmmm" kini dian sudah memutar tubuhnya menghadap kearah zia dia hanya tersenyum tidak langsung menjawab


"apa gerangan yang membuat gadisku ini bahagia" ucap dian sambil mengeratkan pelukan


"sayang lepasin Malu dilihat orang" ucap zia


"malu.. bukanya tadi kau yang memeluku? sekarang aku hanya membalas pelukanmu sayang"


"heee iya iya lepas dulu ada hal penting yang mau aku omongin"


"ada apa sayang"


"papa ingin menemuimu, ini saat nya kau buktikan keseriusan mu" ucap zia

__ADS_1


"jadi menurutmu aku selama ini tidak serius" ucap dian menggoda zia


"Haha tidak tidak bukan begitu.. pokoknya sekarang kamu temui dulu mereka sudah menunggu"


"hmmm baiklah" sambil membelai rambut zia


zia tersipu


🌸🌸


sesampainya di ruang dimana mama dan papa zia berkumpul


"selamat malam om tante" ucap dian sopan sambil mencium tangan mereka


"malam nak.." bingung papa karena zia belum menyebutkan nama kekasihnya


"dian om"


"oh iya nak dian"


"iya om" jawab dian ia tidak tau harus berbicara apa kemudian suasana tampak hening lalu papa membuka suara


"begini nak dian kami sudah mendengar tentang nak dian yang menyelamatkan putri tercinta kami, jadi kami ingin berterimakasih karena selama ini telah menjaga zia" ucap papa tulus


"sama sama om, sudah menjadi tugas saya melindungi orang orang yang saya sayangi termasuk zia" ucap dian sambil melirik zia sekilas


"saya bahagia zia bisa menemukan orang yang tepat, karena zia ini anaknya sangat susak ditebak dia ingin memendam semua sendiri, dia memang dari luar kelihatan tegar tapi dalam hatinya ia rapuh, apalagi kami sering tidak bersamanya jadi zia lebih dekat pada kakak kakaknya, om harap kamu tulus sama zia" ucap papa


"dian tulus om, dian akan selalu ada di samping zia"


"terimakasih sekli lagi nak dian, oya ngomong ngomong jangan panggil om lagi mulai sekarang tapi papa kamu mengerti"


"iya pa" ucap Dian semangat

__ADS_1


" baguslah sekarang kami semakin lega mendengarnya"


πŸŒΊπŸ‚


__ADS_2