
di sisi lain ada sepasang mata yang memperhatikan keakraban antara Dian dan keluarga zia.
"kita mulai rencana kita kita sekarang" gumang orang itu
....
"sayang aku pulang dulu ya" ucap Dian sambil membelai pipi Zia
"apa kamu tidak bisa lebih lama disini" ucap zia manja
"aku tentu sangat ingin berlama lama dengan mu sayang, tapi besok aku ada meeting dan ada laporan yang harus aku kerjakan" terang Dian
"hmmm yaudah deh tapi janji setelah semuanya selesai dan aku pun selesai final kita liburan ya"
"iya aku janji akan membawamu ketempat yang paling indah"
"memangnya dimana?" tanya Zia
"ada deh pokoknya kamu harus fokus dulu sama final kamu oke sayang"
"oke sayang" sambil memeluk dian, Dian pun membalas dengan erat.
Dian pun berpamitan pada papa dan mama zia setelah itu Dian pun pulang menuju apartemen nya, tidak seperti biasanya ia selalu di temani supir kali ini ia menyetir mobil sendiri karena merupakan acara pribadi jadi dia tidak butuh pengawalan.
tepat di jalan yang amat sunyi dan entah mengapa tidak ada satu kendaraan pun yang melintas hanya ada Dian saja. Dian mencoba tetap tenang tiba tiba dari depan ada mobil tangki yang melaju sangat kencang menuju mobil Dian, mobil Dian pun terpental jauh karena Dian tidak bisa mengendalikannya.
"sudah beres bos" ucap seseorang yang menabrak mobil Dian melalui telfon
"bagus pastikan dia tidak bernyawa lagi"
"baik bos" ucap nya dan mematikan telfon
"hahahaha Brian lihatlah aku sudah menghabisi keturunanmu, ahli warismu telah mati Brian hahhahaha" ucapnya dengan sarkas..
Amerika
para pengusaha luar dan dalam negeri sedang melakukan rapat pemegang saham di perusahaan Satya Group. kemudian sekertaris Brian mendapat telfon dari seseorang.
"hallo"
"apa, baiklah"
lalu Candra sekertaris Brian membisikan sesuatu kepada Brian
"maaf sebelumnya saya ada keperluan mendadak dan rapat kali ini kita tunda" Brian langsung keluar diikuti Candra dibelakangnya.
"ini tuan" Candra menyerahkan handphone yang dari tadi masih tersambung
"hallo"
__ADS_1
"hallo selamat siang, apa benar ini tuan Brian satyanagara orang tua dari Dian satyanagara, ini dari rumah sakit di indonesia"
"iya benar ini saya Brian satyanagara, ada apa dengan anak saya" tanya Brian yang langsung cemas
"saudara Dian mengalami kecelakaan pak dan kondisinya sekarang sedang kritis"
"APAAA... berikan dia perawatan yang terbaik kalau perlu kerahkan semua dokter terbaik dirumah sakit untuk menangani Dian" perintah Brian
" baik tuan kami akan berusaha semaksimal mungkin"
Brian tidak menjawab dan langsungematikan telfonya.
"Candra segera urus penerbanganku dengan istriku sekarang juga"
"baik tuan semua sudah saya siapkan, tuan bersama nyonya akan berangkat 30 menit lagi"
"bagus"
30 menit kemudian Brian bersama istrinya sudah berada dalam jet pribadi keluarga mereka, istri Brian tampak tenang karena tidak memberi tahu mengapa tiba-tiba suaminya mengajaknya pulang ke Indonesia bahkan ia tidak diberi waktu untuk membeli oleh oleh untuk anak semata wayangnya.
"pa" ucap mama
"hmmm" papa masih termenung jauh memikirkan keadaan putranya
"papa kenapa sih dari tadi mama perhatikan melamun terus"
"kalok capek ya istirahat, ini malah mendadak pulang ke indonesia mama kan jadi curiga"
"ada urusan mendadak ma"
"urusan apa sih pa"
"nanti mama juga tau" ucap papa
bandara Soekarno-Hatta
para pengawal sudah menjemput kedatangan Brian satyanagara mereka langsung memasuki mobil tanpa sepatah kata pun.
"Lo pa ini kan bukan arah kerumah Dian"
"memang bukan ma"
"terus kita mau kemana"
"kau bisa lebih cepat tidak bawa mobilnya" ucap papa yang tidak menghiraukan pertanyaan istrinya
"baik tuan"
sesampainya dirumah sakit Brian langsung menuju ruang tempat Dian di rawat. sepanjang lorong rumah sakit mama Brian terus mengekor dibelakangnya
__ADS_1
"siapa yang sakit pa" namun tidak ada jawaban
"atau kita mau inves lagi" masih tidak ada jawaban. sampai di depan kamar VVIP kemudian pintu dibuka oleh pengawal dan tampaklah Dian sedang terbaring lemah dengan berbagai luka diwajahnya serta bermacam macam alat medis yang menempel ditubuhnya.
"Dian" mama menatap Dian lalu menatap suaminya tidak percaya
"pa.. Dian.."
"iya ma" ucap papa Dian lirih air matanya mengalir begitu saja
"diaannnnnnnn......." mama langsung menghambur memeluk dian
"pa apa yang terjadi hikkkss Hiks" tanya mama
"ada yg menabrak Dian ma"
"apaa... siapa pa... siapa yang menabrak anak kita hiks" mama masih terus menangis
"anak buah papa dan polisi sedang menyelidiki"
tok tok tok....
"masuk" ucap Brian dari dalam
"selamat malam tuan" ucap seorang polisi yg tidak lain adalah kakak Zia
"malam....bagaimana hasil pencarian kalian nak"
"kami sudah menemukan pelaku yang menabrak Dian, namun sepertinya dia bukan pelaku utama tuan, ada dalang di balik kejadian ini" terang Rama
" apaaaa... " Brian memijat pelipisnya ia memikirkan siapa kira kira dalang di balik semua ini, pasalnya musuh yang berasal dari saingan dunia bisnisnya sangat banyak
"baiklah kalian terus selidiki, ank buah ku pun akan mencari tahu"
" baik tuan, saya permisi"
"silahkan nak Rama"
.......
🌸Rumah Zia
tuttttt tuuttttt Zia mencoba menghubungi Dian namun tetap tidak ada jawaban
" kamu kemana sih sayang, kok dari semalam tidak menghubungiku"
tuuuuutttt Zia mencoba lagi namun tidak bisa
"aarrgghh diaann... lihat saja kalau ketemu aku akan mendiamimu"
__ADS_1