
❤happy reading ❤
yuk stay terus ya jangan lupa kasih masukan biar semakin bagus karyanya..
Dengan penuh kecepatan dian mengendarai mobil sport nya .
Flash back On
“tuan muda nona zia sekarang sedang berada di club” ucap riko melalui telfon
“APA….” Dian terkejut tidak menyangka bahwa zia akan kesana
“dengan siapa dia disana” Tanya dian khawatir
“anak buah saya mengatakan bahwa nona zia bersama seorang pemuda”
“Apaaaa kau bilang rik.. kau tunggu aku disana dan pastikan pemuda itu tidak macam macam dengan zia, kau tau apa yang harus kau lakukan kan rik”
“baik tuan”
Flash back of
----
Di Club
Riko datang menghampiri zia dan max, zia pun menatap riko yang baru datang kemudian mendekatinya
“hay max siapa dia.. dia sangat tampan” ucap zia sambil mengelilingi riko, riko hanya bisa diam tugasnya hanyalah memastikan zia tidak disentuh pria lain termasuk juga dirinya, maka dari itu dia bingung sebenarnya riko juga ingin membawa paksa zia keluar dari club ini.
Zia sudah benar- benar berada dalam pengaruh alcohol, dia terus meracau tidak jelas ia terus berbicara pada max seolah max yang berada dihadapanya adalah dian. Sampai zia hilang keseimbangan dan hamper terjatuh untungnya dengan sigap dian datang tepat waktu dan menangkap zia.
Dian benar benar sangat menyesal melihat keadaan zia saat ini, lalu dengan segera ia membawa zia pergi dari club itu dengan menggendongnya seperti karung beras, dian menggendong zia ke apartemenya.
🌸Apartemen
“kamu siapa.. kau sangat tampan malah lebih tampan dari pemuda yang tadi” ucap zia setengah sadar, dian tidak menjawab
Zia terus saja merapatkan tubuhnya pada dian dan menyandarkan kepalanya di dada dian.
“hhhhmm kau diam saja, dasar sombong mengapa semua orang tampan sombong suka seenaknya sendiri” ucap zia masih dibawah pengaruh alcohol
“kau tau… di bumi ini aku mencintai 4 lelaki” dian langsung melotot kearah zia, tetapi zia tidak perduli
“papa ku, kak raka, kak rama, dan si bodoh” ucap zia dian semakin geram
__ADS_1
“si bodoh” ucap dian meminta penjelasan
“iya si bodoh tapi dia sangat tampan, aku selalu dibuat berdebar-debar olehnya setiap kali aku berada didekatnya aku merasa tenang” dian masih mendengarkan zia
“Kau tau si bodoh itu dulu sangat mencintaiku dia mengejar-ngejarku, dia mempertaruhkan nyawanya untuku dia bodohkan” dian tidak bergeming
“ tapi saat aku sudah terbiasa dengan nya aku sudah sangat mencintainya, dia menjauhiku, dia meninggalkanku apa salahku dia telah pergi darikuhiks hiks” isak zia yang biasanya kuat dan ceria kini dian melihatnya sangat rapuh membuat hatinya terasa tersayat. Secara tidak langsung zia telah meluapkan semua yang ia pendam selama ini.
“maaf kan aku” ucap dian seketika zia langsung ambruk.
Dian membaringak tubuh zia ditempat tidur dan menyelimutinya.
------
Sedangkan Riko yang masih berada didalam club setelah memberi pelajaran pada max malah ikut terbawa suasana iya menuangkan alcohol kedalam gelas pertama dengan kadar alcohol 75 persen kemudian riko merasa ketagihan dan meminumnya dengan kadar 100 persen.
Rama yang saat ini bertugas untuk menggeledah club M masuk terlebih dahulu, ia masuk bukan menggunakan pakainan dinas, tetapi degan menggunakan pakaian yang sangat sesuai seperti para pengunjung club lainya.
Rama masuk berjalan kedalam menyusuri setiap sudut club itu dan sepertinya ada pintu lain yang merupakan tempat perjudian dan prostitusi online, lalu rama duduk di sebuah kursi kosong didepan riko ia belum menyadari keberadaan riko, tidak sedikit wanita yang mencoba mendekati rama menarik perhatianya, rama jengan dengan semua ini.
Dengan cepat untuk segera beranjak dari club ini Rama mengabari rekan rekanya untuk masuk melalui pintu belakang dan penggrebegkan pun dilakukan. Setelah itu baru rama melikat riko.
“ini kan teman zia” ucap rama
“apa dia juga sering kesini, apa dia termasuk pekanggan” gumam rama
“rik..” panggil rama membangunkan riko
Riko tidak bangun juga, rama cukup kenal beberapa orang yang menjadi teman adiknya, ia memang sengaja mencari tahu secara diam-diam termasuk mencari tau tentang riko, ia juga tau riko pernah mencintai adiknya.
Rama tau riko adalah orang yang baik maka dari itu rama membawa riko ke rumahnya.
Apartemen dian
Sinar matahari pagi telah menyeruak masuk kedalam kamar dan membuat penghuni kamar terbangun.
Perlahan zia mengerjapkan matanya ia mencoba bangun tetapi kepalanya masih terasa berat.
“dimana ini” gumam zia
“tunggu sepertinya aku pernah kesini” sambungnya
“sudah bangun” uara dian yang baru masuk kedalam kamar ia membawa nampan berisi bubur dan susu hangat”
“diaann” ucapnya lirih
“maaf” ucap dian menatap gadisnya dengan tatapan sendu
Zia hanya menggeleng, ya memang begitu zia memang tidak pernah secara langsung mengungkapkan bahwa dia marah pada dian, alasanya karena zia tidak mau menanyakan langsung pada dian karena ia tidak mau dian tersinggung marah dan akan meninggalkanya.
__ADS_1
“aku minta maaf, aku bersalah aku telah mengabaikanmu” ucap dia sambl meraih tangan zia
“tidak papa” ucap zia lirih, zia tidak tau bahwa semalam zia mengungkapkan semuanya.
“makanlah dulu dan minumlah ini” ucap dian
Zia menggeleng
“beri aku alasan” ucap zia
“baikah tapi nanti akan kuceritakan semuanya tapi kau harus mengisi tenagamu dulu untuk mendengar ceritaku” sambil mengelus rambut zia
Zia akhirnya menurut dan memakan bubur buatan dian, dengan telaten dian menyuapi zia padahal zia sudah menolak tapi dian tetap memaksa.
Setelah selesai sarapan dan mandi dian membawa zia ke sebuah sofa, zia terkejut melihat di meja di hadapanya terdapat sebuah cake ulang tahun bertuliskan slamat ulang tahun my dear zia humaira.
Zia yang tidak mngerti langsung menatap dian.
“beberapa hari ini aku sebenarnya sengaja mengabaikanmu, aku rela tidak foto denganmu saat acar sidangku demi hari ini, aku tau kau sangat sedih aku ingin mengejar tapi aku tahan demi memberimu kejutan untuk hari spesialmu, tapi aku salah aku kira kamu akan bahagia aku kira kamu akan paham tapi aku salah aku sudah gagal zia” terang dian sendu
“tidak kau tidak gagal, kau sudah berhasil” ucap zia menenangkan dian.
Lalu zia mengambil korek dan menyalakan kembali lilin lin yang berada diatas cake
“kita masih bias merayakanya kan” sambil tersenyum
Dian mengangguk semakin sakit hatinya melihat senyum tak berdaya zia
“harapanku semoga orang-orang yang ku cintai selalu berada disampingku setiap waktu”
Zia pun meniup lilin lilin itu.
“terimakasih sayang” ucap dian
“ku yang berterimakasih padamu telah mnyiapkan semua ini jujur aku saja lupa dengan ulang tahunku” ucap zia
“kamu serius”
“iya aku serius karena terlalu sibuk memikirkanmu hingga akumelupankan hari ini” ucap zia cemberut
“maaf aku tidak akan mengulanginya lagi aku janji” sambil memeluk zia
kemudian dian mengeluarkan sebuah kotak
"apa ini" ucap zia
"ini untukmu sayang"
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
__ADS_1
hay semuanya terus dukung novel ini ya. inshaa Allah thir bakal update tiap hari.
😘😘😘😘