
Hay para readers yuk dukung author dengan terus like comen dan juga vote ya, karna di episode ini thor akan kasih visual buat kalian, biar makin semangat bacany
-----------------
“kenapa kau minta maaf, aku yang harusnya minta maaf dan
berterimakasih padamu karena kamu udah menyelamatkan nyawa ku” ucap dian
“maksud kamu apa kak” ucap zia sambil mendongakan kepalanya,
dian tersenyum sambil menganggukan kepala
“iya aku udah tau semuanya zia, aku udah tau ini semua
rencana alex kan”
“itu.. aku…”
“sudahlah zia sekarang semua sudah berlalu kamu jangan takut
jangan pernah merasa sendiri karena sudah berkali-kali aku bilang padamu bahwa
aku akan melindungimu” ucap dian
“tapi.. kita tidak bolah dekat..mereka mengawasi kita” ucap
zia tertunduk
“sssstttt kamu sekarang aman bersamaku zia, tidak ada lagi
yang akan mengganggumu mereka semua sudah mendekam dipenjara”
“kamu serius” Tanya zia tak percaya
“iya zia”
“bagaimana bisa..mereka sangat licik kak”
“jadi waktu itu aku mendengarakan mu sewaktu di tenda
kemarin”
Flashback on
“dia.. diaa.. dia ngancam aku zi” ucap zia. Dia memang tidak
pernah bisa memendam rahasia dari ana sahabatnya
“dia ngancam apa zi, dia mau ngerusak lo lagi” Tanya ana yang
kini amarahnya mulai naik
“dia mau membunuh kak dian” ucap zia terisak
“lo serius zi, tapi kenapa”
“alex tidak suka melihat aku dekat dengan dian, aku takut an
aku harus bagaimana, aku tidak bisa memberitahunya mata-mata alex ada di
dekatku” ucap zia
-------
Mendengar percakapan mereka berdua dian pun langsung
menghubungi temanya
“kau gerakan semua anak buah mu suruh mereka datang kesini
dan menangkap mereka, dan jngan lupa hubungi juga team si nando suruh mereka
bersiap” ucap dian dia menyuruh anak buahnya yang menjadi anggota gangster dan
juga menghubungi intel kepolisian.
Beberapa gangster suruhan
alex juga sebenarnya adalah anak buah dian, mereka tidak tahu jika yang harus
mereka culik adalah orang yang sangat
berarti bagi dian, tetapi setelah mendengar pembicaraan zia dan alex mereka
langsung menghubungi dian diam- diam.
__ADS_1
Dalam perjalanan pulang anak buah alex sengaja memperlambat
jalannya mobil agar saat penangkapan alex berada tidak dekat dengan perkotaan.
Dengan upaya itu anak buah alex yang juga bawahan dian itu
diberi ampunan karena terlebihdahulu memberi tahu dian.
Flasb back off
“jadi mereka yang menyeretku anak buahmu” ucap zia sambil
cemberut
“iya mereka tidak tahu jika orang yang mereka culik adalah
orang yang kucintai”
Seketika pipi zia langsung bersemu merah
“kau malu” Tanya dian zia hanya menggelngkan kepala
“baiklah mari aku antar pulang” ucap dian sambil mengacak
acak rambut zia. Zia sangat suka diperlakukan dengan manis begini dia jadi
melamun selama di perjalanan menuju kerumah.
ini dia visual zia yang terkesan simple tapi tetap feminim dan cantik
ini dia visual si tampan dian.... gimana cocok kan~~~~
----
“sial mengapa alex bisa tertangkap” ucap seseorang lelaki
paruh baya itu
cinta” ucap seseorang satunya lagi
“lalu kita harus bagaimana”
“kita harus bermain dengan cara lain”
“maksudmu”
“kita harus menyusun ulang rencana, kita harus bermain secara
halus”
“baiklah ya aku mengerti sekarang, aku akan mengirim kan
kambing hitam selanjutnya, kini aku akan bermain dengan lembut”
Diperusahaan
Setelah beberapa minggu dian sudah mulai terjun keperusahaan
karena paksaan orangtuanya.
“baiklah mulai saat ini dian putraku satu satunya dan merupakan pewaris tunggalku akan memimpin perusahaan
ini, seluruh tanggungjawab ini aku serahkan padamu papa yakin kamu pasti bisa, selama
studinya belum selesai jadi saya mohon untuk membimbingnya” ucap papa dia
“mohon bimbinganya” ucap dian kepada para direksi dan
pemegang saham dengan sopan
Diruangan papa
“dian papa sudah menyiapkan sekertari dan juga asisten
pribadi untukmu”
“siapa dia pa” dia riko
“maksud papa riko?”
__ADS_1
“iya niko kepala manager di toko kue mama mu, kamu sudah
mengenalnya kan menurutmu bagaimana”
Sejenak dian berfikir lalu mengembangkan senyuman
“baiklah pa aku yakin pilihan papa pasti orang yang tepat”
“kau memang bisa diandalkan dian”
Padahal dian setuju karena riko nantinya tidak bisa
lagibertemu dengan zia, dia tidak berlu repot repot mencari cara untuk
menciptakan jarak diantara mereka.
Ditoko
Sedangkan ditoko para karyawan seakan kehilangan sosok
manager yang selama ini sangat baik kepada mereka.
“apa kakak bener mau pindah kerja” Tanya beberpa karyawati
yang pertanyaan itu mewakili semua nya termasuk zia
“iya aku mau pindah jadi sekertaris dan aspri”
“wah naik pangkat dong” celetuk salah seorang karyawan dan
diangguki oleh yang lain
“huuufttt bukan naik pangkat, tapi yang benarnya tugasku
lebih berat dari biasanya” ucap riko yang menghembuskan nafas yang terlihat
sangat berat.
Ya otomatis dia takan jarang bertemu dengan zia, karena dia
pasti akan sama sibunya dengan tuan mudanya.
Stelah pulang zia menghampiri riko
“kak”
“eh zia kenapa” ucap niko berusaha santai padahal dihatinya
sangat sesak
“kakak marah ya sama zia” pertanyaan yang membuat riko
mengerutkan dahinya
“ma marahh”
“iya kakak marah kan sama zia, karena zia gak bisa jadi
pacar kakak” ucap zia dengan polos, riko langsung mencubit hidung zia
“awww apaan sih kak”
“kamu itu dah cerewet ngegemesin juga suka kepedean ya” ucap
riko sambil mencubit pipi zia gemas
“maksud kakak”
“kakak mendapatkan tawaran, lebih tepatnya bukan tawaran
tapi perintah, untuk selalu menjaga tuan muda” ucap riko
“tuan muda.. maksudnya kak dian”
“iya tuan dian”
“o gitu yaudah kakak jaga diri ya kalok udah gak disini”
“hahah zia zia seharusnya kata-kata itu aku yang ucapin buat
kamu, kamu jaga diri baik baik” ucap riko lagi sambil mengacak rambut zia
“ihh kak rusak rambut zia”
“hahah” gelak riko sambil terus mengacak ngacak rambut zia
__ADS_1