
Beberapa hari telah berlalu, orangtua dian pun sudah kembali
ke tempat dimana mereka mendirikan perusahaan.
Dian yang terbiasa hidup sendirian hanya ditemani beberapa
pelayan membuat hidupnya sedikit lebih kaku dan terkesan dingin, kecuali kepada
zia, dia adalah wanita satu-satunya yang bisa membuat hari-hari dian lebih
berwarna. Berbeda dengan zia, dia lebih menutupi identitas dan kekayaan yang dimilikinya.
Kampus
“anak-anak 2 hari lagi kampus kita akan mengadakan camping
tahunan, jadi saya harap kalian harus mempersiapkan diri kalian, karena saya
akan mengambil ambsensi dari kehadiran kalian di lokasi camping nanti” ucap
seorang Dosen di ruangan zia
“baik pak” ucap mereka serempak setelah itu Dosen pun
meninggalkan ruang
“yessss ini yang gue suka” ucak zia
“seneng banget lo pergi-pergi ke alam bebas” ucap ana
“hahah lo emang cocok tinggalnya dihutan, lo gak cocok
kuliah disini, ini tu kampus untuk anak-anak yang berada di kalangan elit” ucap
salah satu mahasiswi yang bernama Julia, dia adalah anak dari kepala manager di
anak cabang perusahaan Jaya Buana dimana
sebenarnya itu merupakan perusahaan milik papa zia.
“heh apa maksud lo ngata-ngatain zia kayak gitu lo gak tau
ya kalok sebenrnya zia itu…” ana mencoba membela zia tapi zia langsung menarik
tangan ana
“udah an ayok kita pergi aja dari sini” ucap ana
“hahaha dasar lemah” ucap Julia
Ya memang setau Julia zia adalah wanita miskin jika dilihat
dari penampilan zia yang hanya menggunakan kaos dan juga celana jeans.
Sedangkan ditempat lain
“kau atur saja rencana untuk membawa mereka dan mencelakakan
pria itu, tapi ingat jangan kau sakiti yang perempuan biar seujung titik saja
aku melihatnya terluka tamatlah riwayatmu” suara seseorang yang sedang menelfon
“baik tuan saya akan melakukan tugas saya dengan baik” ucap
anak buahnya
“bagus”
“hmmm dulu kau pernah merebut orang yang kucintai, dan
sekarang kau ulangi lagi maka bersiaplah karna aku akan membalasmu dengan cara
__ADS_1
yang lebih kejam ha ha ha”
Ditoko
“kak” ucap zia setellah selesai bekerja sambil tersenyu dan
dibalas senyumannya
“kak zia mulai lusa gak masuk kerja ya” ucap zia kepada
manager toko kue
“lho kenapa zia, apa yang membuatmu tidak mau bekerja
disini, apa gajimu kurang, atau sikap mereka kurang baik padamu?” terkejut Tanya
riko
“bukan kak.. maksud zia” belum sempat zia menyelesaikan
kalimatnya
“tolong zia jangan pergi dari sini ya, karena aku sudah
mulai menyukaimu zia” ucapnya cemas sambil
meraih tangan zia
“apa kakak menyukaiku” ucap zia
Riko yang baru sadar bahwa barusan secara tidak langsung ia
telah mengungkapkan perasaanya.
“iya zia, aku mencintaimu aku gak mau kehilanganmu zia”
“kakak apaan sih siapa juga yang mau ninggalin kakak, aku gak
“apa jadi kamu bukan gak datang karena ingin resign” Tanya riko
mukanya merah menanggung malu
“iya kaa” ucap zia
Merekapun mengobrol sebentar sebelum pulang, sampai mereka
tidak sadar bahwa sedari tadi ada sepasang mata yang mengawasi mereka dari
kejauhan saiapa lagi kalau bukan dian, dia yang mulanya ingin menemui zia dan
mengantarnya pulang malah di kejutkan dengan sikap riko yang juga menyukai
pujaan hatinya itu lalu ia berlalu kembali kedalam mobil.
“arrrhhhgg sial aku kalah satu langkah” ucap dian sambil
memukul setir mobil
“tapi apakah mereka sekarang sudah resmi menjadi sepasang
kekasih… aaarrggggh kenapa aku buru-buru langsung keluar tadi” gerutu dian
kesal sendiri.
Akhirnya zia pun diantar oleh riko pulang kerumahnya.
Sesampainya dirumah zia, papa dan mama zia yang melihat
kedatangan putrinya langsung menghampiri dan mempersilahkan riko masuk dan riko
menyetujui. Sedangkan diluar rumah dian yang mengikuti mereka.
__ADS_1
“ckk sepertinya mereka sudah benar-benar menjadi pasangan
sekarang” gumam dian dengan wajah lesunya.
Dian pun kembali ke apartemenya.
“ini siapa” Tanya papa zia pada zia menunjuk riko
“ini kak riko pa, manager di tempat zia bekerja”
“o begitu, terimakasih nak sudah mengantarkan anak saya
pulang dengan selamat”
“sama-sama pak, saya sudah menganggap zia seperti adik saya
sendiri” ucap riko sopan.
Mengapa riko berkata begitu karena yang terjadi saat di toko
kue tadi tidak seperti yang dikatakan dian. Hahaha
Flash back on
““apa jadi kamu bukan gak datang karena ingin resign” Tanya riko
mukanya merah menanggung malu
“iya kaa” ucap zia
“baiklah zia karena aku sudah mengungkapkannya, jadi kini
aku bertanya padamu apakah kamu bersedia menjadi kekasihku zia?” ucap riko
tulus sambil menatap mata zia
Zia tampak bingung harus menjawab apa, dia berfikir bahwa
riko adalah sosok yang sangat baik, peduli, sopan, dan juga tampan seketika zia
juga teringat kepada dian yang selalu mengatakan bahwa dia menyayanginya, dan
juga dian sudah menolongnya pikiranya saling beradu.
“bagaimana zia” Tanya riko membuyarkan lamunan zia
“kak aku juga menyayangimu..” ucap zia lalu berhenti
sebentar dan mengambil nafas riko sudah bahagia duluan.
“tapi aku menyayangimu bukan sebagai kekasihku tapi sebagai
kakak ku, kau sudah ku anggap sebagai kakak ku” ucap zia menatap riko, seketika
raut wajah riko berubah menjadi sendu
“apakah tidak ada celah sedikitpun untuk ku zia” Tanya riko
“maaf kak” ucap zia sambil menundukan kepalanya dia tidak
berani menatap riko.
Riko pun menghirup nafasnya dalam lalu menangkup wajah zia
“baiklah zia mungkin aku harus berusaha lebih keras untuk
mendapatkan hatimu, aku akan berjuang zia, aku akan mendapatkanmu” ucap riko
penuh keyakinan. Zia hanya mengangguk dan membalas dengan senyuman.
Setelah itu riko mengantar zia pulang kerumahnya.
__ADS_1