Senior Tampanku

Senior Tampanku
Episode 8


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu, orangtua dian pun sudah kembali


ke tempat dimana mereka mendirikan perusahaan.


Dian yang terbiasa hidup sendirian hanya ditemani beberapa


pelayan membuat hidupnya sedikit lebih kaku dan terkesan dingin, kecuali kepada


zia, dia adalah wanita satu-satunya yang bisa membuat hari-hari dian lebih


berwarna. Berbeda dengan zia, dia lebih menutupi identitas dan kekayaan yang dimilikinya.


Kampus


“anak-anak 2 hari lagi kampus kita akan mengadakan camping


tahunan, jadi saya harap kalian harus mempersiapkan diri kalian, karena saya


akan mengambil ambsensi dari kehadiran kalian di lokasi camping nanti” ucap


seorang Dosen di ruangan zia


“baik pak” ucap mereka serempak setelah itu Dosen pun


meninggalkan ruang


“yessss ini yang gue suka” ucak zia


“seneng banget lo pergi-pergi ke alam bebas” ucap ana


“hahah lo emang cocok tinggalnya dihutan, lo gak cocok


kuliah disini, ini tu kampus untuk anak-anak yang berada di kalangan elit” ucap


salah satu mahasiswi yang bernama Julia, dia adalah anak dari kepala manager di


anak cabang perusahaan  Jaya Buana dimana


sebenarnya itu merupakan perusahaan milik papa zia.


“heh apa maksud lo ngata-ngatain zia kayak gitu lo gak tau


ya kalok sebenrnya zia itu…” ana mencoba membela zia tapi zia langsung menarik


tangan ana


“udah an ayok kita pergi aja dari sini” ucap ana


“hahaha dasar lemah” ucap Julia


Ya memang setau Julia zia adalah wanita miskin jika dilihat


dari penampilan zia yang hanya menggunakan kaos dan juga celana jeans.


Sedangkan ditempat lain


“kau atur saja rencana untuk membawa mereka dan mencelakakan


pria itu, tapi ingat jangan kau sakiti yang perempuan biar seujung titik saja


aku melihatnya terluka tamatlah riwayatmu” suara seseorang yang sedang menelfon


“baik tuan saya akan melakukan tugas saya dengan baik” ucap


anak buahnya


“bagus”


“hmmm dulu kau pernah merebut orang yang kucintai, dan


sekarang kau ulangi lagi maka bersiaplah karna aku akan membalasmu dengan cara

__ADS_1


yang lebih kejam ha ha ha”


Ditoko


“kak” ucap zia setellah selesai bekerja sambil tersenyu dan


dibalas senyumannya


“kak zia mulai lusa gak masuk kerja ya” ucap zia kepada


manager toko kue


“lho kenapa zia, apa yang membuatmu tidak mau bekerja


disini, apa gajimu kurang, atau sikap mereka kurang baik padamu?” terkejut Tanya


riko


“bukan kak.. maksud zia” belum sempat zia menyelesaikan


kalimatnya


“tolong zia jangan pergi dari sini ya, karena aku sudah


mulai menyukaimu zia”  ucapnya cemas sambil


meraih tangan zia


“apa kakak menyukaiku” ucap zia


Riko yang baru sadar bahwa barusan secara tidak langsung ia


telah mengungkapkan perasaanya.


“iya zia, aku mencintaimu aku gak mau kehilanganmu zia”


“kakak apaan sih siapa juga yang mau ninggalin kakak, aku gak


“apa jadi kamu bukan gak datang karena ingin resign” Tanya riko


mukanya merah menanggung malu


“iya kaa” ucap zia


Merekapun mengobrol sebentar sebelum pulang, sampai mereka


tidak sadar bahwa sedari tadi ada sepasang mata yang mengawasi mereka dari


kejauhan saiapa lagi kalau bukan dian, dia yang mulanya ingin menemui zia dan


mengantarnya pulang malah di kejutkan dengan sikap riko yang juga menyukai


pujaan hatinya itu lalu ia berlalu kembali kedalam mobil.


“arrrhhhgg sial aku kalah satu langkah” ucap dian sambil


memukul setir mobil


“tapi apakah mereka sekarang sudah resmi menjadi sepasang


kekasih… aaarrggggh kenapa aku buru-buru langsung keluar tadi” gerutu dian


kesal sendiri.


Akhirnya zia pun diantar oleh riko pulang kerumahnya.


Sesampainya dirumah zia, papa dan mama zia yang melihat


kedatangan putrinya langsung menghampiri dan mempersilahkan riko masuk dan riko


menyetujui. Sedangkan diluar rumah dian yang mengikuti mereka.

__ADS_1


“ckk sepertinya mereka sudah benar-benar menjadi pasangan


sekarang” gumam dian dengan wajah lesunya.


Dian pun kembali ke apartemenya.


“ini siapa” Tanya papa zia pada zia menunjuk riko


“ini kak riko pa, manager di tempat zia bekerja”


“o begitu, terimakasih nak sudah mengantarkan anak saya


pulang dengan selamat”


“sama-sama pak, saya sudah menganggap zia seperti adik saya


sendiri” ucap riko sopan.


Mengapa riko berkata begitu karena yang terjadi saat di toko


kue tadi tidak seperti yang dikatakan dian. Hahaha


Flash back on


““apa jadi kamu bukan gak datang karena ingin resign” Tanya riko


mukanya merah menanggung malu


“iya kaa” ucap zia


“baiklah zia karena aku sudah mengungkapkannya, jadi kini


aku bertanya padamu apakah kamu bersedia menjadi kekasihku zia?” ucap riko


tulus sambil menatap mata zia


Zia tampak bingung harus menjawab apa, dia berfikir bahwa


riko adalah sosok yang sangat baik, peduli, sopan, dan juga tampan seketika zia


juga teringat kepada dian yang selalu mengatakan bahwa dia menyayanginya, dan


juga dian sudah menolongnya pikiranya saling beradu.


“bagaimana zia” Tanya riko membuyarkan lamunan zia


“kak aku juga menyayangimu..” ucap zia lalu berhenti


sebentar dan mengambil nafas riko sudah bahagia duluan.


“tapi aku menyayangimu bukan sebagai kekasihku tapi sebagai


kakak ku, kau sudah ku anggap sebagai kakak ku” ucap zia menatap riko, seketika


raut wajah riko berubah menjadi sendu


“apakah tidak ada celah sedikitpun untuk ku zia” Tanya riko


“maaf kak” ucap zia sambil menundukan kepalanya dia tidak


berani menatap riko.


Riko pun menghirup nafasnya dalam lalu menangkup wajah zia


“baiklah zia mungkin aku harus berusaha lebih keras untuk


mendapatkan hatimu, aku akan berjuang zia, aku akan mendapatkanmu” ucap riko


penuh keyakinan. Zia hanya mengangguk dan membalas dengan senyuman.


Setelah itu riko mengantar zia pulang kerumahnya.

__ADS_1


__ADS_2