Senior Tampanku

Senior Tampanku
Episode 7


__ADS_3

Bruaaakkkk suara pintu yang didobrak secara paksa oleh


seseorang.


“kau” ucap jhon


“lepaskan dia jhon”


“enak saja dia miliku hanya miliku milik jhonatan tidak ada


satu orangpun enak saja dia miliku hanya miliku milik jhonatan tidak ada satu


orangpun yang bias merebutnya dariku apalagi kamu dian” sambil mengelus wajah


zia yang sedang menangis sesenggukan.


Melihat zia disentuh jhon dian pun langsung murka


“jangan sentuh dia dengan tangan kotormu ini jhon” dian


langsung menghajar jhonatan


Bugh bugh bugh terjadilah baku hantam antara mereka


berdua,  dian menghajarnya habis-habisan


tanpa ampun dan membiarkan jhonatan terduduk lemah  dengan luka memar di sekujur wajahnya.


Dian langsung menghampiri zia yang masih menangis


“aku takut hiks hiks” ucap zia


“tenanglah ada aku disini” sambil merangkul zia dan dibalas


oleh zia, zia membenamkan wajahnya didada bidang milik dian, berada didekapan


dian adalah tempat yang paling nyaman saat ini.


Dian pun membawa zia kesalah satu apartemenya untuk


menenangkan diri


“minum ini” ucap dian sambil menyerahkan secangkir teh  hangat yang telah dibuatnya


“terimakasih” balas zia


“iya, kau beristirahatlah disini ada aku akan menjagamu”


ucap dian tulus sambil membelai rambut zia.


Dian menatap wajah zia sekilas dan membuang muka dia merasa


kasihan melihat wanita yang sangat dicintainya hamper dinodai oleh pria lain,


yaitu jhonatan teman dian dulu semasa smp, dian pun mengepalkan tanganya geram,


zia yang melihat ekspresi kesal dian langsung memberanikan diri meraih tangan


dian.


“kak”


Dian langsung menoleh, untuk pertama kalinya zia


memanggilnya dengan sebutan kakak


“hmm kau memanggiku apa” ucap dian pura-pura tidak dengar


“kakak” ucap zia sambil malu-malu wajahyna sudah merah


merona


“aku senang mendengarnya, katakan ada apa”


“bagaimana kakak bisa tau aku ada di hotel itu”


“jadi waktu itu kakka melihatmu zia..”


Dian menceritakan dari awal


Dian memperhatikan zia dari kejauhan saat pulang sekolah,


dia sengaja tidak menemui zia untuk hari ini. Kemudian dian pun menyusul ke toko


dian pun mendengar semua percakapan antara zia dan mira.


“setelah itu kakak mengikutiku” Tanya zia


“kakak tidak langsung mengikutimu, tetapi kakak menyuruh


anakbuah kakak untuk datang lebih dahulu untuk menyelidiki dan memastikan


apakah benar ini hanya acara biasa”


“lalu”


“lalu anakbuahku menelfon”

__ADS_1


Flash Back On


 “Bagaimana” Tanya


dian pada anak buahnya


“seperti dugaan bos ada yang menjebak nona zia”


“katakana siapa orangnya”


“mereka jhonatan dan alex teman bos dulu, mereka bekerjasama


dengan mira”


“apa” dian terkejut dan menggebrak meja


“baiklah kau pantau terus pergerakan mereka aku akan segera


kesana”


Dian langsung mematikan telfonya dan langsung kesana.


Setelah sampai di hotel dian langsung menuju kamar tempat jhonatan dan alex


membawa zia


Flash back off


“aku hampir saja ternodai hiks hiks mereka menyentuhku”


tangis zia kembali pecah saat mengingat kejadian itu


“bagian mana yang mereka sentuh” geram dian ia kembali murka


melihat zia menangis


“disini disini disni disini” zia menunjuk wajah lengan dan


juga lehernya


Dian langsung mengambil tisu basah lalu mengusapkan ke wajah


leher  dan lengan zia lalu mengelapnya


dengan tisu kering lalu dian pun mencium kening lengan dan juga leher zia.


Zia langsung melotot   entah mengapa zia tidak bisa menolak ciuman dian mukanya memerah.


“apa yang kau lakukan” sungut zia


menyentuhmu tadi” ucap dian santai


“tapi .. tapii” zia tak mampu berkata-kata dia bingung


“sudahlah zia, aku sudah pernah bilang aku akan menjagamu,


aku akan selalu berada disampingmu, aku sangat menyayangimu zia” ucap dian


sambil mencium tangan zia


Zia hanya bisa memperhatikan dian, ia bahagia selain


keluarganya ada pria lain yang menyayanginya yaitu pria yang tepat berada


dihadapanya.


Kemudian zia menyentuh wajah pipi hidung dan berakhir


dibibir dian, dan perlahan dian pun memejamkan mata entah apa yang dibayangkan


mungkin dia membayangkan zia akan membalas menciumnya. Zia tersenyu dia mencoba


menahan tawanya melihat dian yang langsung terpejam kemudian usapanya beralik


kesudut bibirnya dan memencetnya disana.


“awwww” pekik dian


“hahahha, pasti menghayal yang enggak enggak” tawa zia lepas


“ck siapa yang menghayal” elak dian padahal dia memang


berharap dicium zia


“dasar mesum” teriak zia sambil berlari menuju kamar mandi


“hey.. kau” teriak dian


Sampai didaam kamar mandi zia masih cekikikan dia tidak sangup


sedari tadi menahan tawanya.


Setelah selesai mandi zia baru tersadar dia tidak membawa


baju ganti


“ah masa pakek baju ini lagi, ini kan udah bau keringet”

__ADS_1


ucap zia sambil mencium bajunya sendiri


Zia pun membuka pintu dan mengintip dari celah pintu yang ia


buka


“aman kayaknya, gak ada makhluk mesum itu” zian pun berlari


kecil keluar dari kamar mandi bermaksud meminjam baju dian mungkin ada. Tetapi


sebelum zia membuka lemari tiba-tiba dian masuk.


“aaaaaaaa” teriak zia


“hey kenapa kau berteriak-teriak”


“kenapa kau masuk” teriak zia


“suka-suka ku ini kamarku, hmmm tunggu-tunggu kau ingin


menggodaku ya” ucap dian yang menatap zia yang hanya menggunakan handuk melilit


di tubuhnya


“tidak aku tidak menggodamu kak, aku tidak memilii baju


ganti, jadi aku ingin pinjam bajumu boleh yaa” ucap zia sambil memperlihatkan


popy eyes nya


“kau benar benar menggodaku nona muda, kau mau aku berkhayal


yang tidak tidak ya” goda dia sambil menarik tangan zia kedalam pelukanya


Deg dian mencoba menggoda zia tetapi dia yang malah terjebak


sendiri, kini dirinya merasa nafasnya memburu dan serasa hawanya lebih panas


akibat tubuh zia yang hanya dilapisi handuk menempel dengan tubuhnya.


Dian pun melepaskan  pelukanya dan mecari-cari pakaian yang cocok untuknya semua baju seperti


kebesaran akhirnya dian menyerahkan kemeja putihnya pada zia dan ia segera


berlalu kekamar mandi.


“ck sial, kenapa aku jadi begini” dian mengacak-acak


rambutnya frustasi, dan dian pun mandi menggunakan air dingin untuh


menghentikan nafsunya yang sudah di ubun-ubun.


Setelah dian keluar dia hanya melilitkan handuk


dipinggangnya dan menatap zia yang memakai kemejanya, dia baru sadar bahwa zia


hanya memakai kemeja putih kedodoran tampa bawahan dan terlihat begitu sexy dan


menggoda, dian bersusah bayah menelan salivanya.


Setelah berganti baju dian duduk didekat zia


“kau mau makan apa aku akan keluar mencari makan untuk kita


berdua dan membelikan mu baju” ucap dian


“hmm apa ya.. sebenernya aku pingin yang pedes-pedes tapi


karena aku belum makan dari tadi yaudah nasi uduk  juga boleh” ucap zia


“apa.. jadi dari tadi kamu belum makan” Tanya dian


“ia” ucap zia


“oke baiklah tunggulah disini aku akan segera kembali” ucap


dian sambil berlalu pergi, sebenarnya bisa saja dian menyuruh seseorang tanpa


perlu repot-reot pergi sendiri, tetapi dari pada nafsunya bangkit kembali


melihat zia yang berpakaian seperti itu yasudahlah.


“ini pakailah dan ini makananmu, makanlah setelah ini kau


akan ku antar pulang” ucap zia dan hanya dibalas anggukan oleh zia


“oya kak bolehkah kakak mengantarkanku ke rumah kos ku aku


tidak ingin langsung kerumah, aku tidak ingin membuat mereka khawatir” ucap zia


“tapi zia”


“please ya ka” ucapnya sambil menunjukan popy eyesnya


“oke baiklah tapi habiskan makanan mu dulu” akhirnya dian


mengalah.

__ADS_1


__ADS_2