
Bruaaakkkk suara pintu yang didobrak secara paksa oleh
seseorang.
“kau” ucap jhon
“lepaskan dia jhon”
“enak saja dia miliku hanya miliku milik jhonatan tidak ada
satu orangpun enak saja dia miliku hanya miliku milik jhonatan tidak ada satu
orangpun yang bias merebutnya dariku apalagi kamu dian” sambil mengelus wajah
zia yang sedang menangis sesenggukan.
Melihat zia disentuh jhon dian pun langsung murka
“jangan sentuh dia dengan tangan kotormu ini jhon” dian
langsung menghajar jhonatan
Bugh bugh bugh terjadilah baku hantam antara mereka
berdua, dian menghajarnya habis-habisan
tanpa ampun dan membiarkan jhonatan terduduk lemah dengan luka memar di sekujur wajahnya.
Dian langsung menghampiri zia yang masih menangis
“aku takut hiks hiks” ucap zia
“tenanglah ada aku disini” sambil merangkul zia dan dibalas
oleh zia, zia membenamkan wajahnya didada bidang milik dian, berada didekapan
dian adalah tempat yang paling nyaman saat ini.
Dian pun membawa zia kesalah satu apartemenya untuk
menenangkan diri
“minum ini” ucap dian sambil menyerahkan secangkir teh hangat yang telah dibuatnya
“terimakasih” balas zia
“iya, kau beristirahatlah disini ada aku akan menjagamu”
ucap dian tulus sambil membelai rambut zia.
Dian menatap wajah zia sekilas dan membuang muka dia merasa
kasihan melihat wanita yang sangat dicintainya hamper dinodai oleh pria lain,
yaitu jhonatan teman dian dulu semasa smp, dian pun mengepalkan tanganya geram,
zia yang melihat ekspresi kesal dian langsung memberanikan diri meraih tangan
dian.
“kak”
Dian langsung menoleh, untuk pertama kalinya zia
memanggilnya dengan sebutan kakak
“hmm kau memanggiku apa” ucap dian pura-pura tidak dengar
“kakak” ucap zia sambil malu-malu wajahyna sudah merah
merona
“aku senang mendengarnya, katakan ada apa”
“bagaimana kakak bisa tau aku ada di hotel itu”
“jadi waktu itu kakka melihatmu zia..”
Dian menceritakan dari awal
Dian memperhatikan zia dari kejauhan saat pulang sekolah,
dia sengaja tidak menemui zia untuk hari ini. Kemudian dian pun menyusul ke toko
dian pun mendengar semua percakapan antara zia dan mira.
“setelah itu kakak mengikutiku” Tanya zia
“kakak tidak langsung mengikutimu, tetapi kakak menyuruh
anakbuah kakak untuk datang lebih dahulu untuk menyelidiki dan memastikan
apakah benar ini hanya acara biasa”
“lalu”
“lalu anakbuahku menelfon”
__ADS_1
Flash Back On
“Bagaimana” Tanya
dian pada anak buahnya
“seperti dugaan bos ada yang menjebak nona zia”
“katakana siapa orangnya”
“mereka jhonatan dan alex teman bos dulu, mereka bekerjasama
dengan mira”
“apa” dian terkejut dan menggebrak meja
“baiklah kau pantau terus pergerakan mereka aku akan segera
kesana”
Dian langsung mematikan telfonya dan langsung kesana.
Setelah sampai di hotel dian langsung menuju kamar tempat jhonatan dan alex
membawa zia
Flash back off
“aku hampir saja ternodai hiks hiks mereka menyentuhku”
tangis zia kembali pecah saat mengingat kejadian itu
“bagian mana yang mereka sentuh” geram dian ia kembali murka
melihat zia menangis
“disini disini disni disini” zia menunjuk wajah lengan dan
juga lehernya
Dian langsung mengambil tisu basah lalu mengusapkan ke wajah
leher dan lengan zia lalu mengelapnya
dengan tisu kering lalu dian pun mencium kening lengan dan juga leher zia.
Zia langsung melotot entah mengapa zia tidak bisa menolak ciuman dian mukanya memerah.
“apa yang kau lakukan” sungut zia
menyentuhmu tadi” ucap dian santai
“tapi .. tapii” zia tak mampu berkata-kata dia bingung
“sudahlah zia, aku sudah pernah bilang aku akan menjagamu,
aku akan selalu berada disampingmu, aku sangat menyayangimu zia” ucap dian
sambil mencium tangan zia
Zia hanya bisa memperhatikan dian, ia bahagia selain
keluarganya ada pria lain yang menyayanginya yaitu pria yang tepat berada
dihadapanya.
Kemudian zia menyentuh wajah pipi hidung dan berakhir
dibibir dian, dan perlahan dian pun memejamkan mata entah apa yang dibayangkan
mungkin dia membayangkan zia akan membalas menciumnya. Zia tersenyu dia mencoba
menahan tawanya melihat dian yang langsung terpejam kemudian usapanya beralik
kesudut bibirnya dan memencetnya disana.
“awwww” pekik dian
“hahahha, pasti menghayal yang enggak enggak” tawa zia lepas
“ck siapa yang menghayal” elak dian padahal dia memang
berharap dicium zia
“dasar mesum” teriak zia sambil berlari menuju kamar mandi
“hey.. kau” teriak dian
Sampai didaam kamar mandi zia masih cekikikan dia tidak sangup
sedari tadi menahan tawanya.
Setelah selesai mandi zia baru tersadar dia tidak membawa
baju ganti
“ah masa pakek baju ini lagi, ini kan udah bau keringet”
__ADS_1
ucap zia sambil mencium bajunya sendiri
Zia pun membuka pintu dan mengintip dari celah pintu yang ia
buka
“aman kayaknya, gak ada makhluk mesum itu” zian pun berlari
kecil keluar dari kamar mandi bermaksud meminjam baju dian mungkin ada. Tetapi
sebelum zia membuka lemari tiba-tiba dian masuk.
“aaaaaaaa” teriak zia
“hey kenapa kau berteriak-teriak”
“kenapa kau masuk” teriak zia
“suka-suka ku ini kamarku, hmmm tunggu-tunggu kau ingin
menggodaku ya” ucap dian yang menatap zia yang hanya menggunakan handuk melilit
di tubuhnya
“tidak aku tidak menggodamu kak, aku tidak memilii baju
ganti, jadi aku ingin pinjam bajumu boleh yaa” ucap zia sambil memperlihatkan
popy eyes nya
“kau benar benar menggodaku nona muda, kau mau aku berkhayal
yang tidak tidak ya” goda dia sambil menarik tangan zia kedalam pelukanya
Deg dian mencoba menggoda zia tetapi dia yang malah terjebak
sendiri, kini dirinya merasa nafasnya memburu dan serasa hawanya lebih panas
akibat tubuh zia yang hanya dilapisi handuk menempel dengan tubuhnya.
Dian pun melepaskan pelukanya dan mecari-cari pakaian yang cocok untuknya semua baju seperti
kebesaran akhirnya dian menyerahkan kemeja putihnya pada zia dan ia segera
berlalu kekamar mandi.
“ck sial, kenapa aku jadi begini” dian mengacak-acak
rambutnya frustasi, dan dian pun mandi menggunakan air dingin untuh
menghentikan nafsunya yang sudah di ubun-ubun.
Setelah dian keluar dia hanya melilitkan handuk
dipinggangnya dan menatap zia yang memakai kemejanya, dia baru sadar bahwa zia
hanya memakai kemeja putih kedodoran tampa bawahan dan terlihat begitu sexy dan
menggoda, dian bersusah bayah menelan salivanya.
Setelah berganti baju dian duduk didekat zia
“kau mau makan apa aku akan keluar mencari makan untuk kita
berdua dan membelikan mu baju” ucap dian
“hmm apa ya.. sebenernya aku pingin yang pedes-pedes tapi
karena aku belum makan dari tadi yaudah nasi uduk juga boleh” ucap zia
“apa.. jadi dari tadi kamu belum makan” Tanya dian
“ia” ucap zia
“oke baiklah tunggulah disini aku akan segera kembali” ucap
dian sambil berlalu pergi, sebenarnya bisa saja dian menyuruh seseorang tanpa
perlu repot-reot pergi sendiri, tetapi dari pada nafsunya bangkit kembali
melihat zia yang berpakaian seperti itu yasudahlah.
“ini pakailah dan ini makananmu, makanlah setelah ini kau
akan ku antar pulang” ucap zia dan hanya dibalas anggukan oleh zia
“oya kak bolehkah kakak mengantarkanku ke rumah kos ku aku
tidak ingin langsung kerumah, aku tidak ingin membuat mereka khawatir” ucap zia
“tapi zia”
“please ya ka” ucapnya sambil menunjukan popy eyesnya
“oke baiklah tapi habiskan makanan mu dulu” akhirnya dian
mengalah.
__ADS_1