Senior Tampanku

Senior Tampanku
Episode 5


__ADS_3

Seperti biasa setelah zia selesai


Kuliah dia menuju tempat dimana zia bekerja, dan sedari tadi ada sepasang mata


yang terus mengikutinya dan ia tidak sadar akan hal itu, begitu sampai ditoko


zia langsung berganti pakaian khas karyawan ditoko itu.


Dia terlihat sangat cantik dengan


dandanan yang simple dipadukan dengan jeans hitam dan rambut sebahu yang


menambah aura kecantikanya. Waktu pun berjalan kini zia sudah mahir membuat


roll cake, lava cake, dan juga zia telah berhasil membuat puluhan cup cake yang


langsung ludes diburu pelanggan, karena harga cup cake yang terkesan murah tapi


tidak murahan dan instagrammable.


Zia hendak bersiap untuk pulang


tiba-tiba ada yang menarik tanganya


“awww sakitt”


“eh sorry zia” ucap dian


“lo.. ngapain lo narik- narik gue,


dan ngapain lo disini”


“gue mau nganterin lo pulang zia”


“gue bisa pulang sendiri” jawab


zia ketus


“tapi ini udah malem gak baek lo


pulang sendirian” ucap dian tulus sambil menggenggam tangan zia


“ihh lepasin gue bisa pulang


sendiri” sambil berusaha melepaskan tangan dian


“gue peduli sama lo zia, please


mau ya” dian tetap berusaha memohon tatepi zia malah menginjak kaki dian dan


mendorong tubuhnya samoai dian terduduk di lantai. Ya dia hanya pura-pura


kesakitan karena ingin melihat kepedulian wanita dihadapanya ini, padahal bisa


saja menahan dorongan tangan zia karena tenaganya lebih kuat.


Tiba-tiba byuuurrrr dari arah


belakang ada yang mengguyur zia


“awwww”


“rasain lo zia, anak baru aja


belagu mau nyelakain tuan muda anak dari pemilik toko ini” sungut salah satu


karyawan yang bernama Mira, dia adalah karyawan yang sudah cukup lama bekerja


di toko ini dan dia juga mengagumi tuan mudanya.


“apa ” terkejut zia


“iya dia adalah pewaris tunggal


yang hampir kamu celakai, kamu tahu itu” sambil menekan kepala zia dengan


telunjuknya


“cukup mira” bentak dian


“kenapa tuan, dia sudah mencoba


mencelakai tuan” ucap mira bingung


“kami hanya bermcanda mira”


“bercanda bagaimana tuan,


jelas-jelas tadi saya melihatnya”

__ADS_1


“hahahaha” tawa dia menggelegar


sampai diseluruh ruangan yang membuat mira jadi merinding


“asal kamu tau mira yang kau


siram ini adalah calon nona mudamu, dia kekasihku calon istriku” ucap dian


bangga sambil menarik zia kedalam pelukanya


“tuan pasti bercanda kan,


bagaimana bisa wanita rendahan dan murahan seperti dia jadi kekasih anda, pasti


dia sudah menggunakan guna-guna atau merayu tuan agar bisa mendapatkan harta


tuan, tuan harus hati-hati”cerca mira


“sudah hentikan mira sudah.. kamu


tidak tahu apa-apa tentang dia, dan juga jika kamu masih ingin tetap bekerja


disini kau harus menjaga sikapmu pada zia, atau kamu akan aku pecat dari sini


dan akan kupastikan kau tidak akan mendapatkan pekerjaan dimanapun” ancam dian


yang sukses membuat mira lemas seketika


“ba-baik tuan saya janji” sambil


berlari meninggalkan mereka berdua.


Zia yang sedari tadi terdiam dan


perlahan meneteslah buliran bening yang sedari tadi ia bendungan akibat mendengar


ucapan mira. Dian kini beralih menatap zia.


“sudahlah zia, tidak usah


difikirkan ucapannya” sambil mengengelap air mata zia


“mari ku antar pulang” tawar dian


sekali lagi


“baiklah” senyum dian pun


zia.


Ketika sampai didepan pintu toko terlihat


seseorang yang tengah bersandar di depan mobil sport berwarna hitam itu, ia


perawakanya tinggi, tegap, dengan memakai setelan jas lengkap dan rapi.


“hai adik kesayanganku, lama tidak bertemu”


sapanya


“kak Rama” zia langsung berlari


menghambur kepelukan kakaknya dan meninggalkan dian yang membiarkan gadisnya


melepas rindu dengan kakaknya


“kau tidak merindukanku”


“tentu aku merindukanmu”


“lantas mengapa tidak pernah


memberi kabar pada kami” zia melepaskan pelukanya dan mendongak menatap


kakaknya


“apa papa menyuruhmu menjemputku”


“tepat sekali, papa mama sangat


merindukanmu, dan mereka mengizinkanmu untuk meniti karirmu sendiri, kau boleh


bekerja, berjualan, menyanyi, menari, lakukan apapun yang kau suka”


“kakak serius” Tanya zia tidak


percaya, pasalnya orangtua mereka terutama papa sangat tidak menyukai zia yang


seperti sekarang, tapi menurut raka inilah triknya dengan mengizinkan za

__ADS_1


melakukan apapun kesukaanya asalkan bisa kembali pulang kerumah.


“iya adik kecil” sambil mencubit


hidung zia “ tapi kamu harus pulang”


“baiklah aku akan ikut bersama


kakak”


“pilihan yang tepat, oya dia


siapamu” menunjuk dian dengan ekor mata


“emh diabos ku” jawab zia jujur.


“baguslah jika hanya sekedar bos


dan karyawan, jangan kau dekati dia”


“kenapa kak” Tanya zia penasaran


“sudah pokoknya jangan dekati


dia, dan hey kau jangan dekati adiku” rama meneriaki dian


“kami bukan hanya sekedar dekat


kakak tapi kami sudah menjadi sepasang kekasih” jawab dian sambil tersenyu licik


juga dian memanggilnya dengan sebutan kakak


“apa.. apa perkataanya itu benar


zia apa ini juga ulah laki-laki sialan itu” menunjuk baju zia yang basah, zia


tidak sadar jika dia masih memakai jas yang diberikan dian tadi


“sudahlahkan tidak usah pedulikan


dia”


“oke, tunggu” sambil membuka


jasnya sendiri dipakaikan pada zia lalu raka melempar jas milik dian dan


langsung ditangkap oleh dian.


------


Dimobil


“kaka pa papa membenciku” Tanya zia


“tidak mana mungkin mereka


membencimu


“tapi pasti setelah ini papa mama


akan memarahiku kan kak, aku takut”


“sudahlah tidak usah berfikir


yang tidak tidak”


“oya aku belum memberitahu ana


aku akan mengiriminya pesan saja”


----


Rumah zia


“kamu sudah pulang raka”


“papa mama” sapa raka sedangkan


zia bersembunyi dibalik punggung raka


“bagaimana  apa dia mau kembali” Tanya papa yang tidak


sadar bahwa zia sudah berada dirumah


“seperti yang kukatakan aku


berjanji membawa nona muda ini kembali ke istananya” jawab raka sambil


menggeser tubuhnya sehingga terlihatlah zia

__ADS_1


“zia” ucap mama papa serentak


__ADS_2