Senior Tampanku

Senior Tampanku
Episode 2


__ADS_3

Dan pemuda itu bernama Diandra


satyanagara putra tunggal dari  Briyan


satyanagara  dengan Ramayana atmajaya.


Keluarga mereka merupakan pengusahan yang terkenal dengan cabang perusahaan di


berbagai Negara dan harta yang tidak akan pernah habis selama tujuh turanan.


Kediaman Satyanagara


Dian baru saja sampai dirumah, ia


menuju kamarnya yang terletak di lantai atas, tetapi sebelum sampai ke atas ada


yang memanggilnya.


“eh anak mama sudah pulang ” ucap


mama saat melihat anaknya


“anak papa juga ma”ucap papa yang


baru saja keluar dari kamarnya


“mama..papa kapan sampai” ucap dian


sambil menyalami kedua orang tuanya


“tad..


sebelum mama menjawab  terlebih dahulu papa menjawab


“siang tadi, dan kami langsung


kesini karena tidak sabar  ingin melihat


anak papa yang bandel tidak pernah menemui orang tuanya”


“papa jangan begitu” sambil menyorotkan mata tajam kearah


papa


“kamu selalu seperti itu jika bertemu anakmu, pasti setelah


ini kamu tidak memperdulikanku lagi”  ucap papa briyan sambil terus manyun terhadap istrinya.

__ADS_1


Sedangkan dian hanya bisa menggelengkan kepala melihat kedua


orang tuanya, ya memang selalu begitu rasa cemburu papa yang terlalu besar


bahkan terhadpa anak sendiri.


“tidak usah perdulikan papamu nak…sini peluk mama mama


sangat merindukan mu nak” sambil merentangkan kedua tanganya dan dian langsung


membalas pelukan mamanya


“ian juga sangat merindukan mama”


“oh hanya mama yang kamu rindukan baiklah” sungut papa


“yaya aku juga merindukan papa, aku sangat merindukan kalian


berdua ma pa” akhirnya mereka bertiga berpelukan


Kemudian mereka langsung duduk di meja makan karena para


pelayan telah menyajikan hidangan untuk makan malam diatas meja makan. Setelah


selesai makan mereka pun berkumpul di ruang keluarga untuk sekedar bercengkrama


“bagaimana kuliahmu nak” Tanya mama


“Alhamdulillah ma lancar, ian udah mulai nyusun proposal


buat seminar”


“bagus segera selesaikan studimu agar perusahaan bisa papa


alihkan sepenuhnya kepadamu” ucap papa yakin


“masa secepat itu pa” Tanya dian


“cepat kamu bilang, papa sudah tua ian, kita tidak pernah


tau kapan datangnya maut”


“papa jangan bicara begitu, iyaiya  ian akan cepat selesaikan kuliah ian”


“nah itu baru anak briyan satyanagara” ucap papa bangga


“sudah sudah kerjaan mulu di bahas, oya ian gimana apa kamu

__ADS_1


sudah dapat calon mantu buat mama” mama mengalihkan pembicaraan


“lo mama kok malah nanyain mantu, itu urusan nanti ma” ucap


papa


“ya gak boleh nanti nanti dong pa, papa gak tau sih mama tu


merasa bosan kalok sendirian dirumah,”


“kan ada inem, surti di rumah yang nemenin mama”


“itu lain pa, mama maunya punya mantu jadi bisa diajak


shoping bareng, masak bareng kan enak, apalagi kalok mereka punyak anak jadi


kita punya cucu ihhh gemesin banget pasti, hmmmm papa gak pengen punya cucu?”


goda mama


“ahh iya betul cucu ku  akan memanggilku dengan sebutan  opa dan dia memanggilmu  oma” ucap


papa yang terbawa hayalan mama


“kalian ini apa-apan sih calon saja belum kelihatan sudah


ngomongin cucu udah ah ian mau kekamar dulu”


“loh ian mau kemana sayang kita belum selesai ngobrol nih yakan


pa”minta dukungan


“iya ian kamu gak pengen apa punya anak”


“pengen pa” jawab ian sambil terus menaiki tangga


“punya istri dulu ian baru bisa punya anak hahahhaha” ledek


mama


“tenang ma an sudah punya” jawab ian sambil tersenyum dari


kejauhan entah apa yang dibayangkan


“siapa dia nak, cepat bawa kerumah” semangat mama


Tidak ada jawaban karna ian sudah berlalu dan masuk kekamar.

__ADS_1


__ADS_2