Senior Tampanku

Senior Tampanku
Episode 3


__ADS_3

Dian POV


Tuuut tuuuut dian mencoba menelfon seseorang


“hallo, maaf ini siapa?” dari sebrang sana


Deg suara sosok gadis yang sedari tadi di bayangkan dan


membuatnya tersenyum ia tidak merespon panggilan nya.


Hanya terdengar hembusan nafasnya saja.


“hallo.. hallo.. halloooo….ada orang di sana”


Dian pun langsung mematikan telfon nya.


Zia POV


“siapa sih gak jelas banget”  gerutu zia


“lo kenapa sih zi” Tanya ana


“tu tadi ada yang nelfon, gue udah buru-buru lari begitu


diangkat eh gak ada suara”


“udahlah zi mungkin Cuma salah sambung aja”


“ya seenggaknya kan kalau salah sambung bilang maaf kek atau


apa gitu” zia masih terus saja mengomel-ngomel. Ya di balik wajak


cantiknya  memang zia memiliki


kepribadian yang lumayan cerewet dan suka ceplas-ceplos saat berbicara.


“oya zi besok lo jadi mulai kerja part time di toko kue


kemarin?” Tanya ana mengalihkan pembicaraan


“jadi an gue lagi butuh banyak duit hahaha”


“ya ela zi sebenernya hidup lo itu enak banget jadi anak


orang tajir, lo bisa aja minta ke papa lo zi atau ke kakak-kakak lo pasti di


kasih lo gak harus kerja part time gini, gak kayak gue”


“yang tajir itu orang tua gue, gue maunya orang kenal gue


karna jerih payah gue sendiri bukan karna orangtua gue an”


“lo memang hebat zi  gue salut sama lo” ucap ana sambil mengacungkan kedua jempolnya

__ADS_1


“apaan sih an , oya makasih ya an selama ini cuman lo temen


gue yang paling tulus, gak kayak temen-temen yang lain yang Cuma maunya di ajak


hura-hura doang” ucap zia tulus


“lo itu udah gue anggap temen sekaligus sodara gue, lo sama


keluarga lo udah banyak bantuin gue gue di dunia ini gak punyak siapa-siapa


selain lo, gue gak tau dimana orang tua gue, apa gue punyak orangtua atau


enggak, gue udah sengsara dari sononya”


“sabar ya an lo sodara gue jadi  papa mama guejuga  orangtua lo” sambil memeluk ana


“makasih ya zi”.


---------------


Kampus


Zia sedang duduk di taman kampus sambil memainkan ponselnya


menunggu ana, dian yang melihat dari kejauhan langsung menghampiri zi.


“hai bidadari” sapa dian sambil duduk di sebelah zia


Zia hanya melirik sekilas acuh dan kembali menatap focus


“mulai sekarang dan selamanya aku akan terus berada di


dekatmu seperti ini”  sambil terus


menggeser duduknya dan menatap zia


“hiiih apaan si aku aku sok akrab banget” sungut zia


“aku suka lihat kamu marah, tapi aku lebih suka lihat kamu


tersenyum” goda dian


Seketika zia pun tersenyum samar


“nah gitu sempurna”


Zia pun menutupi wajahnya  yang merah menggunakan tanganya dan memunggungi dian


“hey zia kenapa harus malu” sambil membalikan bahu zia


“dari mana kamu tahu namaku”


“aku tau semua tentang mu zia, anak dari keluarga terkenal

__ADS_1


itu kan, dan kamu memiliki kakak seorang polisi dan seorang pengusaha muda yang


sukses , dan nanti kamu akan mulai bekerja part time di toko kue di sebrang


jalan kampus kan” ucap dian percaya diri


Seketika mata zia pun membulat sempurna


“dari mana dia tau semua tentang ku apa ana yang memberi


tahu” gumam zia


“aku benar kan zia”


“em ka-kamu tau dari mana, kamu penguntit ya atau psikopat


atau..” sebelum melanjutkan kata-katanya dian menempelkan jari telunjuknya


dibibir zia


“sssstttt aku udah bilang kamu itu pendamping hidupku dan


mulai sekarang aku akan selalu di sampingmu”


“kamu itu selalu ngomongin hal yang gak penting”


“kamu… jadi udah aku kamu oke hahah baguslah”


“eh maksud gue lo.. haduhh udah pergi aja lo dari sini


ganggu mood gue “ sambil memukul-mukul bahu dian


“aduhhhh… aduhhh.. iya iya kamu  boleh galak ke cowo yang lain tapi jangan ke


aku gini dong”


Tiba-tiba ana datang


“eh ada kakak ganteng” ucap ana


“lo lama banget sih an, gara-gara lo gue jadi ngoborl gak


jelas sama orang ini” ucap zia sebal


“hehhe sorry zi gue tadi habis dari kelas ke toilet dulu”


“udah hayuuuk buruan gue udah telat nih mau ke toko” sambil


menarik tangan ana


“eh tapi itu kakak ganteng”


“biarin aja dia gak penting ayoookkk”

__ADS_1


Dian hanya tersenyum melihat mereka berdua.


__ADS_2