Senior Tampanku

Senior Tampanku
episode 17


__ADS_3

jangan lupa vote like nya ya dukung terus author nya


😘😘🌸🌸🌸🌸🌸🌸


Zia lalu keluar ruangan itu tanpa berpamitan dan tanpa mengucapkan selamat kepada dian.


Zia yang kecewa dengan sikap dian memilih pergi ke danau tempat dimana ia harus meluapkan masalah yang tidak bias ia ceritakan kepada siapapun/


Zia menangis sesenggukan


“kamu jahaat diaaaannnnn” teriak zia sambil melemparkan batu ke danau


“jahaaaaatttttt” teriahnya sekali lagi


“hey nona jangan teriak teriak dong, kalok marah ya samperin orangnya” tegur orang itu


“suka suka aku, kamu ngapain disini pergi sana” kesal zia


“ya mana bisa begitu nona saya sudah berada disini sebelum anda datang” terangnya


“enak aja aku duluan disini dan sejak aku dating akau tidak melihat siapa siapa” jawab zia tidak mau kalah


“saya tadi hanya pergi sebentar nona membeli ice cream apa nona mau” tawar pemuda itu lalu kemudian duduk tanpa permisi. Zia pun tidak ingin berkomentar lagi ia malas untuk berdebat hari ini.


Melihat ekspresi zia yang tidak bergeming pemuda itu bertanya


“jadi nona apa masalahmu”


“bukan urusanmu” jawab zia ketus


“begini nona didalam hidup semua sudah ditentukan, tidak semua hal yang kita harapkan menjadi nyata, terkadang mungkin hanya sebagai impian saja yang nantinya akan kita kebang”


“maksudnya” Tanya zia


“rejeki, jodoh, maut itu semua sudah diatur tinggal bagaimana kita berusaha mendapatkan yang terbaik, jika yang maha kuasa mentakdirkan kalian bersatu selamanya maka masalah apapun yang menimpa kalian pasti kalian tetap akan bersama”


“hey kau jangan sok tau” ucap zia


“yasudah kalau tidak percaya aku tidak memaksa, oya apa kau mau ice cream ini” tawar pemuda itu


“tidak ada racunya kan” selidik zia


“hahaha tidak nona saya tadi membelinya di minimarket di ujung sana” sambil menunjuk sebrang jalan


“oke aku mau” pemuda itu pun memberikan ice cream berwarna pink pada zia


“aku tidak mau yang rasa itu, aku mau yang coklat” ucap zia


“kenapa kau tak suka biasanya wanita paling suka dengan makanan atau apapun yang berwarna pink”


“itu tidak untukku, aku hanya aka sekali-kali memakai baju atau apapun yang berwarna pink”


“hahah oke baiklah, ini untukmu” pemuda itu memberikan ice cream berwarna coklat kepada zia


Mereka menikmati ice cream tiba-tiba hp zia berdering menandakan ada yang menelfon. Mata zia berbinar seketika melihat nama yang tertera di layar ponsel zia siapa lagi kalo bukan pujaan hatinya yang beberapa hari ini membuatnya kesal.


“hallo” ucap zia datar


“kau dimana” Tanya dian dingin . zia hanya mendengus sebal masih saja dingin orang ini batin zia


“a- aku di danau” ucap zia

__ADS_1


“bisakah kau keruangan A9 ada yang ingin aku bicarakan denganmu” ucap dian


Sebenarnya zia masih merasa enggan menemui dian tapi mungkin dian akan meminta maaf itu batinya


“baiklah aku akan kesana”


“oke aku tunggu”


Telfonpun terputus zia hendak pergi beranjak dari danau dan meninggalkan pemuda yang ada disebelahnya”


“kau mau kemana” Tanya pemuda itu


“aku akan pergi”


“bolehkah kita bertukar nomor telfon”


“maaf aku sedang buru buru” ucap zia


“sebentar saja ya tuliskan nomor mu, siapa tau kau btuh teman” ucap pemuda itu sambil menyerahkan hanphone nya lalu zia mengetikan nomor nya agar cepat cepat pergi dari pemuda ini


Sesampainya diruang yang disebutkan dian. Zia membuka pintu itu dan tampaklah dian sedang duduk disana.


“duduklah” ucap dian datar


Hening diruang tersebut yang hanya ada mereka berdua, zia pun tak ingin memulai pembicaraan duluan ia ingin sekali sebenarnya bertanya mengapa dia bersikap seperti itu tadi, tapi dia urungkan untuk bertama.


“apa kau sudah makan” Tanya dian


“belum” jawab zia berharap dian akan mengajaknya makan


“aku paling tidak suka kepada orang yang tidak bisa menjaga dirinya sendiri”


Deg apakah ini caranya memberikan perhatian, kenapa begitu sakit apa itu artinya dia tidak menyukaiku, atau aku terlalu berlebihan apa aku terlalu manja.


Dian hanya diam entah dia mendengar permintaan maaf zia atau tidak dian hanya sibuk memainkan ponselnya.



“haaahhh ngapain kamu panggil aku kalok nyatanya kamu bakalan diemin aku” ucak zia didalam hatinya


Zia terus memandangi dian yang tidak menghiraukanya, seperti tidak dianggap ya itulah kata yang pantas. Sebisa ungkin zia tidak menangis tapi Perlahan air mata zia pun tak mampu terbendung lagi mengalir setetes demi setetes.


Zia menghapus air matanya lalu beranjak pergi mungkin inilah yang terbaik batin zia.


“dian aku pergi dulu, sebentar lagi aku masuk” ucap zia


Namun dian hanya mengangguk tidak menoleh sedikitpun pada zia, zia langsung berlalu begitu saja ia berlari menuju toilet dan menangis sesenggukan disana.


“apa salahku hiks hiks”


Sedangkan dian menundukan kepalanya


“maaf” ucapnya lirih.


-----


Zia POV


Disela isak tangis zia hp zia bordering


“ha-halo” ucap zia serak

__ADS_1


“hay girl, apa kau baik baik saja” ucap pemuda itu mendengar zia yang terisak


“maaf ini siapa” Tanya zia


“kamu sudah melupakanku secepat itu, aku pemuda yang tadi memberikanmu ice cream”


“oh iya, ada apa”


“kau terlihat seperti sedang ada masalah ya”


“ti-tidak kok” ucap zia berbohong


“hmm jadi begitu apa kau sedang sibuk, kalu tidak aku akan mengajakmu untuk pergi ketempat yang bias membuatmu tenang dan melupakan masalahmu”


“memangnya kemana” Tanya zia


“kau dimana apakah kau masih di area kampus aku akan menjemputmu”


“oke jemput aku di gerbang” ucap zia, zia yang sedang dalam keadaan kacau membuatnya jadi tidak bias berfikir jernih, dia hanya ingin melampiaskan kekesalanya saja.


Sedangkan dian setelah dari kampus ia langsung mencari sebuah hadiah untuk wanita yang ia cintai, ya sebenarnya sikap dingin dian hanyalah sebagian dari rencana dian untuk merayakan ulang tahun kekasihnya, namun zia yang tidak mengetahui hal ini menganggap bahwa ini semua adalah nyata.


🌸🌸🌸🌸



“baiklah tuan pilih yang mana” Tanya pegawai toko


“aku pilih yang ini” menunjuk sebuah gelang dengan permata cantik yang menghiasinya. Tak lupa dian juga membelikan sebuah cake dari toko mamanya.


Tepat jam 09.00 malam dian menghubungi zia untukmemberinya kejutan.


Tuuttt tuuuttt tutttt


“kenapa kau tidak mengangkat telfonku” gumamnya


Tuutt tuut dian mencoba menelfon beberapa kali


“apa kau marah padaku, huuuffft maafkan aku” ucap dian menyesal


Berjam jam dian mencari dian hingga dia bingung kemana harus mencari zia ia tidak mau menghubungi kakak kakak zia karena pasti dia yang akan disalahkan.


Akhirnya dian kembali kerumah ia bersandar di sofa lalu melihat jam ditanganya sudah hampir tepat pukul 00.00


Dian dengan berat hati menyalakan lilin yang berada diatas cake dan meniupnya



“selamat ulang tahun sayangku, maaf kan aku” ucapnya lirih


Kemudian ia pergi lagi ia masih belum tenang jika belum menemukan pujaan hatinya itu.


----


Sedangkan seseorang yang dari tadi dian telfon sedang berada di clup malam, pemuda yang bertemu dengannya didanau dan mengajaknya ke club itu bernama max.


“kau sudah terlalu banyak minum nona” ucap max


“banyak apanya, aku baru minum satu gelas, tapi kenapa aku sduah pusning begini, hahah dasar lemah aku kan” ceraca zia,


Max pun mengambil paksa botol minuman yang ada di tanganzia, jika tidak maka zia akan terus meneguknya bukan hanya dari gelas bahkan zia juga meminumnya dari botolnya langsung.

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹🌹


hay para readers yuk terus stay ya sama novel ini jangan lupa tap ❤ nya ya biar kalau udah update episode baru biar kelihatan☺☺😍🙏


__ADS_2